| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Minggu, 16 Oktober 2022 Hari Minggu Biasa XXIX

 

Minggu, 16 Oktober 2022
Hari Minggu Biasa XXIX 
  
Amanat misi. "Kepada para bangsa Gereja diutus oleh Allah untuk menjadi 'Sakramen universal keselamatan'. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, menaati perintah Pendirinya, Gereja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang" (AG 1): "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:19-20). --- Katekismus Gereja Katolik, 849
  
  
Antifon Pembuka (Mzm 17:6.8)


Aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah kata-kataku. Jagalah aku bagaikan biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.

To you I call; for you will surely heed me, O God; turn your ear to me; hear my words. Guard me as the apple of your eye; in the shadow of your wings protect me.

Ego clamavi, quoniam exaudisti me, Deus: inclina aurem tuam, et exaudi verba mea: custodi me, Domine, ut pupilam oculi: sub umbra alarum tuarum protege me.

Doa Pagi

Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah yang Mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      

Bacaan dari Kitab Keluaran (17:8-13)
    
  
 "Apabila Musa mengangkat tangan, lebih kuatlah pasukan Israel."
       
  Sekali peristiwa datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua, “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek! Aku sendiri, besok akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; sedangkan Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit. Dan terjadilah hal berikut ini: Apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah pasukan Israel. Sebaliknya, apabila Musa menurunkan tangannya, Amaleklah yang lebih kuat. Tetapi menjadi penatlah tangan Musa. Maka Harun dan Hur mengambil sebuah batu, meletakkannya di belakang Musa, supaya ia duduk di atasnya; lalu Harun dan Hur menopang kedua belah tangan Musa, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangan Musa tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.          
                       
       
                                
Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 805
Ref. Pertolongan kita ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Atau Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.
Ayat. (Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8; R:lih. 2)
1. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
2. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel.
3. Tuhan penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.
4. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 3:14-4:2)
  
"Orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
  
Saudaraku terkasih, hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi oleh setiap perbuatan baik. Di hadapan Allah dan di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Wartakanlah sabda Allah! Siap sedialah selalu, baik atau tidak waktunya. Nyatakanlah apa yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Ibr 4:12; 2/4)
Sabda Allah itu hidup, kuat dan tajam. Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (18:1-8)
  
"Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya."
    
Sekali peristiwa Yesus menyampaikan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Ia berkata, “Di sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Dan di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku!’ Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus-menerus datang dan akhirnya menyerang aku.” Lalu Tuhan berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka! Akan tetapi, jika Anak manusia itu datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan



Setiap kali seseorang bertanya kepada kami "Bagaimana kabarmu?" kemungkinan besar kita akan menjawab dengan “Saya baik-baik saja”. Di satu sisi, kita diharapkan untuk menjawab seperti itu. Dan di satu sisi, ketika kita bertanya kepada orang lain "Bagaimana kabarmu?" kita mengharapkan balasan yang sama.
 
Faktanya adalah bahwa setiap orang memiliki perjuangan mereka sendiri untuk diperjuangkan, dan itu bukan hanya satu pertempuran tetapi banyak pertempuran pada saat yang sama.
  
 Hidup adalah perjuangan. Orang yang lemah imannya dan tidak mau berjuang akan mudah putus asa. Sebaliknya orang yang kuat imannya akan menghadapi setiap tantangan sebagai sarana untuk menguji ketangguhannya. 
 
Dalam hidup rohani, kita juga mesti terus berjuang, tidak boleh lekas putus asa. Yesus mengharapkan kita tekun berdoa dengan tak jemu-jemu. “Jemu” artinya bosan, jenuh dan putus asa. Sedangkan sikap optimis menunjukkan kualitas orang dalam beriman.
  
Bacaan Injil hari ini mengajak kita semua untuk banyak berdoa setiap waktunya. Bahkan Tuhan Yesus berkata bahwa kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Mengapa kita harus banyak berdoa? 
 
Bukan hanya karena kita memerlukan rahmat dan pertolongan Tuhan setiap saatnya, tetapi karena kita ini hidup di hadapan Allah Bapa yang mahabaik. Hakim yang lalim saja mau menolong janda miskin itu, apalagi Allah Bapa yang begitu baik kepada kita, anak-anak-Nya. Doa adalah salah satu sarana untuk mengalami belas kasih Allah. 
 
Yesus menunjukkan kepada para murid bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan mereka yang bertekun dan setia dalam doa. Dia juga menegaskan, dari pihak kita dituntut ketekunan, kesetiaan dan iman. Ini menjadi bahan refleksi bagi kita bersama, bagaimana belas kasih Allah kita alami dalam ketekunan dan kesetiaan doa kita. Bagaimana kita memelihara iman kita akan belas kasih Allah tersebut?  
 
Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan kabar baik, Dia seperti mengirim mereka ke medan perang. Yaitu setan yang harus diusir, ada ular yang harus diambil dan dibersihkan, musuh akan memasukkan racun ke dalam minuman mereka dan mereka harus merawat orang sakit untuk menyembuhkan mereka. 
 
 Melalui bacaan Kitab Suci hari ini kita diingatkan bahwa Yesus akan mengutus kita ke dalam kehidupan orang-orang, sehingga Dia dapat mengajari mereka jalan-Nya, dan agar kita berjalan bersama mereka di jalan-Nya. Itulah penglihatan nabi Yesaya dalam bacaan pertama.
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 


"Kita harus merangkul/dekat dan ramah kepada semua manusia; tapi apa yang datang dari musuh tidak bisa dan tidak boleh bergabung. Anda tidak dapat menggabungkan Kristus dan Belial (pangeran kegelapan)!" (Kardinal Robert Sarah, Prefek Emeritus Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata-tertib Sakramen)
  
   
Antifon Komuni (Mzm 33:18-19)

Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang mengharapkan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Behold, the eyes of the Lord are on those who fear him, who hope in his merciful love, to rescue their souls from death, to keep them alive in famine.

Atau (Mrk 10:45)

Anak Manusia datang untuk memberikan nyawa-Nya memnjadi tebusan bagi banyak orang.

The Son of Man has come to give his life as a ransom for many.
 
   
 
 
RENUNGAN PAGI

Orang Kudus hari ini: 15 Oktober 2022 St. Teresia dari Avila

 

 

Fr Lawrence Lew, O.P. | Flickr CC BY-NC-ND 2.0

 

Hari ini Gereja memperingati St. Teresa Yesus, juga dikenal sebagai St. Teresa dari Avila, yang hidupnya mungkin memang menjadi sumber inspirasi dan harapan, kekuatan dan dorongan yang baik. bagi kita semua tentang bagaimana kita masing-masing dan setiap orang harus menjalani hidup kita. Kita semua diingatkan bahwa kita semua dipanggil untuk mengikuti teladan baik para kudus, seperti St. Teresa dari Yesus. Bersama dengan St. Yohanes dari Salib, St. Teresa dari Yesus dikaitkan dengan reformasi yang sangat penting dalam Ordo Karmelit, berusaha untuk menjalani kehidupan dan ketaatan religius yang lebih berkomitmen dan berbudi luhur, dibandingkan dengan standar Karmelit yang saat itu semakin longgar. .

St Teresa dari Yesus berusaha untuk mereformasi ordo Karmelit, dan juga terlibat dalam arbitrasi masalah tertentu lainnya yang dihadapi baik ordonya maupun komunitas Kristen yang lebih luas di sekitar biaranya. St. Teresa dari Yesus bersama rekannya, St. Yohanes dari Salib, terus bekerja keras dan baik demi kemuliaan Allah dan keselamatan dan kesejahteraan umat Tuhan. Mereka menghadapi banyak tentangan baik dari dalam Ordo Karmelit itu sendiri maupun dari masyarakat, tetapi mereka terus melakukan reformasi, dan kerja keras dan usaha mereka akhirnya membuahkan hasil, baik untuk kepentingan ordo religius maupun komunitas Kristen pada umumnya.

St Teresa juga menulis banyak artikel tentang iman, dan semua tulisan dan publikasi, buku dan karya itulah yang akhirnya menuntunnya pada kanonisasinya, dan juga pernyataan bahwa dia akan diangkat menjadi salah satu Pujangga Gereja. Banyak kontribusi dan karya baiknya harus menjadi sumber inspirasi bagi kita semua, dalam bagaimana kita masing-masing harus berperilaku dalam hidup kita, dan dalam apa yang harus kita lakukan sebagai orang Katolik dalam melakukan kehendak Tuhan dan dalam menempatkan diri kita. upaya di setiap saat dalam hidup kita untuk memuliakan Tuhan dengan tindakan, perkataan dan perbuatan kita.

Sabtu, 15 Oktober 2022 Peringatan Wajib St. Teresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja

Sabtu, 15 Oktober 2022
Peringatan Wajib St. Teresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja 
    
Ketika Petrus mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, Putra Allah yang hidup, berkatalah Yesus kepadanya: "Bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang ada di surga" (Mat 16:17) Bdk. Gal 1:15; Mat 11:25.. Iman adalah satu anugerah Allah, satu kebajikan adikodrati yang dicurahkan oleh-Nya. "Supaya orang dapat percaya seperti itu, diperlukan rahmat Allah yang mendahului serta menolong, pun juga bantuan batin Roh Kudus, yang menggerakkan hati dan membalikkannya kepada Allah, membuka mata budi, dan menimbulkan 'pada semua orang rasa manis dalam menyetujui dan mempercayai kebenaran'" (DV 5). ~ Katekismus Gereja Katolik, 153


Antifon Pembuka (Mzm 8:2)

Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu luhur mengatasi langit.

Doa Pagi 
 
Allah Bapa yang bersemayam di istana mulia, atas dorongan Roh Kudus, Santa Teresia telah menunjukkan kepada umat-Mu jalan menuju kesempurnaan. Semoga budi kami selalu dibimbing oleh ajarannya dan hati kami dikobarkan oleh keinginan akan kesucian.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
    
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (1:15-23)

"Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga."

Saudara-saudara, aku telah mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu kepada semua orang kudus. Maka aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kalian, dan dalam doaku kalian selalu kukenangkan. Kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mahamulia, aku mohon supaya kalian diberi-Nya Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar; supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kalian mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya, yaitu betapa kaya kemuliaan yang dijanjikan akan diwarisi oleh orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Kekuatan itu sesuai dengan daya kuasa Allah yang berkarya dalam Kristus, yakni kuasa yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati serta menempatkan Dia di sisi kanan Allah dalam surga. Di situ Kristus jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa, kekuasaan dan kerajaan serta tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan saja di dunia ini, melainkan juga di dunia yang akan datang. Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan Allah kepada Jemaat sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat itulah tubuh-Nya, yakni kepenuhan diri-Nya, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 832.
Ref. Betapa megah nama-Mu, Tuhan, di seluruh bumi.
Ayat. (Mzm 8:4-5.6-7.8-9; R: 2a)
1. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kau pasang. Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
2. Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kau mahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan dibawah kakinya.
3. Domba, sapi, dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa, burung di udara dan ikan di laut, dari semua yang melintasi arus lautan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 15:26b.27a) 
Roh Kebenaran akan memberi kesaksian tentang Aku, dan kalian pun harus memberi kesaksian, sabda Tuhan.
     
Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:8-12)

"Roh Kudus akan mengajarkan kepadamu apa yang harus kamu katakan."

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal pula di depan para malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni. Tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, tidak akan diampuni. Apabila kalian dihadapkan kepada majelis atau pemerintah, atau penguasa, janganlah kalian kuatir bagaimana dan apa yang harus kalian katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajarkan kepadamu apa yang harus kalian katakan.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan


Apa dosa yang tak terampuni yang Yesus peringatkan agar kita hindari? Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya akan diuji dan Dia meyakinkan mereka bahwa Roh Kudus akan memberi mereka apa yang mereka butuhkan pada saat mereka mengalami kesulitan dan pencobaan. Dia memperingatkan mereka, bagaimanapun, bahwa adalah mungkin untuk menolak kasih karunia Allah, berkat, dan bantuan-Nnya - dan jatuh ke dalam kemurtadan - menolak menyerahkan iman dan kesetiaan kita kepada Yesus Kristus karena takut (menjadi pengecut), kesombongan, atau ketidakpercayaan (menolak untuk percaya kepada Tuhan Yesus). Ungkapan alkitabiah untuk menyangkal seseorang berarti mengingkari - tidak ada hubungannya dengan mereka lagi.   
 
Yesus juga berbicara menentang penghujatan Roh Kudus. Apa itu penghujatan dan mengapa itu tercela (sangat buruk dan pantas ditegur keras)? Penghujatan terdiri dari mengucapkan kata-kata yang menentang Tuhan, di dalam atau di luar, kata-kata kebencian, celaan, atau pembangkangan. Itu bertentangan dengan kehormatan dan rasa hormat kita kepada Allah (yang adalah Bapa, Pencipta, dan Juruselamat kita) dan nama-Nya yang kudus. Yesus berbicara tentang menghujat Roh Kudus sebagai dosa yang tak terampuni. Yesus berbicara tentang dosa ini segera setelah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menghubungkan mukjizat-mukjizat-Nya dengan pekerjaan iblis dan bukannya Tuhan.
   
 Jika seseorang berulang kali menutup hatinya kepada Tuhan dan menutup telinganya terhadap suara-Nya, mereka sampai pada titik di mana mereka tidak dapat lagi mengenali Tuhan bahkan ketika Tuhan membuat firman dan kehadiran-Nya diketahui oleh mereka. Orang seperti itu akhirnya menganggap kejahatan sebagai kebaikan dan kebaikan sebagai kejahatan (Yesaya 5:20). Akan tetapi, takut akan dosa seperti itu, menandakan bahwa seseorang tidak mati bagi Tuhan dan sadar akan kebutuhan akan pertolongan dan kekuatan Tuhan yang penuh belas kasihan.

Tidak ada batasan untuk belas kasihan Tuhan, tetapi kita dapat menolak belas kasihan-Nya dengan menolak untuk meminta pengampunan Tuhan atas kesalahan kita dan dengan menolak untuk menerima bantuan yang Dia berikan kepada kita untuk berpaling dari dosa dan dari apa pun yang menghalangi kita melakukan kehendak-Nya. Tuhan memberikan rahmat yang cukup (kebaikan dan rahmat-Nya terhadap kita) dan Dia memberikan bantuan yang cukup (kebijaksanaan dan kekuatan-Nya) kepada semua orang yang dengan rendah hati memanggil-Nya. Tuhan tidak pernah menutup telinga bagi mereka yang mencari bantuan dan mendengarkan suara-Nya.
 
Apa dasar dari harapan dan keyakinan kita kepada Tuhan? Itu adalah pemberian cuma-cuma dari Putra-Nya yang terkasih, Tuhan Yesus Kristus, yang memberikan nyawa-Nya demi kita dan yang sekarang menjadi Pengantara bagi kita di sebelah kanan takhta belas kasihan Allah (Ibrani 4:14-15). Yohanes Penginjil memberi tahu kita bahwa "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16).

Kematian Yesus di kayu salib memenangkan bagi kita kehidupan baru dan kebebasan untuk hidup sebagai pria dan wanita beriman, harapan, dan cinta. Itulah sebabnya Yesus menawarkan kepada kita karunia dan kuasa Roh Kudus (Lukas 11:13) yang memampukan kita untuk hidup setiap hari sebagai anak-anak terkasih Allah - putra dan putri-Nya. Kasih dan belas kasihan Yesus Kristus, pengampunan dosa, dan karunia Roh Kudus diberikan secara cuma-cuma kepada semua orang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Apakah harapan Anda ditempatkan dengan aman di dalam Tuhan Yesus dan kemenangan-Nya di kayu salib?

    Tuhan Yesus, Engkau adalah harapan dan keselamatanku. Semoga aku tidak pernah goyah dalam harapan dan kepercayaanku pada bantuan dan kekuatan penuh belas kasihan-Mu. Biarlah api Roh Kudus-Mu membara di hatiku dan memenuhiku dengan cinta yang membara untuk-Mu. Amin.  
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
Antifon Komuni (Mzm 88:2)
 
Kasih-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selamanya. Kesetiaan-Mu, ya Allah, hendak kuwartakan turun-menurun. 
 
Doa Malam

Ya Yesus, hindarkanlah kami dai segala sesuatu yang dapat menyesatkan dan menjauhkan kami dari pada-Mu. Sebab hanya dengan bersatu dalam Dikau, maka kami menemukan kebahagiaan sejati. Terpujilah Engkau, Tuhan dan Allah kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

RENUNGAN PAGI

 

Orang Kudus hari ini: 14 Oktober 2022 Paus St. Callixtus I

 Hari ini, Gereja memperingati Paus St. Callixtus I, salah satu penerus Rasul Santo Petrus sebagai Wakil Kristus dan seorang martir suci Gereja. Paus St. Callixtus I adalah pemimpin Gereja dan gembala umat beriman pada masa sulit bagi Gereja karena mereka menghadapi banyak penganiayaan dan kesulitan, serta perpecahan internal dan perselisihan. Paus St. Callixtus I adalah salah satu pemimpin pertama Gereja yang menerima kembali orang-orang Kristen yang telah berbuat salah dan meninggalkan iman mereka, dan yang kemudian ingin mencari belas kasihan Tuhan dan berdamai dengan Dia dan Gereja.

Kemudian ada orang-orang yang menentang hal ini, seperti St. Hippolytus yang pada awalnya memperjuangkan gagasan bahwa orang-orang berdosa itu dan semua orang yang telah meninggalkan Tuhan seharusnya dicegah untuk kembali ke Gereja. Terlepas dari tantangan dan perpecahan yang ada di dalam Gereja saat itu, semua ini tidak menghalangi Paus St. Callixtus I untuk terus memperjuangkan perluasan belas kasihan kepada semua orang yang telah murtad dari iman dan kemudian ingin kembali ke Gereja. Paus suci ini sendiri kemudian akan dianiaya karena iman dan pengabdiannya kepada Tuhan, dan kemudian meninggal sebagai martir, menjadi inspirasi bagi banyak orang lain selama berabad-abad.

Saudara dan saudari di dalam Kristus, teladan yang diberikan oleh Paus St. Callixtus I pertama-tama mengingatkan kita bahwa Allah selalu mengasihi dan mahapenyayang, dan selama kita masih memiliki kesempatan untuk melakukannya di dunia ini, kita harus mengikuti Dia dan kasih-Nya dengan sepenuh hati, menolak dosa-dosa kita dan cara-cara jahat dan jahat. Kita dipanggil untuk membuka lembaran baru dalam hidup, dan melawan godaan dosa yang telah membawa kita ke jalan menuju kejatuhan kita. Kita telah diingatkan bahwa Tuhan ada dan akan selalu siap untuk menyambut kita kembali, selama kita mau menyerahkan diri kita kepada-Nya dan menyerahkan diri kita kepada pemeliharaan kasih-Nya, dan mengubah cara hidup kita untuk mengikuti jalan hidup Tuhan dan kebenaran-Nya.


Author
Oleografia Panigati e Meneghini Milano (CC.01.0)


Jumat, 14 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXVIII

Jumat, 14 Oktober 2022
Hari Biasa Pekan XXVIII
  
Berdoa dengan giat berarti mengetuk pintu pada Tuhan. (St. Agustinus)

  

Antifon Pembuka (Mzm 33:12-13)
 
Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya. Dari surga Allah memandang dan melihat semua anak manusia.
 
Doa Pagi

Allah Bapa Mahapengasih, Engkau selalu memperhatikan segala sesuatu yang hidup. Baik manusia maupun makhluk lainnya merasa aman tenteram di hadapan-Mu. Semoga penyelenggaraan-Mu meresap dalam hidup kami dan membuat kami penuh belas kasih terhadap siapa pun di sekitar kami. 
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
      
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (1:11-14)       
 
"Kami sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus dan kalian pun telah dimeteraikan dengan Roh Kudus."
       
Saudara-saudara, dalam Kristus kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan-keputusan kehendak-Nya; kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukan supaya menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya. Tetapi di dalam Dia kalian pun telah mendenagr sabda kebenaran, yaitu Injil keselamatan; dan setelah percaya akan Injil itu, kalian pun dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus ini adalah jaminan bahwa kita akan memperoleh seluruh warisan, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu.
Ayat. (Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
5. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 33:22) 
Tunjukkanlah kiranya kasih-setia-Mu, ya Tuhan, sebab pada-Mulah kami berharap.
      
Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:1-7)
   
"Rambut kepalamu terhitung semuanya."
     
Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan kaum Farisi. Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui. Karena itu apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi kemudian tak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kalian takuti. Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sungguh, Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguh pun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
.
 
Renungan
  
Ketika kita dapat memahami apa itu kemunafikan sebenarnya, maka kita mungkin juga menyadari bahwa itu bukan urusan pribadi. Karena kemunafikan individu mempengaruhi orang lain dan juga mendistorsi pendapat dan kesan orang lain. Kemunafikan tidak hanya datang dalam banyak penyamaran; butuh banyak penyamaran. Misalnya, ketidakpedulian atau penghinaan dapat menyamar sebagai tidak bersalah ketika kita mengatakan "Saya tidak tahu" 
 
Legalitas memakai riasan legitimasi ketika dinyatakan bahwa aborsi adalah legal. Oportunisme mengenakan pakaian kebaikan untuk menutupi motif tersembunyi dan kepentingan pribadi. Tapi kemunafikan hanya bisa bertahan selama ada rasa takut.

Yesus memberitahu kita dalam Injil hari ini untuk tidak takut karena rasa takut menyebabkan kecemasan dan keresahan. Ketakutan juga membuat kita buta dan kita tidak dapat melihat harga diri kita di hadapan Tuhan, dan itu menghalangi kita untuk menerima kasih Tuhan.

Marilah kita mempersembahkan ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran kita kepada Tuhan, sehingga apa yang tertutup akan terungkap dan apa yang tersembunyi akan menjadi jelas.
(RENUNGAN PAGI)
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini  
 
Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan bapak/ibu/saudara/i baik melalui doa maupun donasi. Berkat dukungan bapak/ibu/saudara/i sekalian kami dapat terus memberikan renungan tiap hari.
 
 
Roh Kudus adalah jaminan bahwa kita akan memperoleh seluruh warisan, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

Credit: PaoloGaetano/istock.com

Kamis, 13 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXVIII

 

Kamis, 13 Oktober 2022
Hari Biasa Pekan XXVIII

Hati Yesus adalah samudera kerendahan hati di mana kebodohan-kebodohan kita dihapuskan, samudera belas kasihan bagi para pendosa, dan samudera kasih yang memenuhi setiap kebutuhan kita. (Sta. Margareta Maria Alacoque)
  
Antifon Pembuka (Mzm 98:3cd.4)
  
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi. Bergembiralah dan bermazmurlah.
  
Doa Pagi
   
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu Engkau sudi menjadikan kami anak-anak-Mu. Semoga rahmat dan berkat yang berlimpah ini mampu kami bagikan kepada sesama yang mendambakan cinta dan belas kasih-mu, terlebih bagi mereka yang mengenal Sabda-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
    
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (1:1-10)
      
"Allah telah memilih kita sebelum menciptakan jaga raya."
    
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang yang percaya dalam Kristus Yesus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya. Dengan kasih, Allah telah menentukan kita menjadi anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita dalam Dia yang dikasihi-Nya. Sebab dalam Kristus dan oleh darah-Nya, kita telah memperoleh penebusan, yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang Ia lempahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya dalam Kristus, sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan segala sesuatu dalam Kristus sebagai kepala, baik yang di surga maupun yang di bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref.  Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah
menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 10:6)
Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
       
Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:47-54)
     
"Darah para nabi, mulai dari Habel sampai kepada Zakharia akan dituntut."
         
Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, "Celakalah kalian, sebab kalian membangun makam bagi para nabi, padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka. Dengan drmikian kalian mengakui, bahwa kalian membenarkan perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kalian membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata, 'Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul. Tetapi separuh dari antara para nabi dan para rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya. Maka dari angkatan ini akan dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah.' Bahkan Aku berkata kepadamu, 'Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.' Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian telah mengambil kunci pengetahuan. Kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya, tetapi orang yang berusaha masuk kalian halang-halangi." Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi terus-menerus mengintai, dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-nya.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan

  
Apakah digunakan dalam arti sekuler atau agama, kata "darah" memiliki konotasi pada aspek kehidupan.

Dalam transfusi darah, dapat dikatakan bahwa kehidupan diberikan kepada orang lain yang telah kehilangan banyak darah.

Ketika darah tertumpah, itu berarti orang terluka atau terbunuh dalam serentetan kekerasan atau perang.

Dalam pengertian agama, dan khususnya dalam pengertian Kristen, ketika darah tertumpah, berarti ada pengampunan dosa dan kehidupan baru diberikan.

Itulah yang dimaksud dengan bacaan pertama ketika dikatakan bahwa melalui darah Kristus, kita memperoleh kebebasan dan pengampunan dosa-dosa kita.

Dan dari semua berkat rohani yang telah Tuhan berikan kepada kita, yang paling berharga adalah Darah Kristus yang dicurahkan untuk menyelamatkan kita.

Apa yang kita terima pada Misa Kudus adalah Tubuh Kristus. Dan Tubuh Kristus menunjuk secara khusus ke Hati-Nya. Pada Misa Kudus kita menerima Hati Kristus.

Dan sama seperti jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh, kita menerima Hati Kristus pada Misa Kudus dan Darah-Nya yang mengalir di dalam kita yang memberi kita pengampunan dan penyembuhan dan membawa kita hidup di dalam Kristus.

Dan sama seperti Kristus mencurahkan Darah-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan kita, Dia sekarang mengutus kita ke dunia untuk membawa pengampunan dan penyembuhan dan keselamatan.

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 

SiouxFall Diocese
Doa Malam

Yesus, Tuhan dan Guru kami, jangan biarkan sikap dan tindakan kami seperti orang munafik, yang menghalangi sesama untuk mencapai Dikau demi harga diri dan nama baik kami sendiri. Sebaliknya, mampukan kami untuk hidup dalam cinta kasih, lemah lembut dan rendah hati dalam mengabdi sesama. Atas segala dosa dan salah kami, ampunilah kami malam ini ya, Tuhan. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
 
RENUNGAN PAGI

Rabu, 12 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXVIII

Rabu, 12 Oktober 2022
Hari Biasa Pekan XXVIII
    
Kata "liturgi" pada mulanya berarti "karya publik", "pelayanan dari rakyat dan untuk rakyat". Dalam tradisi Kristen, kata itu berarti bahwa Umat Allah mengambil bagian dalam "karya Allah" Bdk. Yoh 17:4.. Melalui liturgi, Kristus Penebus dan Imam Agung kita, melanjutkan karya penebusan-Nya di dalam Gereja-Nya, bersama dia dan oleh dia. (Katekismus Gereja Katolik, 1609) 
   

Antifon Pembuka (Mzm 1:2)

Berbahagialah orang yang kesukaannya Taurat Tuhan, dan yang merenungkannya siang malam.
 
Doa Pagi
  
Allah Bapa kami di surga, bukalah bagi kami kitab-kitab, agar dapat mempelajari apa yang dapat menenteramkan hati. Semoga Yesus, Putra-Mu membawa kesembuhan dan keselamatan bagi kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (5:18-25)
          
 
"Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya."
      
Saudara-saudara, kalau kalian membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kalian tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemujaan berhala, sihir, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Mengenai semuanya itu kalian kuperingatkan, seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Sebaliknya hasil Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Yang mengikuti Engkau, ya Tuhan, hidup dalam cahaya
Ayat. (Mzm 1-2.3.4.6; R: Mzm 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
  
Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:27) 2/4
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
  
Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:42-46)
   
"Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi! Celakalah kamu, hai ahli-ahli kitab."
   
Sekali peristiwa Yesus bersabda, "Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan sejenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga." Tetapi Yesus berkata lagi, "Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
 
    Kata celaka bisa diterjemahkan sebagai sayang. Ini adalah ekspresi belas kasihan  yang menyedihkan seperti halnya kemarahan. Mengapa Yesus meratap dan mengeluarkan teguran keras seperti itu? Yesus marah kepada para pemimpin agama karena mereka gagal mendengarkan firman Tuhan dan mereka menyesatkan orang-orang yang seharusnya mereka bimbing di jalan Tuhan.
 
Para ahli Taurat mengabdikan hidup mereka untuk mempelajari Hukum Musa dan menganggap diri mereka sebagai ahli hukum di dalamnya. Mereka membagi sepuluh perintah dan sila menjadi ribuan aturan dan peraturan kecil. Mereka begitu menuntut dalam interpretasi mereka dan dalam mencoba untuk menghidupinya, sehingga mereka hanya punya sedikit waktu untuk hal lain. Pada saat mereka selesai menyusun interpretasi mereka, dibutuhkan tidak kurang dari lima puluh volume untuk memuatnya! Dalam semangat sesat mereka, mereka membutuhkan aturan yang tidak perlu dan memberatkan yang mengaburkan hal-hal yang lebih penting dari agama, seperti kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Mereka memimpin orang-orang kepada Farisi daripada kepada Allah.
 
Yesus menggunakan contoh persepuluhan untuk menunjukkan seberapa jauh mereka telah meleset dari sasaran. Allah telah memerintahkan persepuluhan dari hasil pertama jerih payah seseorang sebagai ungkapan syukur dan hormat atas pemeliharaan-Nya bagi umat-Nya (Ulangan 14:22; Imamat 27:30). Namun, para ahli Taurat berusaha keras untuk memberikan perpuluhan pada hal-hal yang tidak penting (seperti tanaman kecil) dengan akurasi matematis yang tinggi. Mereka sangat memperhatikan hal-hal kecil yang tidak penting, tetapi mereka lalai memperhatikan yang membutuhkan dan yang lemah. Yesus menegur mereka karena hati mereka tidak benar. Mereka dipenuhi dengan kebanggaan dan penghinaan terhadap orang lain. Mereka meletakkan beban yang tidak perlu pada orang lain.

Mengapa Yesus juga membandingkannya dengan "kuburan tak bertanda"? Menurut Bilangan 19:16 kontak dengan kuburan membuat seseorang menjadi najis secara ritual selama tujuh hari. Yesus membalikkan meja pada orang-orang Farisi dengan menyatakan bahwa mereka yang berhubungan dengan mereka dan mendengarkan instruksi buatan mereka sendiri juga dicemarkan oleh doktrin palsu mereka. Mereka menginfeksi orang lain dengan ide-ide yang salah tentang Tuhan dan niat-Nya. Karena orang Farisi "tidak bertanda", orang lain tidak mengenali kerusakan di dalam dan tidak menyadari bahaya pencemaran rohani. Orang-orang Farisi pasti menganggap tuduhan Yesus sebagai penghinaan ganda: Mereka tidak hanya najis secara rohani karena mereka menolak firman Allah, tetapi mereka juga mencemari orang lain dengan "ragi" mereka yang berbahaya (lihat Lukas 12:1).
 
Apa inti dari pelajaran Yesus? Inti dari perintah-perintah Tuhan adalah kasih - kasih kebaikan tertinggi - Tuhan sendiri dan kasih sesama kita yang dibuat menurut gambar dan rupa Tuhan. Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8) dan segala sesuatu yang Ia lakukan mengalir dari kasih-Nya kepada kita. Kasih Tuhan tidak bersyarat dan sepenuhnya ditujukan untuk kebaikan orang lain. Kasih sejati merangkul dan mengangkat beban orang lain. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa "kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Roma 5:5). Apakah Anda membantu tetangga Anda memikul beban mereka? Allah memberi kita masing-masing kasih karunia yang cukup untuk setiap hari untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi dan untuk mengangkat beban orang lain agar mereka juga dapat mengalami kasih karunia dan kasih Yesus Kristus.

    Tuhan Yesus, nyalakan hatiku dengan cinta-Mu agar aku selalu mengejar apa yang paling penting - kasih-Mu, Tuhanku dan Allahku, dan cinta sesamaku yang telah Engkau ciptakan menurut gambar dan rupa-Mu. Bebaskan hatiku dari keinginan egois sehingga aku hanya memiliki ruang untuk kebaikan, belas kasihan, dan kebaikan terhadap setiap orang yang aku kenal dan temui. Amin.
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 

Antifon Komuni (Yoh 14:6)

Aku ini jalan, kebenaran dan hidup. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa kecuali lewat Aku.
Foto: Diocese of Siouxfall
 
 
RENUNGAN PAGI

 

Selasa, 11 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXVIII

 

Selasa, 11 Oktober 2022
Hari Biasa Pekan XXVIII
   
“Orang yang memegang kekuasaan harus bekerja lebih keras daripada yang lain dan lebih rendah hati daripada mereka yang di bawahnya.” (St. Gregorius dari Nyssa)
   

Antifon Pembuka (Mzm 119:41)
   
Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan karya-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.

Doa Pagi  


Ya Allah, dalam diri Putra-Mu kami selalu mengalami betapa besar cinta-Mu kepada kami. Kami mohon, jiwailah kami dengan roh cinta kasih-Mu agar kami dapat mencintai Engkau dan sesama secara nyata, baik dalam pikiran, perkataan, maupun tindakan kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (4:31b-5:6)        
      
"Sunat tidak berarti sama sekali; yang berarti hanyalah iman yang bekerja melalui cinta kasih."
        
Saudara-saudara, kita bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu, ‘Jika kalian menyunatkan diri, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kalian lepas dari Kristus, jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kalian hidup di luar kasih karunia! Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang yang ada dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti. Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
    
Mazmur Tanggapan
Ref. Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:41.43-45.47.48)
1. Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.
2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
3. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
4. Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
5. Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
6. Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Ibr 4:12) 
Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.         
   
Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:37-41)
      
"Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih."
       
Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
 
    
Renungan

      

Budaya yang berbeda menggunakan alat makan atau peralatan makan yang berbeda untuk makan dan menyajikan makanan. Peralatannya juga mungkin berbeda dalam bentuk dan ukuran serta bahan.

Jadi biasanya, makanan Barat dimakan dengan garpu, sendok dan pisau dan makanan China dimakan dengan sumpit dan mangkuk.

Tetapi bahkan jika kita mencoba makan steak dengan sumpit, itu mungkin tidak terlalu ramah, tetapi tetap bisa dilakukan.

Karena pada akhirnya, yang harus dimakan adalah makanan dan bukan yang kita gunakan untuk memakannya. Peralatan makan atau peralatan makan  tidak terlalu penting dalam hubungannya dengan makanan.

Dalam Injil, orang Farisi terkejut bahwa Yesus tidak cuci tangan terlebih dahulu sebelum makan, dan jelas orang Farisi itu menunjukkan ketidaksetujuannya, dan Yesus memperhatikannya.

Tetapi Yesus menggunakan kesempatan ini untuk mengajar tentang pengamatan dan adat istiadat agama. Jika pengamatan agama dan adat istiadat tidak menyucikan dan menguduskan, maka kita hanya peduli tentang eksternal.

Dan Yesus juga memberi tahu kita ini:
"berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”
  
Yesus menyoroti tindakan sedekah, yang bila dilakukan karena kasih, memiliki kekuatan untuk memurnikan hati kita.

Seperti yang kita dengar pada bacaan pertama, yang penting adalah iman yang membuat kekuatannya terasa melalui kasih.

Biarlah sedekah kita dilakukan karena kasih kepada Tuhan dan sesama, dan hati kita juga akan dibersihkan. 

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
Antifon Komuni (Rm 1:7)
 
Barangsiapa menaruh cinta kasih kepada-Ku, tentu mematuhi sabda-Ku, dan akan disayangi Bapa-Ku, dan akan Kami datangi.
Credit: valokuvaus/istock.com
 
RENUNGAN PAGI

Senin, 10 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXVIII

 

Senin, 10 Oktober 2022
Hari Biasa Pekan XXVIII
        
Selalu ada orang yang berkata kepada saya: 'Apalah bahayanya menikmati diri sendiri sebentar saja? Toh saya tidak berbuat jahat kepada orang lain; saya tidak mau menjadi religius atau menjadi kaum religius! Kalau saya tidak pergi ke pesta-pesta, pasti saya akan hidup seperti mayat!' Sahabatku yang baik, engkau sangat salah. Entah kamu menjadi religius atau kamu akan masuk neraka. Apakah orang yang religius itu? Tidak lain dari orang yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai orang Kristiani."—St. Yohanes Maria Vianney
  
Antifon Pembuka (Gal 5:1)
 
Kristus telah memerdekakan kita supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan lagi di bawah perhambaan.
 
Doa Pagi

 
Allah Bapa kami, sumber pengharapan, berilah kiranya kami tanda kehidupan dalam diri Yesus Putra Manusia. Semoga hidup dan wafat-nya membangkitkan hidup baru penuh kekuatan dan harapan. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
 
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (4:22-24.26-27.31-5:1)
        
   
"Kita ini bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita merdeka."
      
Saudara-saudara, ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari wanita yang menjadi hambanya dan seorang dari wanita yang merdeka. Tetapi anak dari wanita yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging, dan anak dari wanita yang merdeka itu oleh karena janji. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua wanita itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari Gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, yaitu Hagar. Tetapi yang lain adalah Yerusalem surgawi, yaitu wanita yang merdeka, ibu kita. Karena ada tertulis, "Bersukacitalah, hai wanita mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai wanita yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab wanita yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai anak lebih banyak daripada yang bersuami." Karena itu, Saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak dari wanita hamba melainkan anak-anak dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan tunduk lagi di bawah perhambaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 113:1-2.3-4.5a.6-7)
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi? Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 95:8ab) 
Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:29-32)
    
"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."
    
Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!"
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
     

Renungan

   

Sebagai manusia, kita menginginkan kemerdekaan dan kebebasan. Bahkan sebagai bayi, kita ingin mengambil langkah pertama kita sendiri menuju arah yang kita inginkan.

Dan dengan itu kita ingin merasakan kebebasan yang kami peroleh dari kemerdekaan kita.

Namun jika kemerdekaan dan kebebasan dipahami dengan cara yang menyimpang, maka akan menghasilkan tindakan yang menyesatkan.

Karena dengan kemerdekaan dan kebebasan datang tanggung jawab dan akuntabilitas yang lebih besar. Tidak akan ada orang yang bertempur untuk Anda dan Anda tidak dapat menyalahkan orang lain atas kesalahan yang Anda lakukan.

Ya, harga kemerdekaan dan kebebasan adalah kewaspadaan dan kewaspadaan yang konstan jika kita tersesat dan akhirnya melakukan sesuatu yang gila.

Bacaan pertama mengatakan bahwa ketika Kristus membebaskan kita, Dia bermaksud agar kita tetap bebas. Bacaan itu juga mendorong kita untuk berdiri teguh dan tidak tunduk lagi pada kuk perbudakan.

Tetap bebas berarti bagi kita untuk tetap di dalam Kristus dan menjadi milik-Nya dan berkomitmen kepada-Nya.

Tanpa Kristus, kita tidak dapat melakukan apa-apa dan kita juga akan berakhir sebagai bukan apa-apa.

Kita telah melihat cukup banyak tanda untuk memberi tahu kami bahwa orang yang ingin menempuh jalan mereka tanpa Tuhan tidak akan dapat menemukan kedamaian dan kegembiraan dengan mudah. 
 
Rasul Paulus mendorong umat untuk berbuat baik, agar membungkam kepicikan fanatisme yang bodoh. Kemerdekaan sejati ada di dalam Allah. Jadi orang yang menyalahgunakan kemerdekaan masuk ke dalam kejahatan. Hakikat manusia bukan sebagai hamba kejahatan, melainkan hamba Tuhan. (RENUNGAN PAGI)
   
Public Domain   
Antifon Komuni (Rm 1:7)

Tuhan menyayangi kalian dan memanggil kalian menjadi umat-Nya. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kalian.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy