Minggu, 15 Maret 2026
Hari Minggu Prapaskah IV
Hari Minggu Prapaskah IV
Yesus
mengundang para pendosa ke meja Kerajaan Allah: "Aku datang bukan untuk
memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Mrk 2:17) Bdk. 1 Tim
1:15.. Ia mengajak mereka supaya bertobat, karena tanpa tobat orang
tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan. Tetapi Ia menunjukkan kepada mereka
perkataan dan perbuatan belas kasihan Bapa yang tidak terbatas Bdk. Luk
15:11- 32. dan "kegembiraan" yang luar biasa, yang "akan ada di surga,
karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena
sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan"
(Luk 15:7). Bukti cinta-Nya yang terbesar ialah penyerahan kehidupan-Nya
"untuk pengampunan dosa" (Mat 26:28). 1443, 588, 1846, (Katekismus
Gereja Katolik, 545)
Antifon Pembuka (Yes 66:10-11)
Bersukacitalah bersama Yerusalem, dan berhimpunlah, kamu semua yang mencintainya; bergembiralah dengan sukacita, hai kamu yang dulu berdukacita, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu.
Lætare Ierusalem: et conventum facite omnes qui diligitis eam: gaudete cum lætitia, qui in tristitia fuistis: ut exsultetis, et satiemini ab uberibus consolationis vestræ.
Rejoice, Jerusalem, and all who love her. Be joyful, all who were in mourning; exult and be satisfied at her consoling breast.
Antifon Pembuka (Yes 66:10-11)
Bersukacitalah bersama Yerusalem, dan berhimpunlah, kamu semua yang mencintainya; bergembiralah dengan sukacita, hai kamu yang dulu berdukacita, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu.
Lætare Ierusalem: et conventum facite omnes qui diligitis eam: gaudete cum lætitia, qui in tristitia fuistis: ut exsultetis, et satiemini ab uberibus consolationis vestræ.
Rejoice, Jerusalem, and all who love her. Be joyful, all who were in mourning; exult and be satisfied at her consoling breast.
Pengantar
Hari Minggu Prapaskah IV sering
disebut Minggu LAETARE (bdk. Minggu III Adven = Minggu GAUDETE). Itu
artinya kita sudah berada pada SEPARUH pertama dari masa Prapaskah.
Seruan itu digemakan dalam Antifon Pembuka misa: “Bersukacitalah bersama
Yerusalem, dan bersorak sorailah karenanya, hai semua para pencintanya.
Bergiranglah riang ria bersama dia, kalian yang dulu berkabung
karena-Nya.” Oleh karena itu warna Liturgi sedikit berubah dari ungu
menjadi rose / merah muda, yang melambangkan pengharapan dan sukacita
antisipasi perayaan Paskah.
Pengalaman sukacita itu pun dapat kita
lihat dalam perjumpaan Tuhan Yesus dengan orang yang buta. Dalam Injil
dikisahkan tentang orang yang buta sejak lahir. Dalam tradisi Yahudi,
dosa bisa menjadikan seseorang itu mendapatkan kebutuan sejak lahir. Hal
ini pula yang membuat para murid Yesus mempertanyakan siapa yang telah
berdosa sehingga orang ini dilahirkan demikian. Tuhan Yesus membongkar
pemikiran mereka. Keadaan orang itu bukanlah terjadi akibat dosa. Tetapi
melalui keadaan orang itu sukacita dari Allah dinyatakan. Ia membawa
terang baginya. Bagi orang buta itu, suka cita terbesar yang ia rasakan
adalah bahwa ia dapat melihat. Itulah yang Tuhan Yesus berikan
kepadanya. Pengalaman demikian pun dirasakan oleh Daud. Bukan karena
paras yang indah dan bukan pula karena badan yang kekar yang dipilih
Tuhan. Bukan pula karena keundahan yang ditampilkan mata mausia yang
dipilih Allah. Tetapi Tuhan Allah memilih Daud karena hatinya. Hati yang
selalu rindu akan Tuhan. Hati yang selalu terarah pada cinta kasih
Allah. Itulah iman dari Daud. Iman itulah yang membuatnya dipilih oleh
Allah menjadi raja. Iman itu pula yang membawa sukacita besar bagi Daud.
Doa Pagi
Ya Allah, dengan pengantaraan Sabda-Mu Engkau telah memulihkan hubungan damai dengan umat manusia secara mengagumkan. Kami mohon, berilah agar umat kristiani, dengan cinta bakti yang penuh semangat dan iman yang hidup, bergegas menyongsong hari-hari raya yang akan datang. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Ya Allah, dengan pengantaraan Sabda-Mu Engkau telah memulihkan hubungan damai dengan umat manusia secara mengagumkan. Kami mohon, berilah agar umat kristiani, dengan cinta bakti yang penuh semangat dan iman yang hidup, bergegas menyongsong hari-hari raya yang akan datang. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (16:1b.6-7.10-13a)
"Daud diurapi menjadi raja Israel."
Setelah Raja Saul ditolak, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, “Isilah tabung tandukmu dengan minyak, dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.” Ketika anak-anak Isai itu masuk, dan ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, “Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, “Janganlah berpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Semuanya ini tidak dipilih Tuhan.” Lalu Samuel berkata kepada Isai, “Inikah semua anakmu?” Jawab Isai, “Masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai, “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan berfirman, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu, dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.






