Namun demikian, menurut tradisi Gereja, Tuhan mengilhami dua wanita, bernama Lucilla dan Firmina untuk menemukan tempat kemartiran dan penguburan kedua martir besar itu, dan mereka dimakamkan dengan layak, menjadi inspirasi besar bagi banyak orang Kristen lainnya di era selanjutnya, hingga zaman kita. Kisah tentang keberanian dan iman mereka yang teguh di tengah cobaan, kesulitan, dan tantangan berat yang harus mereka hadapi sebagai hamba dan pengikut Tuhan akan menginspirasi banyak umat Allah selama bertahun-tahun, dekade, dan abad berikutnya, dan bahkan diabadikan dalam Kanon Romawi di antara beberapa martir yang terdaftar di sana menyoroti betapa berpengaruhnya Santo Marsellinus dan Santo Petrus dalam sejarah Gereja sepanjang zaman. Oleh karena itu, kehidupan dan teladan mereka juga harus menjadi inspirasi dan contoh bagi kita semua.
Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.
| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |
CARI RENUNGAN
Orang Kudus hari ini: 02 Juni 2026 St. Marselinus dan Petrus, Martir
Namun demikian, menurut tradisi Gereja, Tuhan mengilhami dua wanita, bernama Lucilla dan Firmina untuk menemukan tempat kemartiran dan penguburan kedua martir besar itu, dan mereka dimakamkan dengan layak, menjadi inspirasi besar bagi banyak orang Kristen lainnya di era selanjutnya, hingga zaman kita. Kisah tentang keberanian dan iman mereka yang teguh di tengah cobaan, kesulitan, dan tantangan berat yang harus mereka hadapi sebagai hamba dan pengikut Tuhan akan menginspirasi banyak umat Allah selama bertahun-tahun, dekade, dan abad berikutnya, dan bahkan diabadikan dalam Kanon Romawi di antara beberapa martir yang terdaftar di sana menyoroti betapa berpengaruhnya Santo Marsellinus dan Santo Petrus dalam sejarah Gereja sepanjang zaman. Oleh karena itu, kehidupan dan teladan mereka juga harus menjadi inspirasi dan contoh bagi kita semua.
Selasa, 02 Juni 2026 Hari Biasa Pekan IX
Hari Biasa Pekan IX
“Satu esensi, perbedaan pribadi, begitulah misteri Trinitas, begitulah kehidupan batin Allah. Tiga sudut segitiga tidak membentuk tiga segitiga melainkan satu; seperti panas, kekuatan, dan cahaya matahari tidak membuat tiga matahari tetapi satu; seperti air, udara, dan uap, semuanya adalah manifestasi dari satu substansi; karena bentuk, warna, dan keharuman mawar tidak membuat tiga mawar, melainkan satu; sebagai jiwa kita, intelek kita, dan kehendak kita tidak menjadikan tiga substansi, melainkan satu; sebagai satu kali satu kali satu kali satu tidak sama dengan tiga, tetapi satu, demikian pula dengan cara yang jauh lebih misterius, ada tiga Pribadi Ilahi dalam Tuhan dan hanya satu Tuhan.” (Yang Mulia Uskup Agung Fulton J. Sheen)
Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang sangat menyukai segala perintah-Nya.
Doa Pagi
Allah Bapa sumber kebahagiaan, bangkitkanlah dalam hati kami rasa tanggung jawab akan kebahagiaan sesama, dan semoga kami menemukan sukacita dalam kebiasaan tolong menolong, bergotong-royong di tengah-tengah masyarakat kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
| Credit: PaulCalbar/istock.com |
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus (3:12-15a.17-18)
"Kita menantikan langit dan bumi yang baru."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Orang Kudus hari ini: 01 Juni 2026 St. Yustinus, Martir
Bacaan Harian: 01 - 07 Juni 2026
2Ptr 1:1-7; Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16; Mrk 12:1-12
2Ptr 3:12-15a.17-18; Mzm 90:2.3-4.10.14.16; Mrk 12:13-17.
2Tim 1:1-3.6-12; Mzm 123:1-2a.2bcd; Mrk 12:18-27.
2Tim 2:8-15; Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14; Mrk 12:28b-34.
2Tim 3:10-17; Mzm 119:157.160.161.165.166.168; Mrk 12:35-37.
2Tim 4:1-8; Mzm 71:8-9.14-15ab.16-17.22; Mrk 12:38-44.
Credit: JMLPYT/istock.com |
Senin, 01 Juni 2026 Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir
![]() |
Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0) |
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Allahku, pada-Mulah aku percaya
Ayat. (Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai."
2. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakannya.
3. Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya, dengan umur panjang akan Kukenyangkan dia; kepadanya akan Kuperlihatkan keselamatan yang datang dari pada-Ku."
Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Why 1:5ab)
Renungan
Yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup adalah kebahagiaan dan kepuasan. Namun kenyataannya, kebahagiaan tampaknya hanya sesaat dan cepat berlalu. Dan kita pun tampaknya tidak merasa puas dan tenteram dalam hidup.
Perumpamaan Injil menunjukkan masalah manusia yang kita hadapi. Para penyewa seharusnya bahagia dengan apa yang mereka lakukan, dan pemilik kebun anggur pun memperlakukan mereka dengan adil. Namun di tengah jalan, keserakahan menyelinap masuk dan para penyewa ingin menjadi pemiliknya. Dan mereka bahkan sampai menggunakan kekerasan dan pembunuhan untuk mendapatkan apa yang bahkan bukan milik mereka. Dan bahkan jika para penyewa mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka tetap tidak akan bahagia atau puas. Seperti yang kita ketahui, keserakahan dan keuntungan haram tidak pernah akan membawa konsekuensi yang baik.
Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa Allah, dalam kuasa ilahi-Nya, telah memberi kita semua hal yang kita butuhkan untuk hidup dan untuk pengabdian sejati. Pengabdian sejati adalah mengenal Allah, yang telah memanggil kita dengan kemuliaan dan kebaikan-Nya sendiri. Mengenal Tuhan berarti mengetahui bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tanpa syarat. Kasih itu akan menghilangkan keserakahan dan keegoisan. Kasih itu akan menganugerahkan kita kebahagiaan dan kepuasan sejati.
Ujud Kerasulan Doa Bulan Juni 2026
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini.
Kuhunjukkan
semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka dukaku hari ini
dalam kesatuan dengan Putera-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa
mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya
Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi pembimbing dan kekuatanku
hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi kasih-Mu.
Bersama
Santa Maria, Bunda Yesus dan Gereja, secara khusus aku berdoa bagi
ujud-ujud Bapa suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan […]
ini:
Juni 2026
Ujud Gereja Universal
Nilai penting olahraga – Semoga olahraga dapat menjadi sarana perdamaian, perjumpaan, dan dialog antar budaya dan bangsa, serta mempromosikan nilai penghargaan, solidaritas, dan pertumbuhan pribadi.
Ujud Gereja Indonesia
Formasi hidup bakti – Semoga proses pendampingan di biara dan seminari membantu setiap pribadi dalam formasi untuk mengolah diri mereka menjadi semakin matang dan menyelaraskan hati mereka dengan Hati Kristus.
Bulan Juni didedikasikan untuk Hati Yesus Yang Mahakudus, marilah kita bertekad menyambut bulan Hati Kudus Yesus dengan penuh sukacita dan khusyuk. Marilah kita menyambut bulan Hati Kudus Yesus dan mencari kerendahan hati dan kebaikan.

Minggu, 31 Mei 2026 Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Tiada sesuatu yang serupa dengan Tritunggal; kodrat-Nya satu, tak terceraikan; satu pun daya kegiatan-Nya. (St. Atanasius)
Antifon Pembuka
Terpujilah Allah Bapa, Putra Allah yang tunggal, serta Roh Kudus: karena besarlah kasih-Nya bagi kita.
Blest be God the Father; and the Only Begotten Son of God, and also the Holy Spirit, for he has shown us his merciful love.
Benedicta sit Sancta Trinitas, atque indivisa Unitas: confitebimur ei, quia fecit nobiscum misericordiam suam.
Doa Pagi
Allah Bapa, dengan mengutus Sabda Kebenaran dan Roh Pengudus ke dalam dunia, Engkau telah mengungkapkan kepada manusia misteri-Mu yang mengagumkan. Semoga dengan iman yang benar kami mengakui kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah keesaan-Nya dalam keagungan kuasa-Nya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, dan naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya!” Segera Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah, serta berkata, “Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id






