Rabu, 20 Juli 2020 Hari Biasa Pekan XVI

 

Rabu, 20 Juli 2020
Hari Biasa Pekan XVI

     
“Ia yang menyambut Komuni dikuduskan dan diilahikan dalam jiwa dan badan dengan cara yang sama seperti air, dijerangkan di atas api, menjadi mendidih. … Komuni bekerja seperti ragi yang diadukkan ke dalam adonan sehingga ia mengkhamirkan seluruh adonan. … Sama seperti meleburkan dua batang lilin bersama-sama, kalian akan mendapatkan satu batang lilin, demikian juga, aku pikir, orang yang menyambut Tubuh dan Darah Yesus dileburkan bersama-Nya dengan Komuni ini, dan jiwa mendapati bahwa ia dalam Kristus dan Kristus dalam dia.”
— St. Sirilus dari Alexandria, Bapa dan Pujangga Gereja

      
Antifon Pembuka (Mzm 71:15)

Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan karya-Mu.

Doa Pagi


Allah Bapa Maha Penyayang, orang yang mencari Engkau takkan dikecewakan: Engkau berkenan menemui mereka dalam diri manusia penuh belas kasih, yaitu Yesus Putra Rahmat. Ajarilah kami menurut semangat-Nya. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.
    

Bacaan dari Kitab Yeremia (1:1.4-10)
 
  
"Aku menentukan dikau menjadi nabi untuk berbagai bangsa." 
     
Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan do = d, 2/4, PS 842
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Ayat. (Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17; Ul: lh.6a)

1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskanlah dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.
     
Inilah Injil Suci menurut Matius (13:1-9)
   
   
"Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda."
    
Pada suatu hari, Yesus keluar dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)


  
Renungan

  
Bagi kita yang tinggal di lingkungan perkotaan, sering dikatakan bahwa kita hidup di hutan beton.

Tetapi meskipun itu mungkin hutan beton, kita tahu jalan kita, kita memiliki listrik yang kita miliki dan gawai untuk melanjutkan pekerjaan kita dan perangkat lain untuk hiburan kita.

Tetapi ketika kita pindah ke pedesaan, kita mungkin terpesona oleh alam dengan begitu banyak varietas dengan suara dan warnanya dan untuk melihat bagaimana hewan dan tumbuhan tumbuh dan berkembang biak.

Jika kita perlihatkan beberapa benih, kita mungkin tidak dapat mengidentifikasi mereka berdasarkan spesiesnya dan kita juga tidak akan tahu jenis tanaman atau pohon apa yang akan mereka tanami.

Tapi yang pasti Tuhan akan tahu, dan Dia menciptakan dengan rencana dan tatanan ilahi bahwa setiap benih akan memiliki masa depan pertumbuhan dan menambah keajaiban dan keindahan ciptaan-Nya.

Dan bahkan bagi kita, seperti yang dikatakan nabi Yeremia dalam bacaan pertama, "
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau."

Masing-masing dari kita memiliki tujuan dalam rencana Tuhan. Bagi Yeremia itu adalah menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

Tetapi seperti benih dalam perumpamaan Injil, akan ada tantangan dan kesulitan dalam memenuhi rencana dan tujuan Tuhan bagi kita.

Tetapi seperti apa yang Tuhan katakan kepada Yeremia:
"Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
  
Semoga telinga kita mendengarkan Firman Tuhan sehingga mulut kita selalu siap untuk mengucapkan Firman-Nya dan menuai hasil bagi Tuhan.
 
 Baca renungan lainnya di lumenchristi silakan klik tautan ini
 
Credit:ThamKC/istock.com