| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Sabtu, 02 Juli 2022 Hari Biasa Pekan XIII

 

Sabtu, 02 Juli 2022
Hari Biasa Pekan XIII
   
“Mencintai berarti menghendaki yang baik untuk seseorang” (St. Thomas Aquinas)
  
Antifon Pembuka (Mzm 85:11-12)
   
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi dan keadilan akan merunduk dari langit.

Doa Pagi

Ya Allah, kami mohon semoga kami Kauberkati dan Kausinari dengan sabda-Mu. Semoga kami melalui Roh Kudus Kaucipta menjadi orang yang suka membangun kedamaian. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
    
Bacaan dari Nubuat Amos (9:11-15)
 
"Aku akan memulihkan kembali umat-Ku dan Aku akan menanam mereka di tanah mereka." 

Tuhan bersabda, “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya. Aku akan membangunnya kembali seperti pada zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,” demikianlah sabda Tuhan yang melakukan hal ini. “Sungguh, waktunya akan datang.” Demikianlah sabda Tuhan, “bahwa pembajak dan penuai akan susul menyusul, demikian juga pengirik buah anggur dan penabur benih. Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru, dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel; mereka akan membangun kota-kota yang lengang dan mendiaminya. Mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya. Mereka akan membuat kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” sabda Tuhan Allahmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan
atau
Tuhan berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 85:9.11-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.

Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.
            
Inilah Injil Suci menurut Matius (9:14-17) 
 
"Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?"

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, “Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
 
     Dalam Perjanjian Lama, ungkapan "Tuhan bersabda ..." muncul berkali-kali dan selanjutnya dapat disebut sebagai nubuatan dan biasanya melalui mulut nabilah firman Tuhan keluar.

Seperti halnya dalam bacaan pertama dan mengandung dua nubuat. Keduanya dimulai dengan "Tuhan bersabda:"

Keduanya juga memulai dengan cara yang sama - "Hari itu ..." dan "Hari-hari akan datang sekarang ..."

Ini memberikan harapan suatu saat di masa depan di mana sesuatu yang indah akan terjadi di mana akan ada pemulihan dan berkat yang akan datang.

Memang, ini adalah waktu yang dinanti-nantikan. Ini adalah waktu untuk berharap.

Tapi ada dua sisi dari sebuah ramalan. Seperti dua sayap burung merpati, nubuatan alkitabiah mengandung karakteristik kembar yang selaras satu sama lain.

Yang pertama, meramalkan masa depan dengan mengumumkan kehendak Tuhan dan rencana-Nya bagi umat-Nya. Bernubuat memanggil umat beriman untuk bekerja sama dengan maksud suci Allah melalui doa, kesabaran, dan ketaatan yang setia.

Yang kedua, ramalan berlaku untuk keadaan sekarang. Ramalan memanggil umat Allah untuk bertobat dan menarik mereka kembali ke janji-janji perjanjian dan pelajaran-pelajaran lama. Para nabi Perjanjian Lama sering kali berperan sebagai pembaru sosial dan politik.

Nubuat-nubuat Perjanjian Lama digenapi di dalam Yesus ketika Dia datang. Dia datang untuk membawa kita keluar dari duka dan kesedihan menjadi sukacita dan kegembiraan.

Hari itu atau hari yang akan datang sudah ada di sini dan sekarang. Yesus telah berbicara. Dia akan mengangkat kita dari duka dan kesedihan sehingga kita bersukacita.
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
Kami mengucapkan banyak terima kasih untuk bapak/ibu/saudara/i yang telah mendukung kami melalui donasi. Mulai bulan Juli 2022 donasi yang masuk akan digunakan untuk peremajaan notebook yang kami peroleh juga dari donasi bapak/ibu/saudara/i  6 tahun yang lalu (2016), kini mengalami kendala lambat/lemot. Terima kasih, Tuhan memberkati. 
 

Doa Malam

Tuha Raja Damai, syukur dan terima kasih kepada-Mu, karena Engkau telah menyertaiku sepanjang hari ini. Bantulah aku menutup hari ini dengan hati damai. Jangan biarkan aku terus-menerus larut dalam masa lampau tetapi bantulah aku untuk senantiasa siap menghadapi kenyataan hari ini. Semoga hari esok lebih baik dari hari ini. Amin.

RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy