Selasa, 22 November 2022 Peringatan Wajib Sta. Sesilia, Perawan dan Martir

 

Selasa, 22 November 2022
Peringatan Wajib Sta. Sesilia, Perawan dan Martir

“Surga adalah perjumpaan kita dengan Bapa yang terjadi dalam Kristus yang bangkit melalui persekutuan Roh Kudus.” (St. Yohanes Paulus II)

         
Antifon Pembuka

Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut menghadapi ancaman di pengadilan. Kerajaan surga kini menjadi miliknya.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber kehidupan kekal, menjadi pengikut Kristus Putra-Mu akan selalu berhadapan dengan kenyataan ditolak, dimusuhi bahkan dianiaya. Berilah aku keteguhan hati untuk tetap setia dengan mengingat janji keselamatan-Mu seperti diteladankan oleh St. Sesilia.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Wahyu (14:14-20)
        
"Sudah tiba saatnya untuk menuai sebab tuaian di bumi sudah masak."
  
Aku, Yohanes, melihat, sesungguhnya ada awan putih. Di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di kepalanya dan sebilah sabit tajam di tangannya. Lalu keluarlah seorang malaikat lain dari bait suci. Ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu, “Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai, sebab tuaian di bumi sudah masak.” Maka Dia yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah. Lalu seorang malaikat lain keluar dari bait suci di surga. Ia pun memegang sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah. Ia berkuasa atas api, dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah pohon anggur di bumi karena buahnya sudah masak.” Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. Maka buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalirlah darah, tingginya sampai ke kekang kuda, dan jauhnya dua ratus mil.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan datang menghakimi bumi.
Ayat. (Mzm 96:10.11-12.13)
1. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
3. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Why 2:10c) 
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.
     

Inilah Injil Suci menurut Lukas (21:5-11)
    
"Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain."
  
Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Lalu murid-murid bertanya, “Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku, dan berkata, ‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat’. Janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kalian terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)



Renungan

   
Jika kita telah memberikan perhatian selama kelas sejarah kita di sekolah, kita mungkin memiliki beberapa ingatan tentang 7 Keajaiban dunia kuno.

Tetapi jika kita tidak dapat mengingat banyak dari hal itu, maka tidak apa-apa karena tidak satu pun dari mereka yang bertahan sampai sekarang, kecuali piramida besar Mesir.

Tetapi bahkan itu adalah bahaya kerusakan yang lambat ditambah dengan efek polusi dan faktor-faktor merugikan lainnya.

Tapi apa yang muncul di tempat mereka adalah keajaiban lain dari dunia modern.

Jadi ini memberitahu kita bahwa segala sesuatu tunduk pada keausan waktu, dan tidak ada yang akan bertahan selamanya.

Tetapi kenyataan yang lebih dalam adalah bahwa yang lama memberi jalan kepada yang baru. Ada perkembangan penggantian yang konstan ini.

Refleksi yang lebih dalam dari apa yang Yesus katakan dalam Injil akan membawa kita untuk melihat lebih dari sekedar prediksi hari kiamat atau akhir dari nubuatan dunia.

Sebaliknya kita akan melihat bahwa itu bukanlah dunia lama yang sekarat tetapi dunia baru yang akan lahir.

Tuhan terus-menerus menciptakan kembali dunia sampai Kerajaan-Nya didirikan di dunia.

Tetapi itu harus dimulai dengan Gereja dan dengan setiap individu yang disebut seorang Kristen.

Keberdosaan pada akhirnya harus memberi jalan kepada kekudusan sama seperti yang lama memberi jalan kepada yang baru. Keajaiban terbesar dunia adalah kekudusan Gereja dan para anggotanya.
 
Baca: Orang Kudus hari ini: 22 November 2022 St. Sesilia 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini    
 
Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk renunganpagi.id baik melalui doa maupun donasi. 

Antifon Komuni (Mzm 96:13)
 
Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang. Ia datang menghakimi dunia. Ia akan menghakimi dunia dengan adil, dan para bangsa dengan tepat. 
 
 Dalam kesempatan ini, marilah kita berdoa untuk para korban bencana gempa bumi di Cianjur dan sekitarnya. Semoga para korban bencana alam dapat menerima penghiburan spiritual dan material yang mereka perlukan untuk membangun kembali kehidupan mereka. Semoga Allah Bapa melindungi mereka yang karena keadaan terpaksa mengungsi. Semoga para korban yang meninggal diterima dalam Kerajaan Surga.
       
 Doa Malam

Tuhan Yesus, tiada sesuatu yang abadi di dunia ini. Oleh karena itu, berilah aku kekuatan untuk berusaha berlaku tabah dan setia kepada-Mu dalam menjalani hidup yang tak luput dari berbagai godaan ini. Ampunilah aku karena masih mudah tergoda untuk mencari kepuasan dan kebahagiaan duniawi dan kurang memperhatikan perkara-perkara surgawi yang bernilai abadi. Amin.

RENUNGAN PAGI