Jumat, 12 September 2025
Hari Biasa Pekan XXIII
“Kekudusan
bukan berarti tidak membuat kesalahan atau tidak pernah berdosa.
Kekudusan tumbuh dengan kesanggupan untuk perubahan, pertobatan,
kerelaan untuk memulai kembali, dan diatas segalanya, kesanggupan untuk
rekonsiliasi dan pengampunan” – Kardinal Joseph Ratzinger, Paus
Benediktus XVI
Antifon Pembuka (Mzm 16:7-8)
Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku, bahkan waktu malam pun Ia
berbicara dalam hatiku. Aku selalu ingat akan Tuhan. Aku tidak goyah
karena Ia ada di sampingku.
Doa Pagi
Allah Bapa Maharahim, Engkau amat sabar dan amat longgar belas kasih-Mu.
Semangatilah kiranya kami dengan Roh-Mu, agar dapat saling memaafkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 |
| Karya: EvgeniyaTiplyashina/istockphoto.com |
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-2.12-14)
"Tadinya aku seorang penghujat, tetapi kini dikasihani Allah."
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus atas perintah Allah, penyelamat kita,
dan atas perintah Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, kepada
Timotius, anakku yang sah dalam iman. Kasih karunia, rahmat dan damai
sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai
engkau. Aku bersyukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita, yang menguatkan
daku, karena ia menganggap aku setia, dan mempercayakan pelayanan ini
kepadaku. Padahal tadinya aku seorang penghujat dan seorang penganiaya
yang ganas. Tetapi kini aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu
telah kulakukan tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman. Malahan kasih
karunia Tuhan kita itu telah dilimpahkan bersama dengan iman dan kasih
dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.