| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 26 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XVII

 


Jennifer Boyer/flickr  (CC BY 2.0)

Minggu, 26 Juli 2026
Hari Minggu Biasa XVII
Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia 

Bila Ekaristi adalah pusat dan pucak hidup Gereja, maka haruslah juga menjadi pusat dan puncak dari pelayanan imamat. Dengan demikian, penuh dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, saya ulangi bahwa Ekaristi adalah prinsip dan inti alasan pengadaan Sakramen Imamat, yang memang timbul pada saat pendarasan Ekaristi. (St. Yohanes Paulus II)
 
     

Antifon Pembuka (Mzm 67:6.7.36)

Allah bersemayam di tempat-Nya yang kudus. Di dalam rumah-Nya Ia menghimpun semua orang. Dia sendiri akan memberi kekuatan dan keberanian kepada umat-Nya.
 
God is in his holy place, God who unites those who dwell in his house; he himself gives might and strength to his people.
 
Deus in loco sancto suo: Deus, qui inhabitare facit unanimes in domo: ipse dabit virtutem et fortitudinem plebi suæ.
 

Doa Pagi


Allah, Engkaulah pelindung bagi mereka yang berharap kepada-Mu. Tanpa Engkau, tiada suatu pun yang baik, tiada suatu pun yang kudus. Lipatgandakanlah belas kasih-Mu dalam diri kami agar dengan bimbingan dan bantuan-Mu kami menggunakan harta yang fana dengan tetap terarah pada harta yang abadi.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.        

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (3:5.7-12)
 
  
 "Salomo meminta hikmat dan pengertian."
      
Pada suatu malam Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi. Beginilah firman Tuhan Allah, "Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!" Lalu Salomo berkata, "Ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dengan membedakan mana yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? "Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka berfirmanlah Allah kepada Salomo, "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian, dan tidak meminta umur yang panjang atau kekayaan, atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku akan melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seorang seperti engkau.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 

Sabtu, 25 Juli 2026 Pesta Santo Yakobus, Rasul

 
Sabtu, 25 Juli 2026
Pesta Santo Yakobus, Rasul

"Dari semula Yakobus giat penuh semangat. Ia mengesampingkan semua kepentingan dunia hingga ia mati dibunuh." (St. Yohanes Krisostomus)

Antifon Pembuka (Mat 4:18.21)

Ketika Yesus berjalan di pantai Danau Galilea, Ia melihat Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya. Mereka sedang memperbaiki jala dan Yesus memanggil mereka.

As he walked by the Sea of Galilee, Jesus saw James the son of Zebedee and John his brother mending their nets and he called them.
 
  
  
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan 
  
 
Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Kekal, di antara para rasul, Santo Yakobuslah yang pertama Kaukuduskan sebagai martir. Semoga umat-Mu menimba kekuatan dari kesaksiannya dan menemukan perlindungan berkat doanya.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
Public Domain


Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (4:7-15)     
  
"Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami."
        
Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini terus-menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, “Aku percaya, sebab itu aku berbicara.” Karena kami pun percaya, maka kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 24 Juli 2026 St Sharbel Makhluf, Biarawan dan Pertapa Maronit (1828-1898)

 



Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja memperingati St Sharbel Makhluf, yang merupakan seorang biarawan Katolik Maronit terkenal yang tinggal di bagian Lebanon saat ini, dilahirkan dalam keluarga yang saleh, dibesarkan dengan baik dalam iman oleh keluarganya. Dia akan memastikan bahwa dia punya waktu untuk berdoa dan berkomitmen kepada Tuhan bahkan sejak usia sangat muda. Akhirnya, ia menjadi seorang biarawan setelah bertahun-tahun persiapan dan pengajaran, mengambil nama yang membuatnya terkenal saat ini, yaitu nama Sharbel, yang diilhami oleh orang suci dengan nama tersebut, seorang martir Kristen di wilayah tersebut pada awal sejarah Gereja. Oleh karena itu, dia memulai kehidupan pengasingan dan penarikan diri dari dunia sebagai pertapa selama sisa hidupnya.

St Sharbel Makhluf menjalani kehidupan suci sejak usia sangat muda, dibesarkan dalam keluarga yang taat, dan kemudian menjadi seorang biarawan di tempat yang sekarang menjadi bagian dari Lebanon. Pada tahun 1851, ia memasuki biara Santa Perawan Maria dari Maifouk, menerima nama religius “Sharbel.” Dia mengucapkan kaul pada tahun 1853 dan ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1859. Setelah dipindahkan ke biara di Anaya, dia mendapat izin untuk hidup sebagai seorang pertapa. Dia hidup dalam kesendirian selama dua puluh tiga tahun mempersiapkan, merayakan, dan bersyukur atas Misa hariannya. Tak terhitung orang datang kepadanya, meminta nasehat dan doanya. Dia menjalani kehidupan yang sangat kudus, sepenuhnya mengabdi kepada Tuhan, dan ketika dia kemudian mengundurkan diri ke biara sebagai seorang biarawan, mengabdikan dirinya lebih banyak lagi kepada Tuhan, dia menunjukkan kepada banyak orang bagaimana mungkin bagi seseorang untuk mempercayakan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan, dan mengikuti Dia dalam perintah dan kehendak-Nya. 

Jumat, 24 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XVI

 
Jumat, 24 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XVI

"
Tuhan mengetahui seluruh hidup kita. Mereka yang memohon rahmat-Nya dengan penuh keyakinan tidak akan kecewa. Mintalah kepada-Nya untuk memberikan segala yang kamu butuhkan." 
-Santo Sharbel Makhluf   

Antifon Pembuka (Mzm 19:9)

Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.

Doa Pagi
     
Allah Bapa sumber kebenaran, sabda-Mu jujur dan benar untuk selamanya. Semoga Kautanam dalam-dalam di hati kami, agar kami semakin yakin, bahwa Engkau beserta kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
     
Karya: Grzegorz Zdziarski/istock.com

  Bacaan dari Kitab Yeremia (3:14-17)
 
"Segala bangsa akan berkumpul ke Yerusalem."

Tuhan bersabda, “Bertobatlah, hai anak-anak yang murtad, sebab Akulah tuanmu! Aku akan mengambil kalian, seorang dari setiap kota, dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kalian ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku. Mereka akan menggembalakan kalian dengan pengetahuan dan pengertian.
Apabila pada masa itu kalian bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini,” demikianlah sabda Tuhan, “maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian Tuhan. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi diingat orang. Orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.
Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta Tuhan, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama Tuhan di Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah menuruti kedegilan hatinya yang jahat.”
Demikianlah sabda Tuhan  
U. Syukur kepada Allah.

Kamis, 23 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XVI

 
Kamis, 23 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XVI
 
“Tidak seorang pun akan hidup, kalau Tuhan memalingkan wajah-Nya” (St. Ambrosius)
 

Antifon Pembuka (Mzm 36:8.10)

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat cahaya.

Doa Pagi

 
Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, orang yang mencari Engkau, Engkau terima melalui Yesus, Sabda-Mu yang menjelma. Perkenankanlah kami mendengar, betapa agung kebahagiaan yang menjadi panggilan umat manusia. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. Amin.
           
Siouxfall Diocese

Bacaan dari Kitab Yeremia (2:1-3.7-8.12-13)
 
   
"Mereka meninggalkan Daku, sumber air hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor."
       
Tuhan bersabda kepadaku, “Pergilah dan beritahukanlah kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan, ‘Beginilah sabda Tuhan: Aku teringat akan kasihmu pada waktu engkau masih muda, akan cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin. Pada waktu itu engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tidak ditaburi’. Ketika itu Israel kudus bagi Tuhan, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya bersalah dan tertimpa malapetaka”, demikianlah sabda Tuhan. Aku telah membawa kalian ke tanah yang subur agar kalian menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kalian masuk, kalian telah menajiskan tanah-Ku. Tanah milik-Ku telah kalian cemarkan. Para imam tidak lagi bertanya, ‘Di manakah Tuhan?’ Para ahli hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.” “Terperanjatlah akan hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat,” demikianlah sabda Tuhan. Sebab umat-Ku berbuat kejahatan ganda: mereka meninggalkan Daku, sumber air yang hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Rabu, 22 Juli 2026 Pesta Santa Maria Magdalena

 

 
Maria Magdalena (Piero di Cosimo)
 
Rabu, 22 Juli 2026
Pesta Santa Maria Magdalena

“Kekudusan tidak berarti tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa. Kekudusan meningkatkan kapasitas untuk bertobat, untuk menyesal, untuk bersedia memulai kembali dan, khususnya, untuk rekonsiliasi dan pengampunan.”
- Paus Benediktus XVI, Audiensi Umum 31 Januari 2007

  
Antifon Pembuka (Bdk. Yoh 20:17)

Yesus bersabda kepada Maria Magdalena, "Pergilah dan beritahukanlah kepada saudara-saudara-Ku: Aku naik kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

The Lord said to Mary Magdalene: Go to my brothers and tell them: I am going to my Father and your Father, to my God and your God.

Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahamulia, Putra-Mu yang tunggal menyampaikan kabar sukacita Paskah yang mulia kepada Maria Magdalena mendahului para murid lainnya. Semoga berkat teladan dan doanya kami mewartakan Kristus yang hidup dan kelak melihat-Nya meraja dalam kemuliaan-Mu. Sebab Dialah Tuhan, yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. Amin.

Bacaan Pertama
Bacaan dari Kidung Agung (3:1-4a)
  
"Impian mempelai perempuan."
  
Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata: Pada malam hari, di atas peraduanku, kucari jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja meninggalkan mereka, kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

atau

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (5:14-17)

Saudara-saudara, kasih Kristus telah menguasai kami. Sebab kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi barangsiapa ada dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru! Yang lama sudah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 21 Juli 2026 St. Laurensius dari Brindisi

 

Public Domain


Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja memperingati St. Laurensius dari Brindisi, seorang imam Italia yang lahir di Brindisi, Italia selatan, dari keluarga pedagang. Ia akhirnya bergabung dengan para Saudara Kapusin dan ditahbiskan sebagai imam, serta dikenal karena bakat linguistiknya yang luar biasa. Dalam berbagai perannya dalam Ordo Kapusin, sebagai superior dan kemudian Vikaris Jenderal, dan dengan segenap bakatnya, Santo Laurensius dari Brindisi melakukan banyak karya baik demi Tuhan dan Gereja-Nya. Dia terus berkarya bahkan di bidang diplomasi dalam pelayanan Gereja dan perdamaian, sebagai Nunsius Apostolik dalam beberapa kesempatan dan di kesempatan lainnya. Dia melakukan yang terbaik sepanjang hidupnya untuk memuliakan Tuhan dengan apa yang telah dianugerahkan kepadanya, hingga akhir hayatnya, dengan percaya kepada Tuhan dalam segala hal.
 
Tulisan-tulisan St. Laurensius dari Brindisi yang bertahan mencakup banyak khotbahnya, komentar-komentar tentang Kitab Suci, dan sejumlah karya kontroversial melawan Lutheranisme. Khotbah dan risalahnya tentang Perawan Terberkati telah membuat beberapa orang menyebutnya sebagai sarjana Maria paling berpengaruh pada masanya. St Laurensius dari Brindisi meninggal pada tahun 1619 dan dikanonisasi pada tahun 1881. Paus St Yohanes XXIII menyatakannya sebagai Doktor Gereja pada tahun 1959, memberinya gelar Doktor Apostolik ("Doktor Apostolik").

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy