Kamis, 18 Agustus 2022 Hari Biasa Pekan XX

 

Kamis, 18 Agustus 2022
Hari Biasa Pekan XX

“Tidak ada satu tangga lain untuk naik ke surga, selain salib.” (St. Rosa dari Lima) 
   
Antifon Pembuka (Yeh 36:26)

Kalian akan Kuberi hati baru dan roh baru dalam hatimu. Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu, dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu.
 
Doa Pagi
 
Allah Bapa Mahamulia, Engkau menghendaki nama-Mu dihormati oleh setiap orang. Bukalah kiranya hati kami, agar sanggup menerima sabda Putra-Mu yang menjelaskan kepada kami, siapakah Engkau bagi kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
 
Bacaan dari Kitab Yehezkiel (36:23-28)
     
"Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu."
   
Tuhan bersabda kepadaku, “Katakanlah kepada kaum Israel: Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar, yang telah dinajiskan di tengah para bangsa, dan yang telah kalian najiskan di tengah-tengah mereka. Dan para bangsa akan tahu bahwa Akulah Tuhan,” demikianlah sabda Tuhan Allah, “manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan para bangsa. Aku akan menjemput kalian dari antara para bangsa dan mengumpulkan kalian dari semua negeri dan akan membawa kalian kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih yang akan mentahirkan kalian. Dari segala kenajisan dan dari segala berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kalian. Kalian akan Kuberi hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu. Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kalian hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kalian akan mendiami negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu. Kalian akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan do = as, 4/4, PS 826
Ref. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu
Ayat. (Mzm 51:12-15.18-19: R: Yeh 36:25)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 95:8ab)
Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
   
Inilah Injil Suci menurut Matius (22:1-14)
   
"Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"
    
Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan. Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang. Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini’. Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana ke perjamuan nikah ini. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


 
Renungan

 
Jika kita mendapati diri kita bermimpi tinggal di pedesaan dan menjalani kehidupan yang santai dan damai, itu mungkin karena gaya hidup kita yang sibuk dan stres saat ini mencekik kita.

Kita mungkin bisa menjauh dari itu semua dan pergi ke pedesaan untuk menghirup udara segar dan jauh dari keramaian dan hiruk pikuk, tetapi itu selalu kembali ke kenyataan.

Namun, kerinduan akan kedamaian dan ketenangan ini hanya menunjuk pada sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang dirindukan oleh roh kita.

Intinya, itu menunjuk pada kerinduan-kerinduan kita akan Tuhan yang dapat memberikan kedamaian di hati kita dan memperbaharui kekuatan kita untuk menghadapi tantangan hidup dengan pemahaman yang lebih dalam.

Ya, jika saja kita mengerti bahwa Tuhan selalu mendorong kita. Jika hanya orang-orang dari bacaan pertama yang mengerti bahwa Tuhan sedang mendorong mereka untuk kembali kepada-Nya, maka mereka akan mendapatkan hati yang baru dan semangat yang baru di dalam diri mereka.

Seandainya saja mereka yang diundang ke pesta perkawinan seperti yang telah kita dengar dalam perumpamaan Injil, telah memahami dan menanggapi undangan raja.

Namun dalam berpaling kepada diri mereka sendiri, dan berpaling dari ajakan untuk merayakan, mereka hanya berpaling pada tragedi dan kehancuran diri mereka sendiri.

Tuhan yang mendorong kita adalah Tuhan yang menciptakan kita. Kita lebih spiritual dan mistis daripada yang kita pikirkan.

Dan sangat sering kita bertindak seolah-olah tidak ada Tuhan dan kita tidak melihat dan mendengar apa-apa.

Marilah kita meluangkan waktu untuk berdoa dan mendengar Roh Tuhan memanggil, dan kita akan dituntun untuk beristirahat di padang rumput hijau kasih Tuhan. 

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
Doa Malam
 
Ya Bapa, kepada-Mu kami unjukkan segala sukacita, kegelisahan dan kecemasan kami. Kami tahu bahwa Engkau membuat indah segalanya pada waktunya. Semoga kami setia menjadi anak-anak-Mu, Bapa yang maharahim, kini dan untuk sepanjang masa. Amin.   
 
 
SiouxFall Diocese
 
 
RENUNGAN PAGI