Jumat, 05 Agustus 2022 Hari Biasa Pekan XVIII

 

Jumat, 05 Agustus 2022
Hari Biasa Pekan XVIII (Jumat Pertama Dalam Bulan)
 
"Jiwa, yang telah dipersatukan dan diubah dalam Allah, bernapas di dalam Allah dengan pernapasan Ilahi sama seperti Allah. (St. Yohanes dari Salib)
 

Antifon Pembuka (Ul 32:29)
  
Lihatlah, Akulah Tuhan. Tiada Allah lain kecuali Aku. AKu yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. 
    
Doa Pagi


Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, smeoga kami mengenal jalan yang harus kami lalui, agar dapat bertemu dengan Dikau. Berkenanlah bersabda melalui Dia yang menunjukkan Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.
     

Bacaan dari Nubuat Nahum (1:15; 2:2; 3:1-3, 6-7) 
 
"Celakalah kota penumpah darah."
  
Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila takkan datang lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali! Sungguh, Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya. Celakalah kota penumpah darah itu! Kota itu seluruhnya dusta belaka penuh dengan barang rampasan, tak henti-hentinya menerkam! Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari berderap, dan kereta meloncat-loncat! Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Mayat tidak habis-habisnya, orang-orang jatuh tersandung pada mayat. Aku telah melemparkan aib ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan dikau, serta berkata, "Niniwe sudah hancur! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari pelipur lara untuk dia?"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kidung Tanggapan
Ref. Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pulalah yang menghidupkan.
Ayat. (Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41)

1. Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat, dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
2. Lihatlah sekarang bahwa Akulah Tuhan. Tiada allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. Aku telah meremukkan, tetapi Aku pulalah yang menyembuhkan.
3. Apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, apabila tangan-Ku menjalankan penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 5:10) 
Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah. Alleluya.
     
Inilah Injil Suci menurut Matius (16:24-28) 
 
"Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya." 
   
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang-orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
  
  Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajukan beberapa pertanyaan menyelidik untuk menantang kita. Dalam setiap keputusan yang kita buat dalam hidup, kita membuat diri kita menjadi orang tertentu. Apakah kita mau menyangkal diri kita sendiri dan memikul salib kita dan mengikuti Yesus? Hidup biasanya memberi kita berbagai salib. Beberapa dari mereka lebih sulit daripada yang lain. Namun, tidak pernah mudah untuk menerima salib, apakah itu penyakit, kekhawatiran keuangan, kesulitan keluarga, depresi, pengangguran, dll. Yang mungkin membantu atau merugikan kita adalah bagaimana kita memandang salib kita. Apakah kita menganggapnya sebagai hukuman dari Tuhan atau apakah kita percaya bahwa salib hanyalah bagian dari hidup kita, seperti halnya sukacita dan cinta adalah bagian dari kondisi manusiawi kita?
 
Realitas menjadi manusia berarti kita akan menderita, sama seperti kita akan mengalami sukacita, cinta, kedamaian, dan kenyamanan. Karunianya adalah ketika kita memikul salib, Yesus bersama kita dan Dia akan membantu kita memikul salib kita. Yesus juga akan memberkati kita dengan penghiburan, kedamaian, dan kekuatan saat kita menghadapi salib kita.

Selama masa-masa sulit, mungkin bermanfaat untuk mencoba melihat melampaui salib kita. Kita dapat memeriksa hidup kita dan bertanya pada diri sendiri: siapa dan apa yang memberi saya sukacita, cinta, dan perhatian? Apa hadiah dalam hidup saya? Bahkan ketika kita memikul salib yang sangat berat, Yesus bersama kita, memberi dan memberkati kita. Kita perlu terjaga dan waspada jika kita ingin memperhatikan karunia dan anugerah kita.

Hari ini saya mengundang Anda untuk fokus pada kebaikan dalam hidup Anda. Jika kita melakukan ini, kita mungkin menyadari bahwa ada 100 kali lebih banyak kebaikan dalam hidup kita daripada apa yang sulit. Hari ini semoga Yesus membuka pikiran dan hati kita terhadap banyak karunia yang diberikan kepada kita!

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
  
 
Exe Lobaiza | Cathopic CC0


Doa Malam

 
Terima kasih, ya Tuhan, atas hari yang telah kulalui. Rahmat-Mu senantiasa cukup bagiku untuk mengatasi masalah-masalah yang kujumpai hari ini. Semoga rahmat ini juga dialami oleh semua umat kesayangan-Mu. Amin. 
 
RENUNGAN PAGI