| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Novena Natal Hari Pertama (16 Desember)

NOVENA NATAL

Gua Betlehem




Mengapa, Sabda Tuhan yang Abadi, yang membahagiakan tanpa batas dan selamanya, berkenan untuk mengambil alih keadaan umat manusia yang telah jatuh? tanya Bossuet. Mengapa Dia harus memilih dunia yang tidak berarti ini, sebuah planet yang nyaris tak terlihat di antara berjuta-juta benda langit yang sangat besar, sebagai tempat terjadinya keajaiban kehidupan kasih-Nya? Karena alasan yang sama, jawab Bossuet, yang mendorong Dia, setelah Dia menjadi manusia, untuk memilih desa Nazareth yang kecil dan tidak dikenal di Galilea sebagai tempat kelahiran-Nya daripada Roma, pusat kekuasaan, atau Athena, pusat kekuasaan, pembelajaran, atau Yerusalem, ibu kota negara Israel. Dunia kita adalah Nazareth ciptaan, salah satu planet terkecil di cakrawala.

Terlebih lagi, Tuhan tidak memilih untuk dilahirkan di rumah yang miskin namun relatif nyaman di Nazareth. Dia lebih suka dilahirkan di kota asing Betlehem. Itu adalah tempat lahirnya garis keturunan leluhur-Nya, namun hal itu tidak memberikan sambutan kepada-Nya dan memaksa-Nya untuk dilahirkan di sebuah kandang yang dingin dan kumuh di atas jerami di palungan. Tuhan tidak memedulikan keagungan manusia. Kekuasaan dan keagungan-Nya bersinar lebih terang melalui betapa tidak pentingnya benda-benda dan sarana-sarana yang Dia gunakan untuk menggenapi tujuan-Nya. Sungguh konyol membayangkan bahkan untuk sesaat pun bahwa Dia membutuhkan bantuan manusia untuk melaksanakan rencana-Nya. Allah memilih hal-hal yang lemah di dunia untuk mengacaukan yang kuat. (Missale Romanum, Nona Virg.et Mart)

Minggu, 17 Desember 2023 Hari Minggu Adven III (Novena Natal Hari Kedua)

 

Minggu, 17 Desember 2023
Hari Minggu Adven III (Novena Natal Hari Kedua)
Sabtu sore, 16 Desember 2023: Novena Natal Hari Pertama

Kita semua percaya akan Kristus, dan mengharapkan keselamatan di dalam Dia. (St. Agustinus)


Apabila digabungkan ke dalam perayaan Ekaristi maka sesudah Kata Pembuka oleh Imam, lalu dinyanyikan Ajakan Penantian Almasih, Madah, Mazmur dan Kidung, lalu Doa Pembuka, dan masuk ke Liturgi Sabda dari buku bacaan Misa hari yang bersangkutan. Doa Umat memakai Doa Permohonan (tanpa Bapa Kami). Sesudah Komuni dinyanyikan Kidung Maria. Selain dari itu mengikuti Buku Misa hari yang bersangkutan. Praktisnya Ritus Tobat dihilangkan sebab sudah diganti oleh Ajakan Penantian Almasih, Madah dan Mazmur - Kidung. Kalau dengan Misa, (pembuka: Ya Allah, bersegeralah...) ditiadakan, diganti Antifon Pembuka.

Pembuka

* Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
* Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin, alleluya.
 
 
    
Karya: Kara Gebhardt /istock.com
(lisensi berbayar harap tidak asal gunakan di web lain)
 
Antifon Pembuka (Flp 4:4-5)
  
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.
 
Rejoice in the Lord always; again I say, rejoice. Indeed, the Lord is near.     
    
Gaudete in Domino semper: iterum dico, gaudete: modestia vestra nota sit omnibus hominibus: Dominus prope est. Nihil solliciti sitis: sed in omni oratione petitiones vestrae innotescant apud Deum.
          
Madah Kemuliaan ditiadakan, pada Misa ini ada Syahadat.
   
Doa Pagi

Ya Allah Bapa kami, Engkau memperbarui dunia dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon, teguhkanlah iman, harapan dan kasih kami untuk menyongsong kedatangan Putra-Mu, sehingga kami pun benar-benar diperbarui. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Ajakan Penantian Almasih

Ulangan. Sembah sujudlah Tuhanmu, Raja yang akan datang
1. Bergemarlah hai putri Sion, dan bersorak-sorailah putri Yerusalem. Lihatlah, Tuhan akan datang, dan hari itu akan tampaklah Terang yang agung. Gunung-gunung akan meneteskan serba manisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan air madu, karena akan datanglah Nabi yang agung, Dialah yang membarui Yerusalem. Ulangan
2. Lihatlah, Ia akan datang dari rumah Daud, sebagai Allah dan manusia, dan akan bersemayam di atas singgasana-Nya. Kamulah akan melihat-Nya, maka sukacitalah hatimu. Ulangan
3. Lihatlah, akan tiba Tuhan Pelindung kita. Yang tersuci dari Israel dengan mahkota kerajaan di atas kepala-nya. Dialah yang akan memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari sungai sampai ke ujung bumi. Ulangan
4. Lihatlah, Tuhan akan menampakkan diri dan tidak akan menipu kamu. Bila Ia bertangguh, hendaklah kamu menunggu dengan tabah, karena sesungguhnya Ia akan datang dan tak lama lagi. Ulangan
5. Ia akan turun bagai hujan menetesi bumi. Dan pada masa itu akan terbitlah keadilan dan berlimpah kedamaian. Maka para raja sedunia akan menyembah Dia dan segala bangsa akan mengabdi-Nya. Ulangan
6. Seorang bayi dilahirkan bagi kita, dan digelarkan Allah yang kuat, Ialah yang akan datang bersemayam di atas takhta Daud bapa-Nya, dan memangku tampuk pemerintahan. Ulangan
7. Hai Betlehem, kota Allah Mahatinggi, dari padamu tampillah Pemimpin Israel. Karena kekal asalnya, maka Ia akan dimuliakan di seluruh dunia. Dan bila ia datang, damailah di atas bumi ini. Ulangan

03. Madah (PS No. 439)
Pencipta Bintang Semesta

04. Mazmur dan Kidung

Antifon: Sungguh, Tuhan raja para raja, akan datang. Berbahagialah orang yang siap untuk menyongsong Dia.

Mazmur:
Bersukacitalah surga dan bersoraklah bumi. Gunung-gunung nyanyikanlah madah pujian.
Hendaklah gunung-gunung menyerukan kesukaan. Dan bukit-bukit mewartakan keadilan.
Karena Tuhan kita akan datang dan akan menyayangi fakir miskin-Nya.
Langit embunkanlah dan awan-awan hujankanlah yang adil. Hendaklah bumi terbuka dan melahirkan Penebus.
Ingatkan akan daku ya Tuhan, sekadar kebaikan-Mu terhadap umat-Mu. Kunjungilah aku dengan selamat-Mu.
Perlihatkanlah kebaikan-Mu, ya Tuhan dan berilah kami selamat-Mu.
Utuslah ya Tuhan, utuslah Anak Domba, penguasa dunia. Dari padang gurun ke bukit Sion.
Ya Tuhan mahakuasa, pulihkanlah kami kembali. Perlihatkanlah sinar wajah-Mu, maka selamatkanlah kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan kunjungilah kami dalam damai.
Supaya bersukacitalah kami di hadapan-Mu dengan segenap hati.
Semoga jalan-jalan-Mu dikenal di bumi dan selamat-Mu diketahui para bangsa.
Bangkitkanlah kuasa-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
Datanglah ya Tuhan dan janganlah berlambat. Bebaskanlah Umat-Mu dari belenggu dosanya.
Kiranya Engkau ya Tuhan menembusi langit dan turunlah.
Semoga hancur-leburlah gunung-gunung di hadapan-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad.

Antifon: Sungguh, Tuhan raja para raja, akan datang. Berbahagialah orang yang siap untuk menyongsong Dia.

Kidung:

Antifon: Bila Putra manusia datang, adalah Ia akan menemukan iman di atas bumi?

Meskipun berwujud pada Allah +
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh *
Pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri +
dengan mengambil keadaan hamba *
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan
merendahkan diri +
karena taat sampai mati *
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia +
dan menganugerahkan kepada-Nya *
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus +
bertekuklah setiap lutut *
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui +
untuk kemuliaan Allah Bapa *
Tuhanlah Yesus Kristus.

Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putra dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu *
dan sepanjang segala abad.

Antifon: Bila Putra manusia datang, adalah Ia akan menemukan iman di atas bumi?

Capitulum
P. Sebagai penganjur bagi kita telah masuklah Anak Domba yang tak bernoda, dan telah dinobatkan menjadi Imam Agung, menurut peraturan Melkisedekh sampai selama-lamanya. Dialah Raja yang turunan-Nya tak akan berkesudahan.
U. Syukur kepada Allah.

 Bacaan dari Kitab Yesaya (61:1-2a.10-11)
     
"Aku bersukaria di dalam Tuhan."
    
Kata nabi, “Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah mengurapi aku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati. Aku diutus untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. Tuhan Allah berkenan kepadaku untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita. Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria mengenakan hiasan kepala, dan seperti pengantain wanita memakai perhiasan. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang mencari penghiburan dari Tuhan


 
 
 Manusia dan makhluk lain mempunyai kekuatan untuk menghibur dan menyenangkan kita. Namun penghiburan yang kita terima dari mereka tidak dapat sepenuhnya memuaskan hati kita, yang diciptakan untuk Tuhan. Penghiburan yang mereka berikan hanya berumur pendek dan lenyap seperti salju di bawah matahari.

Apa yang dapat diberikan oleh manusia atau makhluk duniawi lainnya kepada kita? Mereka dapat memberi kita kekayaan materi, namun hal ini seringkali menyusahkan dan menjengkelkan serta tidak sebanding dengan keagungan jiwa manusia untuk dapat memuaskannya. Kehormatan duniawi dapat meracuni kesombongan-kesombongan kita untuk sementara waktu, namun keadaan mabuk ini tidak dapat bertahan lama. Kita tahu betul bahwa kita adalah apa adanya di hadapan Tuhan, dan tidak lebih. Pujian dan sanjungan dari orang lain tidak menambah tinggi badan kita dan hanya berfungsi sebagai insentif bagi kesombongan yang sia-sia. Lalu ada kesenangan duniawi, beberapa di antaranya menyehatkan dan terpuji; tapi berapa lama mereka bertahan? Mereka bagaikan bunga yang membuka kelopaknya ke udara pagi dan melipatnya kembali di sore hari. Ada juga kesenangan yang tidak sehat; tidak hanya benda-benda ini fana dan musnah seperti semua makhluk ciptaan, namun juga meninggalkan rasa mual dan penyesalan.

Marilah kita mencari penghiburan dari Tuhan sebelum semua kesenangan lainnya. Hal ini tidak berkurang seiring dengan berjalannya kehidupan, namun bertahan selamanya dan selesai pada kehidupan selanjutnya.

Sabtu, 16 Desember 2023 Hari Biasa Pekan II Adven (Sore: Novena Natal hari Pertama)

 

Sabtu, 16 Desember 2023
Hari Biasa Pekan II Adven

“Oleh karena cinta dan kuasa-Nya, Ia yang tunggal mempersatukan banyak orang pada Diri-Nya.” (Beato Ishak dari Stella)

Antifon Pembuka (Mzm 79:4.2)

Datanglah, ya Tuhan, tampakkanlah wajah-Mu, maka selamatlah kami.

Come and show us your face, O Lord, who are seated upon the Cherubim, and we will be saved.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, terbitkanlah cahaya kemuliaan-Mu dalam hati kami dan usirlah kegelapan malam. Semoga pada saat Putra-Mu datang, nyatalah kami ini putra-putri cahaya.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11)
   
   
"Elia akan datang lagi."
  
Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Atau: Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; R: lh4)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Merenungkan kebaikan Tuhan


 
Semakin banyak kita mengetahui, tulis St. Katarina dari Siena, semakin kita mengasihi, dan semakin kita mencintai, semakin banyak pula yang kita terima. Ganjaran kita, simpulnya, meningkat sesuai dengan ukuran kasih kita. (Dial., c. 131) Kita cenderung menilai seseorang berdasarkan kekuatan pencapaiannya, dan menilai diri kita sendiri berdasarkan tingkat keberhasilan yang telah kita capai. Standar kita sangat salah. “Betapa besarnya setiap orang di mata-Mu,” penulis “Mengikuti Jejak Kristus” berseru kepada Tuhan dalam kata-kata Santo Fransiskus, “begitulah dia dan tidak lebih.” (Bk. III, c.50)

Bukan kesuksesan yang diperhitungkan oleh Tuhan, apalagi penghargaan manusia. Yang penting bagi Tuhan adalah niat kita untuk menyenangkan Dia dan bekerja demi kemuliaan-Nya berdasarkan motif kasih yang murni. Jika kita berhasil dalam pekerjaan kita, marilah kita memuji Tuhan. Jika kita tidak berhasil, marilah kita tetap bersyukur kepada-Nya. Ganjaran kita sepadan dengan kecintaan kita kepada Tuhan. Jika kita sangat mengasihi Dia, kita akan bekerja keras dan berkorban demi Dia. Namun, kita harus bekerja untuk memuaskan Tuhan saja, dan bukan untuk diri kita sendiri. Jika kita bekerja untuk tujuan lain, semua kerja kita akan sia-sia. Kita menabur dalam jumlah banyak namun menuai sedikit atau bahkan tidak menuai sama sekali. Hanya Tuhan yang penting. Jika kita bekerja hanya untuk Dia, kita akan diberkati oleh-Nya dan akan menuai buah kehidupan abadi.

Jumat, 15 Desember 2023 Hari Biasa Pekan II Adven

 

Jumat, 15 Desember 2023
Hari Biasa Pekan II Adven

"Tata keselamatan Perjanjian Lama terutama dimaksudkan untuk menyiapkan kedatangan Kristus Penebus seluruh dunia." Meskipun kitab-kitab Perjanjian Lama "juga mencantum hal-hal yang tidak sempurna dan bersifat sementara, kitab-kitab itu memaparkan cara pendidikan ilahi yang sejati. ... Kitab-kitab itu mencantum ajaran-ajaran yang luhur tentang Allah serta kebijaksanaan yang menyelamatkan tentang peri hidup manusia, pun juga perbendaharaan doa-doa yang menakjubkan, akhirnya secara terselubung [mereka] mengemban rahasia keselamatan kita" (DV 15). (Katekismus Gereja Katolik, 122)

Antifon Pembuka

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan memberi mereka hidup abadi.

Behold, the Lord will comec descending with splendor to visit his people with peace, and he will bestow on them eternal life


Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, perkenankanlah umat-Mu selalu berjaga sambil menantikan kedatangan Putra-mu. Semoga kami dengarkan nasihat Penyelamat kami, sehingga pada saat Ia datang, kami dapat menyongsong-Nya dengan pelita menyala. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   

Bacaan dari Kitab Yesaya (48:17-19)
   
    
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku."
  
Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka takkan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 14 Desember 2023 St. Yohanes dari Salib

Public Domain

Hari ini, Gereja memperingati Santo Yohanes dari Salib, seorang santo dan abdi Allah yang terkenal, yang merupakan salah satu pendiri ordo Karmelit tak berkasut. St Yohanes dari Salib dilahirkan dalam keluarga Yahudi-Kristen di daerah dekat Avila di Spanyol, dan ia mengalami kehidupan awal yang sulit karena kehilangan ayahnya sejak dini. St Yohanes dari Salib akhirnya menjadi seorang imam dan meskipun awalnya ia ingin bergabung dengan Carthusian, pertemuannya dengan St. Teresa dari Avila, yang dengannya ia menjadi salah satu pendiri Karmelit tak berkasut, hal ini menyebabkan St. Yohanes dari Salib membantu St Teresa dari Avila dalam mereformasi Karmelit dan menemukan kembali disiplin kuno, aturan dan cara Karmelit yang telah terdistorsi dan dirusak selama berabad-abad.

Kamis, 14 Desember 2023 Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

 

Kamis, 14 Desember 2023
Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
 
Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya tidak akan habis-habisnya. (St. Yohanes dari Salib)
 

Antifon Pembuka (Gal 6:14)
 
Tiada yang kubanggakan, selain salib Tuhan kita Yesus. Karena Dia, dunia tersalib bagiku dan aku bagi dunia. 
  
Doa Pagi


Allah Bapa Mahamulia, Santo Yohanes, imam-Mu, telah mengingkari diri dan amat mencintai salib Kristus. Semoga kami mengikuti teladannya, agar Kauperkenankan memandang kemuliaan-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    

  

Bacaan dari Kitab Yesaya (41:13-20)
   
  
"Yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel."
    
Aku ini Tuhan, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, “Janganlah takut. Akulah yang menolong engkau.” Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah sabda Tuhan; dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru dengan gigi dua jajar. Engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya; bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau akan bersorak-sorak dalam Tuhan dan bermegah dalam Yang Mahakudus, Allah Israel. Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata air membual di tengah dataran. Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga, dan memancarkan air dari tanah kering. Aku akan menanam pohon ara di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak. Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhanlah yang membuat semuanya itu, dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kekuatan Supernatural Sabda Tuhan

 Kekuatan supernatural Sabda Tuhan berasal dari Tuhan sendiri, bukan dari orang tertentu yang mengucapkannya.

Ingatlah apa yang Yesus Kristus katakan kepada para Rasul-Nya ketika Dia memerintahkan mereka untuk mempertobatkan dunia kepada iman dan kekudusan.  "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:15-16)

Keselamatan dunia harus datang dari kotbah para Rasul dan penerusnya, tetapi hanya karena kotbah mereka mengandung Sabda Tuhan sendiri. Ada banyak filsuf selama berabad-abad yang mengajarkan doktrin-doktrin khusus mereka dengan sangat fasih dan persuasif. Namun pengajaran mereka tidak banyak membantu manusia menjadi lebih baik. Mungkin manusia tidak mendengarkannya, atau mungkin mereka mengindahkannya untuk sementara waktu dan segera melupakannya. Begitulah nasib pencapaian manusia. Setelah kebisingan dan perkembangan awal muncullah keheningan dan terlupakan. Namun firman Tuhan tetap ada selamanya. “Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” (1Petrus 1:25) Terang Injil tidak pernah pudar, karena terang itu datangnya dari Allah. Kebaikan yang terpancar dari halaman-halaman inspirasinya akan menggerakkan dan mentransformasi hati manusia hingga akhir zaman.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan

 
 
 Meskipun kita harus sibuk, kita tidak boleh terlalu sibuk. Kita harus melakukan apa yang kita bisa dan menyerahkan sisanya kepada Tuhan. Keasyikan tidak menguntungkan dan bahkan berbahaya, karena menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan. Seringkali, hal ini menghambat pekerjaan kita karena merusak ketenangan pikiran kita. Oleh karena itu, kita harus melakukan segala sesuatu yang kita mampu, dan menyerahkan sisanya kepada Tuhan jika percaya bahwa hal itu demi keuntungan rohani kita. Jika Dia tidak menganggap hal itu bermanfaat bagi kita, maka Dia akan membiarkan hal itu tidak terlaksana dan kitalah yang diuntungkan karenanya.

Keasyikan muncul dari kurangnya iman dan kurangnya kepasrahan pada kehendak Tuhan. Dalam konteks ini kita diingatkan akan kisah yang diceritakan tentang St. Yohanes Bosco. Suatu hari dia sedang menunggu audiensi dengan Menteri Negara yang dengannya dia harus mendiskusikan berbagai masalah sulit. Ada banyak orang lain di ruang tunggu, kebanyakan dari mereka berjalan mondar-mandir dengan gelisah sambil memikirkan apa yang ingin mereka katakan kepada Menteri dan apa yang ingin mereka terima darinya. Namun Don Bosco tetap tenang; Saking tenangnya, karena dia juga sangat lelah, dia pun tertidur. Akhirnya Menteri muncul di ambang pintu dan dia merasa terhibur karena melihat sang imam tertidur dengan tenang. Don Bosco terbangun ketika Menteri memanggilnya dan dengan tenang langsung menjelaskan apa yang diinginkannya. Dia berbicara dengan cara seperti orang yang terbiasa berbicara dengan Tuhan, dan dia mendapatkan segala yang diinginkannya tanpa kesulitan apa pun.

Rabu, 13 Desember 2023 Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

Rabu, 13 Desember 2023
Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

“Mereka yang murni hatinya adalah bait Roh Kudus” (St. Lusia)


Antifon Pembuka

Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan Surga kini menjadi miliknya.
    
Doa Pagi


Allah Bapa sumber cahaya abadi, dengarkanlah kiranya kami berkat bantuan Santa Lusia, perawan dan martir-Mu. Semoga kemuliaannya yang kami peringati di dunia, kelak kami saksikan pula di surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.             
 
Karya: Kara Gebhardt /istock.com
(lisensi berbayar harap tidak asal gunakan di web lain)
Bacaan dari Kitab Yesaya (40:25-31)
 
"Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah."
 
Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Selasa, 12 Desember 2023 Peringatan Santa Perawan Maria dari Guadalupe

  
Bunda Maria dari Guadalupe memilih untuk menampakkan diri kepada pria asli Meksiko yang suci dan rendah hati ini. Pengabdiannya kepada Bunda Maria telah terkenal selama berabad-abad, sebuah model yang tepat bagi semua umat Kristiani terutama selama Masa Adven dan Natal.
 
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria dari Guadalupe, memperingati Penampakan Santa Perawan Maria, Bunda Allah, di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Guadalupe di Meksiko, di mana jutaan orang mengunjungi tempat sucinya setiap hari dan berjuta-juta orang lainnya yang mengabdikan diri mereka setiap tahun dan selama bertahun-tahun mengabdikan diri mereka kepada Bunda Maria, ketika mereka datang mencari Tuhan melalui Bunda-Nya yang Terberkati dan selalu penuh kasih, yang juga merupakan Ibu mereka, Bunda kita yang penuh kasih. Bunda Maria dari Guadalupe adalah salah satu Penampakan Perawan Maria yang Terberkati yang paling awal diketahui, yang sering terjadi pada saat-saat perselisihan dan tantangan besar terhadap Gereja, umat beriman, dan dunia.

Pada saat itu, ketika Bunda Maria dari Guadalupe memilih untuk menampakkan diri, banyak orang masih hidup dalam kekurangan pengetahuan dan pemahaman tentang iman yang benar, dan ada juga malapetaka ketika para penakluk Spanyol mendarat di wilayah Meksiko dan di tempat lain di mana pun. yang saat itu dikenal sebagai 'Dunia Baru' menyebabkan kehancuran besar terhadap banyak budaya dan peradaban lokal di sana, melalui perang penaklukan, penghancuran dan perbudakan, serta melalui penyakit dan bentuk bahaya lainnya yang menyebabkan banyak kematian dan penderitaan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, sangatlah tepat jika Bunda Maria memang muncul pada saat itu untuk campur tangan karena melalui usaha, perantaraan dan penampakannya, di kemudian hari, jutaan orang diselamatkan melalui iman dan dengan disentuh oleh cinta dan pengabdian Maria kepada Tuhan.

Selasa, 12 Desember 2023 Hari Biasa Pekan II Adven

 

Selasa, 12 Desember 2023
Hari Biasa Pekan II Adven - Peringatan Fakultatif SP. Maria Guadalupe
 
“Makhluk ciptaan keluar dari tangan Allah yang dibuka dengan kunci cinta.” (St. Thomas Aquinas)
 

Antifon Pembuka (Za 14:5.7)

Tuhan pasti akan datang, diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang.
   
Behold, the Lord will come, and all his holy ones with him;and on that day there will be a great light.
   
Doa Pagi
   

Ya Allah, Engkau telah menunjukkan keselamatan-Mu kepada segala ujung bumi. Semoga kami senantiasa berharap dalam sukacita sambil menantikan kelahiran Kristus, Putra-Mu. Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
         
Karya: Kara Gebhardt /istock.com
(lisensi berbayar harap tidak asal gunakan di web lain)

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:1-11)
    
"Allah menghibur umat-Nya."
    
Beginilah firman Tuhan, “Hiburlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.” Ada suara berseru, “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit harus diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekak-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama! Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” Terdengarlah suatu suara, “ Berserulah!” Jawabku, “Apa yang harus kuserukan?” Serukanlah: Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, apabila Tuhan menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu!” Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya dan menghimpunkan-Nya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kedamaian Jiwa

 


Kedamaian jiwa lebih diinginkan dari apa pun di dunia ini. Kekayaan, kehormatan, dan kesenangan tidak ada nilainya selama hati kita tidak puas dan gelisah. Kebahagiaan pada dasarnya bersifat internal, bukan eksternal. Siapa pun yang mencarinya di luar dirinya tidak dapat menemukannya hanya karena ia tidak ada di sana. Kedamaian batin, bagaimanapun, mampu memberi kita kebahagiaan apa pun yang bisa diperoleh di dunia ini.

Kita bisa mendapatkan kedamaian ini jika kita menghindari dosa. Roh Kudus meyakinkan kita bahwa “tidak ada kedamaian bagi orang fasik.” (Yes. 48:22) Ketenangan kita akan ditingkatkan dengan kerendahan hati dan kelembutan. Orang yang angkuh dan ambisius tidak akan pernah merasa damai. “Marilah kepada-Ku,” Yesus mengundang kita, “semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat. 11:28-29)

Maka, satu-satunya cara agar kita dapat memperoleh kedamaian jiwa adalah dengan menghindari dosa, menerapkan kerendahan hati, dan menaati hukum Allah. Para Orang Kudus memiliki ketenangan ini, bahkan di saat-saat pencobaan dan penderitaan, karena mereka hidup di dalam Allah dan setia sepenuhnya terhadap hukum-hukum-Nya.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang manfaat Sakramen-sakramen dalam Gereja


 
 
 Mari kita kembali membayangkan hari ketika kita dibaptis. Itu adalah hari kelahiran kembali rohani kita, ketika kita dibersihkan dari dosa asal dan diperkaya dengan karunia rahmat, yaitu kehidupan jiwa. Pada kesempatan khidmat ini kita berjanji melalui perantaraan wali baptis kita untuk tetap setia pada kepercayaan yang telah kita terima dan untuk meninggalkan Setan dan apa pun yang memiliki kekuatan untuk memadamkan kehidupan supernatural kita dan menjerumuskan kita ke dalam dosa.

Sudahkah kita menepati janji-janji yang dibuat atas nama kita dan yang kita ulangi dari waktu ke waktu di depan altar seiring bertambahnya usia? Setiap anugerah Tuhan menuntut rasa syukur dan kerja sama kita. Kita sendiri akan mengalami kerugian besar jika kita tetap bersikap dingin dan acuh tak acuh meskipun kita telah menerima nikmat berharga dari Tuhan. Tuhan itu sangat baik dan penuh belas kasihan, namun justru karena inilah Dia menuntut kerja sama yang baik dari kita. Jika kita menyalahgunakan rahmat-Nya, Dia akan membiarkan kita melakukan apa yang kita inginkan. Kita tidak akan lagi menyadari inspirasi-Nya dan seruan-Nya kepada kita untuk maju dalam kebajikan. Lalu apa yang akan terjadi pada kita? Kita akan menjadi seperti dataran gersang yang hanya tumbuh rumput liar dan duri. Hidup kita akan menjadi tidak berarti dan tanpa tujuan, karena Tuhan dan kebahagiaan abadi adalah satu-satunya tujuan yang layak kita kejar.

Orang Kudus hari ini: 11 Desember 2023 Paus St. Damasus I

Public Domain

 
 Hari ini, Gereja juga memperingati Paus St. Damasus I, salah satu pemimpin Gereja perdana yang membantu memperkuat Gereja di tengah masa-masa yang penuh gejolak dan tantangan, karena dia sangat berkomitmen dalam mengabdikan waktu dan upayanya untuk Gerejam bahkan sejak sebelum dia terpilih dan memerintah sebagai Paus dan karenanya menjadi pemimpin Gereja. Paus St. Damasus I adalah seorang Diakon Agung Gereja dan menurut tradisi, ia juga mengikuti Paus Liberius ke pengasingan ketika Paus Liberius dianiaya oleh Kaisar Romawi Konstantius II yang merupakan pendukung ajaran sesat Arian. Kemudian, selama menjabat sebagai Paus, Paus St. Damasus I adalah seorang pembela iman yang gigih melawan berbagai ajaran sesat yang mengganggu Gereja dan umat beriman pada saat itu.

Bacaan Harian: 11 - 17 Desember 2023

Senin, 11 Desember 2023: Hari Biasa Pekan II Adven (U). Peringatan Fakultatif St. Damasus, Paus (P).
Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26. 
 
Selasa, 12 Desember 2023: Hari Biasa Pekan II Adven (U). Peringatan Fakultatif St. Perawan Maria Guadalupe (P).
Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14. 

Rabu, 13 Desember 2023: Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir (M).
Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10; Mat. 11:28-30.

Kamis, 14 Desember 2023: Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib (P).
Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15. 

Jumat, 15 Desember 2023: Hari Biasa Pekan II Adven (U).
Yes. 48:17-19; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mat. 11:16-19. 

Sabtu, 16 Desember 2023: Hari Biasa Pekan II Adven (U). Sore: Novena Natal Pertama
Sir. 48:1-4, 9-11; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; Mat. 17:10-13. 

Minggu, 17 November 2023: Hari Minggu Adven III (MM/U)
Yes. 61:1-2a,10-11; MT Luk. 1:46-48,49-50,53-54; 1Tes. 5:16-24; Yoh. 1:6-8,19-28.
 
 

Senin, 11 Desember 2023 Hari Biasa Pekan II Adven

 
Senin, 11 Desember 2023
Hari Biasa Pekan II Adven
  
“Mengenai misteri Allah dalam Yesus Kristus dan Gereja-Nya. Tanpa aktivitas teologis yang sehat dan kuat, Gereja berisiko [mengalami] kegagalan dalam memberikan ekspresi penuh mengenai harmoni antara iman dan akal budi.” (Paus Benediktus XVI)
    
Antifon Pembuka (Yer 31:10; Yes 35:4)

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke batas bumi: Janganlah takut! Lihat, Penebus kita akan datang.
 
Hear the word of the Lord, O nations; declare it to the distant lands: Behold, our Savior will come; you need no longer fear.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahabaik, semoga doa permohonan kami naik ke hadirat-Mu. Perkenankanlah kami mengabdi pada-Mu dengan hati tulus ikhlas, agar kami layak menyambut misteri penjelmaan Putra-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.  Amin.     

Bacaan dari Kitab Yesaya (35:1-10)
  
"Allah sendiri yang menyelamatkan kamu."
     
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya; Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang yang hangat akan menjadi kolam dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy