| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Orang Kudus hari ini: 16 April 2023 St. Bernadetta Soubirous

St. Bernadetta Soubirous adalah seorang anak berusia 14 tahun yang miskin, kurang gizi, menderita asma, tidak berpendidikan, mungkin belajar cacat ketika dia menemani saudara perempuannya dan seorang temannya dalam misi pengumpulan kayu bakar ke gua Massabielle. Saat berada di sana, Bernadetta mendapat penglihatan tentang "wanita cantik". Baik saudara perempuannya maupun teman mereka tidak melihat apa yang dilihatnya, dan dia meminta mereka untuk tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun. Sementara dia adalah penerima penglihatan surgawi Perawan Maria yang Terberkati pada tahun 1858 ketika dia berusia 14 tahun, penampakan itu menjadi salib yang sangat besar selama sisa hidupnya.
.
Hampir semua orang mengira dia gila dan butuh banyak penyembuhan ajaib sebelum orang mulai mempercayainya. Namun, bahkan setelah Gereja mengakui kejadian supernatural, popularitas situs tersebut memberinya banyak perhatian yang tidak diinginkan. Dia kemudian mencari pengasingan di sebuah biara di mana dia terus menderita melalui berbagai cobaan sebelum meninggal pada usia 35 tahun. 
 
(CC BY-SA 3.0)
 

Minggu, 16 April 2023 Hari Minggu Paskah II

 

 
Minggu, 16 April 2023
Hari Minggu Paskah II
(Hari Kedelapan Oktaf Paskah - Hari Minggu Kerahiman Ilahi)
  
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yoh 20:26)
    
Antifon Pembuka (1Ptr 2:2)
 
Jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu haus akan air susu rohani yang murni supaya olehnya kamu tumbuh dan diselamatkan, alleluya.

Quasi modo geniti infantes, alleluia: rationalbiles, sine dolo lac concupiscite, alleluia, alleluia, alleluia.
 
Like newborn infants, you must long for the pure, spiritual milk,that in him you may grow to salvation, alleluia.
     
Doa Pagi
 
Allah yang Maharahim, dalam perayaan Pesta Paskah ini Engkau menyalakan iman umat yang dikuduskan bagi-Mu. Tambahkanlah rahmat yang telah Engkau anugerahkan agar kami semua semakin memahami betapa agung pembaptisan yang menyucikan kami, betapa luhur Roh yang melahirkan kami kembali, dan betapa mulia darah yang menebus kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:42-47)   

"Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama."
    
Orang-orang yang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sementara rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda. Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan sehati tiap-tiap hari mereka berkumpul di Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah-rumah jemaat secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah. 
 

Beberapa hal yang perlu diketahui seputar Minggu Kerahiman Ilahi

 

Minggu Kerahiman Ilahi dirayakan pada hari Minggu Kedua Paskah. Itu didasarkan pada wahyu pribadi St. Faustina Kowalska, yang merekomendasikan devosi khusus kepada Kerahiman Ilahi. Minggu Kerahiman Ilahi juga memiliki keterkaitan dengan bacaan Kitab Suci pada hari Minggu Paskah Kedua.
 
 Pada tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi St. Faustina dan, selama upacara, ia menyatakan penting bagi kita untuk menerima seluruh pesan yang datang kepada kita dari Sabda Allah pada hari Minggu Paskah Kedua ini, yang mulai sekarang di seluruh Gereja akan disebut "Minggu Kerahiman Ilahi".

Dalam pelbagai bacaan, liturgi seolah menunjukkan jalan belas kasih yang selain membangun kembali hubungan setiap pribadi dengan Tuhan, juga menciptakan hubungan baru solidaritas persaudaraan di antara umat manusia [ Homili, 30 April 2000 ]. 
 
Untuk memastikan agar umat beriman merayakan hari ini dengan devosi yang mendalam, Paus Yohanes Paulus II sendiri menetapkan bahwa hari Minggu ini diperkaya dengan indulgensi penuh, sehingga umat beriman dapat menerima karunia yang berlimpah-limpah. dari penghiburan Roh Kudus.

Sabtu, 15 April 2023 Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah

 

Sabtu, 15 April 2023
Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah
     

“Aku bersukacita dengan kalian di dalam Tuhan kita Yesus Kristus… dan  karena akar yang kuat dari imanmu… yang tetap bertahan sampai saat ini dan menghasilkan buah bagi Tuhan kita Yesus Kristus, yang demi dosa-dosa kita telah menderita sampai wafat, [namun] “yang dibangkitkan Allah dari orang mati dan telah melepaskan belenggu maut.” (St. Polikarpus (69-155), murid St. Yohanes Rasul, Uskup Smyrna.)


Antifon Pembuka (Mzm 105:43)

Tuhan mengantar umat-Nya dalam kegembiraan, dan para pilihan-Nya dengan sukacita. Alleluya.

The Lord brought out his people with joy, his chosen ones with shouts of rejoicing, alleluia.
      
 
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.
    
Doa Pagi

Ya Allah, Engkau telah melimpahkan rahmat-Mu kepada bangsa-bangsa yang percaya kepada-Mu. Pandanglah umat pilihan-Mu yang telah dilahirkan kembali dalam pembaptisan. Semoga kami Kauperkenankan memperoleh kebahagiaan abadi. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
      
Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:13-21)
    
"Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
        
Pada waktu itu Rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Ketika para pemimpin Yahudi dan tua-tua umat serta ahli-ahli Taurat melihat keberanian mereka, padahal keduanya adalah orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka. Dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan para rasul itu berdiri di samping kedua rasul itu mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Maka mereka enyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang. Lalu berundinglah mereka, dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.” Setelah kedua rasul itu disuruh masuk lagi, mereka diperintahkan supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  

Waspada dengan penipuan!

Sehubungan dengan maraknya penipuan dengan beraneka macam modus di media sosial, telepon, dll kami mengingatkan Bapak/ibu/saudara/i
Donasi untuk Renungan Pagi/Lumen Christi hanya melalui QRIS RPG ID / Lumen Christi, rekening BCA ******3331 seturut dengan kerelaan, ketulusan Anda, tidak ada paksaan. 
Kami tidak pernah menghubungi Anda untuk meminta sesuatu melalui e-mail, whatsapp, dll. Tidak ada broadcast dari renunganpagi.id, veritatis.splendor.id melalui kanal medsos berbasis chatting (whatsapp, telegram, dll). Kalau ada yang broadcast ulang renungan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim, bukan tanggung jawab kami.
 
Hubungi renunganpagi.id hanya di kanal berikut:
 
Kolom Komentar facebook/renunganpagi.id  

Akses e-mail mulai 13/04/2023 kami batasi hanya untuk yang sudah mengetahui e-mail kami k****k.***@gmail.com. 
Kami memberikan notifikasi melalui e-mail untuk Anda yang memberikan donasi rutin dalam 3 bulan terakhir melalui rek BCA 3331.
 

Jumat, 14 April 2023 Hari Jumat dalam Oktaf Paskah

Jumat, 14 April 2023
Hari Jumat dalam Oktaf Paskah

“Perintah kepada para rasul untuk menjadi saksi bagi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan bahkan sampai ke ujung bumi tidak ditujukan secara eksklusif kepada mereka yang langsung diberitahukan. membawa tugas yang begitu besar sampai selesai. Demikian pula Dia tampaknya berbicara kepada para rasul secara sangat pribadi ketika Dia berkata: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman." namun siapa yang tidak tahu bahwa Dia membuat janji ini kepada Gereja Katolik yang akan bertahan dari sekarang bahkan sampai akhir dunia melalui kelahiran dan kematian yang berurutan?” St. Agustinus (kutipan dari Surat 199, Kepada Hesychius 49)


Antifon Pembuka (Mzm 78(77):53)

Tuhan mengantar umat-Nya dengan selamat dan mencampakkan musuh mereka ke laut. Alleluya.

The Lord led his people in hope, while the sea engulfed their foes, alleluia.
  
 
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.
  
Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah menganugerahkan misteri Paskah sebagai jaminan perjanjian damai antara Engkau dan umat manusia. Kuatkanlah kiranya hati kami, supaya damai yang kami rayakan ini, kami nyatakan pula dalam perbuatan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:1-12)
    
"Keselamatan hanya ada di dalam Yesus."
        
Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba-tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap, lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, "Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati; karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Dosa Kesombongan


 Kesombongan adalah dosa Setan. Menjadi roh yang murni, dia tidak dapat melakukan dosa yang memiliki objek materi, seperti dosa kenajisan atau keserakahan. Satu-satunya dosa yang dapat dilakukan roh adalah kesombongan. Setan telah diciptakan oleh Tuhan* dan telah diberkati dengan karunia-karunia yang paling agung, tetapi dia wajib menjalani ujian agar dia dapat memperoleh pahala yang disediakan untuknya oleh Tuhan, yaitu kebahagiaan abadi dari Penglihatan Bahagia. Secara umum diyakini bahwa Tuhan mengungkapkan kepada Setan dan kepada semua legiun Malaikat, Firman Kekal menjadikan manusia, Yesus Kristus, dan memerintahkan mereka untuk menyembah Dia. Tetapi ketika Setan dan Malaikat pemberontak lainnya melihat dalam diri Yesus Kristus sifat yang jauh lebih rendah dari sifat mereka, mereka marah karena Sabda Ilahi tidak dipersatukan dengan sifat malaikat dan bukan dengan sifat manusia. Mereka menolak untuk menundukkan kepala mereka yang angkuh dan melemparkan ultimatum yang angkuh dan menghujat kepada Tuhan: "Aku tidak akan melayani."

Kamis, 13 April 2023 Hari Kamis dalam Oktaf Paskah


Kamis, 13 April 2023
Hari Kamis dalam Oktaf Paskah

Yesus yang telah bangkit berhubungan langsung dengan murid-murid-Nya: Ia membiarkan diri-Nya diraba Bdk. Luk 24:39; Yoh 20:27. dan Ia makan bersama mereka Bdk. Luk 24:30.41-43; Yoh 21:9.13-15.. Ia mengajak mereka untuk memastikan bahwa Ia bukan hantu Bdk. Luk 24:39., sebaliknya untuk membenarkan bahwa tubuh yang baru bangkit sebagaimana Ia berdiri di depan mereka, adalah benar-benar tubuh yang sama dengan yang disiksa dan disalibkan, karena Ia masih menunjukkan bekas-bekas kesengsaraan-Nya Bdk. Luk 24:40; Yoh 20:20.27.. Tetapi tubuh yang benar dan sungguh-sungguh ini serentak pula memiliki sifat-sifat tubuh baru yang sudah dimuliakan: Yesus tidak lagi terikat pada tempat dan waktu, tetapi dapat ada sesuai dengan kehendak-Nya, di mana dan bilamana Ia kehendaki Bdk. Mat 28:9.16-17; Luk 24:15.36; Yoh 20:14.19.26; 21:4.. Kodrat manusiawi-Nya tidak dapat ditahan lagi di dunia dan sudah termasuk dunia ilahi Bapa-Nya Bdk. Yoh 20:17.. Atas dasar ini, maka Yesus yang bangkit juga bebas untuk menampakkan Diri, sesuai dengan kehendak-Nya: dalam sosok tubuh seorang tukang kebun Bdk. Yoh 20:14-15. atau "dalam satu bentuk lain" (Mrk 16:12) dari bentuk yang sudah terbiasa untuk para murid. Dengan demikian iman mereka mau dibangkitkan Bdk. Yoh 20:14.16; 21:4.7. (Katekismus Gereja Katolik, 645)


Antifon Pembuka (Keb 10:20-21)

Ya Tuhan, kami semua memuji kejayaan tangan-Mu; sebab kebijaksanaan telah membuka mulut orang bisu, dan membuat kanak-kanak patah lidah, alleluya.

They praised in unison your conquering hand, O Lord, for wisdom opened mouths that were mute and gave eloquence to the tongues of infants, alleluia.

  
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, Engkau telah mempersatukan berbagai bangsa dalam iman akan nama-Mu. Kami telah Kaulahirkan kembali dalam air pembaptisan. Semoga kami tetap bersatu, baik dalam iman maupun dalam karya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (3:11-26)
  
"Yesus, Pemimpin kepada hidup, yang telah kamu bunuh; tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati."
    
Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh. Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh orang banyak yang sangat keheranan datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu? Dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan. Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh! Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan dalam nama Yesuslah, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpinmu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku! Dengarkanlah Dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Rabu, 12 April 2023 Hari Rabu dalam Oktaf Paskah

Rabu, 12 April 2023
Hari Rabu dalam Oktaf Paskah

“Misteri Paskah salib dan kebangkitan Kristus adalah jantung warta gembira.” – Katekismus Gereja Katolik, No. 571

Antifon Pembuka (Bdk. Mat 25:34)

Marilah, hai kamu yang diberkati Bapa-Ku. Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan, alleluya.

Come, you blessed of my Father; receive the kingdom prepared for you from the foundation of the world, alleluia.
      
 
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.
        
Doa Pagi

Allah Bapa sumber sukacita kami, setiap tahun Engkau menggembirakan kami dengan perayaan Kebangkitan Kristus. Semoga perayaan yang kami langsungkan ini membimbing kami menuju sukacita abadi. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (3:1-10)
    
"Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, berjalanlah!"
             
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata, “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku! Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian kemari dan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah; ia berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah, mereka mengenali dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah. Maka mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Ul: 7a.8a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya; percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya, Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.         

Homili Paskah oleh Melito dari Sardis, Uskup (+180 M)

Pujian Paskah bagi Kristus
Kita harus mengerti, yang terkasih, bahwa misteri paskah itu lama dan baru, sementara dan abadi, dapat rusak dan tidak dapat rusak, fana dan abadi. Dari segi hukum itu sudah tua, dari segi Firman itu baru. Dalam sosoknya ia berlalu, dalam keanggunannya ia abadi. Itu fana dalam pengorbanan anak domba, fana dalam kehidupan kekal Tuhan. Itu fana dalam penguburannya di bumi, abadi dalam kebangkitan-Nya dari kematian.

Hukum memang sudah tua, tetapi Firman itu baru. Jenisnya sementara, tetapi kasih karunia itu abadi. Domba itu fana, tetapi Tuhan tidak fana. Dia disembelih sebagai anak domba; Dia bangkit kembali sebagai Tuhan. Dia dibawa seperti domba ke pembantaian, namun Dia bukan domba. Dia diam seperti anak domba, namun Dia bukan anak domba. Jenisnya telah tiada; kenyataan telah datang. Domba memberi tempat kepada Allah, domba memberi tempat kepada manusia, dan manusia itu adalah Kristus, yang memenuhi seluruh ciptaan. Pengorbanan anak domba, perayaan Paskah, dan ketentuan-ketentuan Hukum telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Di bawah hukum lama, dan terlebih lagi di bawah dispensasi baru, semuanya menunjuk ke arahnya.

Orang Kudus hari ini: 11 April 2023 St. Stanislaus


Hari ini Gereja memperingati St. Stanislaus, seorang uskup dan martir suci, seorang uskup Polandia di Krakow yang hidup kira-kira delapan ratus tahun yang lalu. Dalam bahasa Polandia: Stanisław Szczepanowski atau Stanisław ze Szczepanowa "Jadilah dan muliakan Tuhan" seru ayahnya saat lahir, itulah asal usul namanya. Siapa pun yang memakai namanya adalah untuk memuliakan Tuhan dengan seluruh hidupnya. St Stanislaus adalah hamba Tuhan yang hebat yang membantu mendirikan Gereja dan ajarannya lebih kokoh di tanah Polandia. Namun, dia harus bersaing dengan seorang raja Boselaw II, yang pada akhirnya akan menjadi orang yang membantai dia dengan darah dingin.
 

Sukacita Paskah: Aku hidup, dan kamu akan hidup."


 Kegembiraan Paskah menemukan ekspresi alaminya dalam Komuni Kudus yang penuh sukacita, perjamuan Paskah. Komuni Kudus adalah makanan yang di atasnya hidup baru dalam Tuhan Yesus yang Bangkit dipelihara. Dia yang bangkit dari kematian memasuki jiwa kita secara pribadi, dan meneranginya dengan kepenuhan hidup baru-Nya. Seperti apa Dia, kita juga; sebagaimana Dia bangkit dari kematian, demikian pula kita akan bangkit. Kita sekarang berjalan “dalam hidup yang baru” (Roma 6:4).

Semangat masa Paskah adalah semangat rasa syukur yang tulus kepada Kristus yang bangkit, yang melaluinya kita memiliki hidup yang kekal. "Aku hidup, dan kamu akan hidup." Kita harus memperoleh semangat sukacita ini, semangat yang akan mengangkat kita dari dosa dan dunia dan kematian. Kristus yang bangkit akan memberi kita kekuatan untuk mengalahkan kuasa kegelapan dan kematian. Kita harus memiliki semangat pengharapan. Sejak Kristus bangkit, kita akan pasti akan bangkit pada hari terakhir, dan tubuh kita akan dibangunkan untuk hidup yang kekal. "Aku tidak akan mati, tapi hidup." Kita harus memiliki iman yang tak tergoyahkan, karena Kristus bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya membuktikan keilahian-Nya dan kebenaran ajaran-Nya.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci pada Paskah: Pembawa Damai


 Ketika Yesus lahir di palungan di Bethlehem, langit bersinar terang dan Malaikat turun bernyanyi: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Ketika Tuhan kita telah bangkit dari kematian, Dia menyapa para Rasul dengan kata-kata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kedamaian adalah anugerah dari Tuhan; hanya Dia yang dapat memberikan kedamaian sejati. Kedamaian dunia ini memiliki nilai tertentu, tetapi tidak seperti kedamaian yang sejati dan memuaskan jiwa yang dapat diberikan Allah kepada kita. Inilah sebabnya Yesus berkata kepada para Rasul-Nya: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia." (Yohanes 14:27)

Kedamaian dunia bersifat eksternal dan dapat diganggu atau dihancurkan oleh manusia, tetapi kedamaian Allah bersifat internal dan tidak ada yang dapat menghancurkannya kecuali dosa. Dimungkinkan untuk dianiaya dan difitnah namun tetap menjaga kedamaian batin, seperti yang dilakukan para Martir dan Orang Suci dalam kesengsaraan. Kedamaian batin inilah yang harus kita capai. Kita akan benar-benar puas ketika kita telah mencapainya, karena, seperti dikatakan St. Thomas (Aquinas), "kepenuhan sukacita adalah kedamaian." (Summa, I-II, q. 70, a.3) St Thomas (Aquinas) mendefinisikan perdamaian sebagai "tranquillitas ordinis," (Summa, II-II, q. 29, a.1 ad. 1) yaitu "ketenangan ketertiban"; St Agustinus menyebutnya "ordinata corcordia," (De Civitate Dei, XIX:13) yaitu "harmoni yang teratur." Tidaklah cukup untuk keharmonisan dan keteraturan ini dibangun secara eksternal di antara manusia. Keharmonisan dan ketertiban ini harus menguasai pertama-tama dalam pikiran dan hati kita, dan dalam tindakan kita.

Selasa, 11 April 2023 Hari Selasa dalam Oktaf Paskah

Selasa, 11 April 2023
Hari Selasa dalam Oktaf Paskah
  
'Kita harus sering mengingat apa yang Kristus katakan, bahwa bukan dia yang memulai, tetapi dia yang bertahan sampai akhir, yang akan diselamatkan.' (St. Filipus Neri)

 
Antifon Pembuka (Bdk. Sir 15:3-4)

Kebijaksanaan dianugerahkan kepada kita laksana air untuk diminum. Kebijaksanaan Tuhan berakar dalam hati kita, dan membahagiakan kita selama-lamanya. Alleluya.

He gave them the water of wisdom to drink; it will be made strong in them and will not be moved; it will raise them up for ever, alleluia.
  
  
Selama Oktaf Paskah ada Madah Kemuliaan.
 
Doa Pagi

Allah Bapa Pencipta dan Penyelamat, Engkau telah memulihkan kami dengan perayaan Paskah. Bimbinglah kami dengan rahmat-Mu agar kami memperoleh kebebasan sempurna, sehingga dapat bergembira di dunia dan bersukacita di surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.        
       
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:36-41)
   
"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus."
     
Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bumi penuh dengan kasih setia-Mu.
Ayat. (Mzm 33:4-5.18-19.20.22)
1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.   

Bacaan Harian 10 - 16 April 2023

Senin, 10 April 2023: Hari Senin dalam Oktaf Paskah (P).
Kis 2:14, 22-33/Mzm 16:1-2a dan 5, 7-8, 9-10, 11/ Mat 28:8-15
 
Selasa, 11 April 2023: Hari Selasa dalam Oktaf Paskah (P).
Kis 2:36-41/Mz 33:4-5, 18-19, 20 dan 22/ Yoh 20:11-18
 
Rabu, 12 April 2023: Hari Rabu dalam Oktaf Paskah (P). 
Kis 3:1-10/Mzm 105:1-2, 3-4, 6-7, 8-9/Luk 24:13-35
 
Kamis, 13 April 2023: Hari Kamis dalam Oktaf Paskah (P). 
Kis 3:11-26/Mzm 8:2ab dan 5, 6-7, 8-9/Luk 24:35-48
 
Jumat, 14 April 2023: Hari Jumat dalam Oktaf Paskah (P). 
Kis 4:1-12/Mzm 118:1-2 dan 4, 22-24, 25-27a/Yoh 21:1-14
 
Sabtu, 15 April 2023: Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah (P). 
Kis 4:13-21/Mzm 118:1 dan 14-15ab, 16-18, 19-21/ Mrk 16:9-15
 
Minggu Depan: Minggu, 16 April 2023: Hari Minggu Paskah II - Hari Minggu Kerahiman Ilahi - Hari Kedelapan dalam Oktaf Paskah (P). 
Kis 2:42-47/Mzm 118:2-4, 13-15, 22-24 (1)/1 Pet 1:3-9/Yoh 20:19-31
 
Selama Oktaf Paskah madah Kemuliaan dinyanyikan/didaraskan.  
 
 
Credit:HuyNguyenSG /istock.com

Kutipan Harian dari Para Bapa Gereja Perdana: Alleluya Paskah, oleh St. Agustinus dari Hippo, 354-430 M

 

“Pikiran kita dalam kehidupan sekarang ini harus tertuju pada puji-pujian kepada Tuhan, karena dengan memuji Tuhanlah kita akan bersukacita selamanya di kehidupan yang akan datang; dan tidak seorang pun dapat siap untuk kehidupan selanjutnya kecuali dia melatih dirinya untuk itu sekarang. Jadi kami memuji Tuhan selama kehidupan duniawi kami, dan pada saat yang sama kami mengajukan permohonan kami kepada-Nya. Pujian kami diungkapkan dengan sukacita, permohonan kami dengan kerinduan. Kita telah dijanjikan sesuatu yang belum kita miliki, dan karena janji itu dibuat oleh Orang yang menepati janji-Nya, kita percaya pada-Nya dan senang; tetapi sejauh kepemilikan tertunda, kita hanya bisa merindukan dan merindukannya. Adalah baik bagi kita untuk bertekun dalam kerinduan sampai kita menerima apa yang dijanjikan, dan kerinduan adalah berakhir; maka pujian saja akan tetap ada." (kutipan dari komentar atas Mazmur 148, 1-2)

 

Karya:Isaac74 / istock.com

 

Senin, 10 April 2023 Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Credit: pmmart/istock.com



Senin, 10 April 2023
Hari Senin dalam Oktaf Paskah

“Hidup kita di dalam Kristus harus menjadi kebangkitan terus-menerus, pendakian terus-menerus menuju kesempurnaan yang akan mengangkat kita dari dosa ke keadaan rahmat, dari keadaan rahmat ke semangat, dan dari semangat ke kesucian.” (Antonio Kardinal Bacci)

Antifon Pembuka (bdk. Kel 13:5.9)

Tuhan telah mengantar kamu masuk ke tanah yang berlimpah-limpah susu dan madu. Semoga hukum Tuhan kamu renungkan selalu. Alleluya.

The Lord has led you into a land flowing with milk and honey, that the law of the Lord may always be on your lips, alleluia.
  

 
Selama Oktaf Paskah ada Madah Kemuliaan.
      
Doa Pagi

Allah Bapa sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umat-Mu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hamba-Mu ini, hidup sesuai dengan sakramen baptis yang telah kami terima dalam iman.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:14.22-32)
    
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."
      
Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
atau Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Ayat. (Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Ul: 5a)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku."
2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.   

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kebangkitan

 Kebangkitan Yesus Kristus adalah kebenaran mendasar dari iman kita. Yesus bermaksud agar hal itu terjadi sedemikian rupa sehingga tidak ada yang dapat menyangkalnya secara masuk akal. Tidak ada fakta sejarah yang dapat ditegakkan oleh bukti yang begitu jelas dan banyak seperti Kebangkitan Tuhan kita. Itu terutama muncul dari kepastian mutlak kematian Yesus. Setelah pencambukan yang mengerikan, dimahkotai duri, dan penyaliban, darah-Nya telah tercurah selama tiga jam dari tangan dan kaki-Nya yang dipaku. Selain itu, meskipun dia melihat bahwa Kristus telah wafat, prajurit Romawi itu menusuk jantung-Nya dengan tombak. Jenazahnya diturunkan dari salib dan dimasukkan ke dalam kubur sampai hari ketiga. Oleh karena itu, Yesus telah wafat dan dikuburkan. Tapi masih ada bukti lebih lanjut. Orang-orang Yahudi ingat bahwa Yesus telah menubuatkan bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Untuk alasan ini mereka menyegel makam dan mereka menempatkan seorang penjaga di sampingnya sehingga jenazah tidak dapat dicuri. Terlepas dari batu besar di mulut makam, bagaimanapun, Tuhan kita bangkit dalam kemuliaan, melemparkan para penjaga ke dalam keadaan teror dan kebingungan. Para penjaga yang ketakutan berlari ke arah para pemimpin Sanhedrin dan menceritakan apa yang telah terjadi. Jika otoritas Yahudi percaya bahwa para prajurit itu bertanggung jawab, mereka akan menghukum mereka, dan jika mereka percaya bahwa tubuh Tuhan kita telah dicuri, mereka akan mencari-Nya. Sebaliknya, mereka menyuap para prajurit untuk mengatakan bahwa tubuh Yesus telah dicuri ketika mereka sedang tidur. (Mat 28:12) St Agustinus mengomentari kebodohan orang-orang Yahudi dalam memanggil kesaksian saksi tidur! Yesus, terlebih lagi, memastikan bahwa St Tomas tidak akan hadir ketika Dia menampakkan diri kepada para Rasul lainnya, dan bahwa dia akan percaya hanya ketika dia telah melihat luka di tangan dan kaki-Nya dan telah meletakkan jarinya di luka yang dibuat oleh tombak di sisi Tuhan kita. Bukti lebih lanjut apa yang bisa diharapkan orang? Namun, masih ada bukti yang lebih kuat. Setelah kematian Yesus, para Rasul adalah sekelompok kecil orang yang putus asa dan kecewa, tanpa keberanian atau kemampuan untuk mencapai apa pun. Hanya Kebangkitan Yesus yang dapat memberi mereka keberanian tertinggi untuk melawan orang Yahudi dan mengubah dunia. Marilah kita jatuh dalam adorasi di hadapan Kristus yang bangkit dan berkata bersama St. Tomas Rasul: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28)

Kristus yang Bangkit digambarkan dalam lukisan "Kebangkitan" karya master Italia abad ke-15, Andrea Mantegna. Paskah, hari raya utama dalam kalender liturgi semua gereja Kristen, memperingati kebangkitan Kristus dari antara orang mati.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy