| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 11 Agustus 2026 St. Klara dari Assisi, Perawan

 

 
WELLCOMEIMAGES | CC
 
   

Cahaya Iman dan Penyerahan Diri: Belajar dari Santa Klara dari Assisi

Hari ini, Gereja memperingati Santa Klara dari Assisi, seorang yang hidup sezaman dan berbagi visi rohani yang sama dengan Santo Fransiskus dari Assisi. Lahir di tengah keluarga yang saleh, benih cinta kepada Allah telah tertanam kuat dalam diri Klara sejak usia dini.

Memilih Jalan Sunyi yang Radikal Alih-alih menerima rencana pernikahan yang menjanjikan kenyamanan duniawi dari keluarganya, Santa Klara mengambil keputusan yang berani. Ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah, memilih jalan kemiskinan dan pelayanan bersama Santo Fransiskus. Semangatnya ini memancarkan daya tarik yang begitu kuat, hingga ia berhasil menghimpun para perempuan yang rindu menghidupi karisma Fransiskan. Komunitas inilah yang kelak dikenal sebagai Ordo Wanita Miskin (atau yang kini sering disebut Ordo Klaris).

Pemimpin yang Melayani dan Keajaiban Penyerahan Diri Setelah sempat mendalami kehidupan doa bersama para suster Benediktin, Santa Klara akhirnya menetap dan melayani sebagai Abdis bagi komunitasnya di biara San Damiano. Di sana, ia mempraktikkan gaya hidup asketis yang ketat, namun hatinya senantiasa terbuka untuk mempedulikan kebutuhan para susternya serta masyarakat yang menderita.

Kekuatan imannya yang paling dikenang terbukti dalam sebuah peristiwa bersejarah yang luar biasa:

Ketika pasukan tentara Kaisar Romawi Suci bersiap menyerbu dan menghancurkan wilayahnya, Santa Klara tidak mengangkat senjata duniawi. Di tengah ketakutan yang mencekam, ia berserah penuh kepada Tuhan. Ia membawa Sakramen Mahakudus dalam monstrans menghadap para musuh. Secara ajaib, monstrans tersebut memancarkan cahaya yang begitu terang dan menyilaukan, membuat pasukan musuh gentar dan mundur. Biara serta seluruh kota pun selamat berkat iman satu orang yang berserah total kepada Tuhannya.

Selasa, 11 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Klara, Perawan

    

Selasa, 11 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Klara, Perawan
 
“Cinta Kristus mengobarkan cinta kita; memandang Dia menyegarkan kita” (St. Klara dari Assisi)
 

Antifon Pembuka

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bernyala.

Doa Pagi


Allah Bapa yang penuh belas kasih, dalam diri Santa Klara telah menumbuhkan cinta akan kemiskinan. Semoga berkat doanya kami mengikuti Kristus dengan semangat kemiskinan, supaya layak memandang Engkau dalam kerajaan surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.          
    

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (2:8 – 3:4)
 
"Diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan, dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku." 
 
Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, dengarkanlah sabda-Ku kepadamu. Janganlah membantah seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.” Aku melihat, ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab. Ia membentangkannya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah, dan rintihan. Sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan. Lalu sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini dan isilah perutmu dengannya.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Tuhan bersabda lagi, “Hai anak manusia, mari, pergilah! Temuilah kaum Israel, dan sampaikanlah sabda-Ku kepada mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Senin, 10 Agustus 2026 Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir

   

Senin, 10 Agustus 2026
Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir

“Laurensius cinta akan Kristus di dalam hidup dan mengikuti-Nya di dalam maut” (St. Agustinus)

Antifon Pembuka

Santo Laurensius menyerahkan diri demi Gereja. Karena itu, pantas menderita sebagai saksi iman dan menghadap Tuhan Yesus Kristus dengan sukacita.
 
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
 
Doa Pagi

Allah Bapa, cahaya abadi yang cemerlang, karena cinta kasih ang berapi-api, Santo Laurensius menjadi pelayan-Mu yang setia dan martir-Mu yang mulia. Semoga kami mengasihi yang dikasihinya dan melaksanakan yang diajarkannya.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
   
Workman | CC BY-SA 4.0
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (9:6-10)   
   
"Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."
  
Saudara-saudara, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma, kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia jugalah yang akan menyediakan benih bagi kamu; Dialah yang akan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan Harian: 10 - 16 Agustus 2026

Senin, 10 Agustus: Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir (M). 
2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9; Yoh. 12:24-26.
 
Selasa, 11 Agustus: Peringatan Wajib St. Klara, Perawan (P). 
Yeh 2:8-3:4; Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Mat 18:1-5.10.12-14
 
Rabu, 12 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).  
Yeh 9:1-7; 10:18-22; Mzm 113:1-2.3-4.5-6; Mat 18:15-20. 
 
Kamis, 13 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).  
Yeh 12:1-12; Mzm 78:56-57.58-59.61-62; Mat 18:21-19:1. 
 
Jumat, 14 Agustus: Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe, Martir (M) 
Yeh 16:1-15.60.63 atau Yeh 16:59-63; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6; Mat 19:3-12
 
Sabtu, 15 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).  
Pfak St. Tarsisius
Yeh 18:1-10.13b.30-32; Mzm 51:12-13.14-15.18-19; Mat 19:13-15. 
*Di luar Indonesia Hari Raya SP. Maria Diangkat ke Surga
 
Minggu, 16 Agustus: Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10c-12,16; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56

Minggu, 09 Agustus 2026 Hari Minggu Biasa XIX

 

Minggu, 09 Agustus 2026
Hari Minggu Biasa XIX
   
      
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita. (1Yoh 3:24)
    
Antifon Pembuka (Mzm 74:20.19.22.23)
  
Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

Look to your covenant, O Lord, and forget not the life of your poor ones for ever. Arise, O God, and defend your cause, and forget not the cries of those who seek you.

Respice, Domine, in testamentum tuum, et animas pauperum tuorum ne derelinquas in finem: exsurge Domine, et iudica causam tuam: et ne obliviscaris voces quærentium te.
  
Doa Pagi
 
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, berkat pengajaran Roh Kudus kami boleh menyebut Engkau: Bapa. Kobarkanlah dalam diri kami semangat sebagai anak-anak-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Engkau janjikan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
 
 
Yesus berjalan di atas air (foto: Public Domain)

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (19:9a.11-13a)
    
"Berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan."
     
Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka berfirmanlah Tuhan kepadanya, "Hai Elia, keluarlah dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!" Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun, Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun, dalam gempa Tuhan pun tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun, Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api itu disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu keluar dan berdiri di depan pintu gua itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 

Orang Kudus hari ini: 08 Agustus 2026 St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah

Fr Lawrence Lew, O.P. | Flickr CC BY-NC-ND 2.0

 

 

Hari ini, Gereja memperingati Santo Dominikus (Santo Dominikus de Guzman), pendiri Ordo Pengkhotbah (Ordo Praedicatorum), yang lebih kita kenal sebagai Ordo Dominikan. Kehidupan dan panggilannya adalah kisah nyata tentang terang, keberanian, dan dedikasi tanpa henti untuk keselamatan jiwa-jiwa.

Api Pewartaan: Makna di Balik Mimpi Sang Ibu

Kisah Santo Dominikus yang lahir di Spanyol ini tidak bisa dilepaskan dari tradisi hagiografinya yang kaya makna. Dikisahkan bahwa sebelum kelahirannya, sang ibu bermimpi melihat seekor anjing melompat dari rahimnya dengan obor menyala di mulutnya, obor yang kemudian membakar seluruh bumi.

Mimpi ini bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan nubuat akan karisma Ordo Dominikan di masa depan: keberanian dan semangat yang menyala-nyala dalam mewartakan Kabar Baik, menyebarkan api kebenaran Allah ke seluruh penjuru dunia.

Sosok Penuh Cahaya dan Misteri Transfigurasi

Biasanya, Gereja memperingati para kudus pada tanggal wafatnya sebagai penanda hari "kelahiran" mereka di Surga. Santo Dominikus wafat pada tanggal 6 Agustus, yang bertepatan dengan Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Karena Pesta tersebut sudah memiliki tempat khusus, peringatan Santo Dominikus dipindahkan ke hari terdekat yang tersedia.

Namun, tanggal wafatnya ini memiliki makna simbolis yang sangat mendalam. Santo Dominikus dikenal luas oleh tokoh-tokoh sezamannya sebagai sosok yang "penuh cahaya." Hal ini tergambar dari beberapa peristiwa:

  • Bintang Pembaptisan: Menurut tradisi, ibu baptisnya melihat sebuah bintang bersinar terang di dahinya saat upacara pembaptisan berlangsung.

  • Pancaran Kasih: Beata Sisilia memberikan kesaksian indah mengenai pesona rohani Santo Dominikus:

"Dari dahi dan matanya memancar semacam cahaya yang menarik hati setiap orang untuk menghormati dan mengasihinya."

Sabtu, 08 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

 

Sabtu, 08 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

“Satu-satunya buku yang kupergunakan untuk mempersiapkan khotbah adalah buku cinta, yaitu Injil Yesus Kristus” (St. Dominikus)

Antifon Pembuka (Mzm 132 (131):9)

Semoga imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Your priests, O Lord, shall be clothed with justice; your holy ones shall ring out their joy


Doa Pagi
 
Allah Bapa yang arif bijaksana, Santo Dominikus dengan warta kebenarannya telah menyelamatkan umat-Mu pada masa lalu. Semoga kini ia tetap menolong Gereja-Mu dengan jasa dan doanya serta menjadi pelindung kami yang setia. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
       

 
 
Bacaan dari Kitab Habakuk (1:12-2:4)
   
"Orang benar akan hidup berkat imannya."
    
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudusku, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik? Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih. Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku. Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy