| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Orang Kaya

 

Orang kaya

Kitab Suci memuat beberapa hal yang sangat kejam dan mengerikan untuk dikatakan kepada orang kaya. “Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.” (Lukas 6:24) "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Mat. 19:23-24; Bdk. Markus 10:24-25, Luk 18:24-25) St. Yakobus menambahkan: “Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu. ” (Yakobus 5:1-5)

Minggu, 28 Januari 2024 Hari Minggu Biasa IV

 

Minggu, 28 Januari 2024
Hari Minggu Biasa IV
 
Barangsiapa takut akan Tuhan tidak kuatir terhadap apapun, dan tidak menaruh ketakutan sebab Tuhanlah pengharapannya. (Sir 34:14)

 
Antifon Pembuka (Mzm 105:47)

Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus dan bermegah-megah dalam puji-pujian kepada-Mu.

Save us, O Lord our God! And gather us from the nations, to give thanks to your holy name, and make it our glory to praise you.

 
atau

Lætetur cor quærentium Dominum: quærite Dominum, et confirmamini: quærite faciem eius semper.
 

Doa Pagi

 
Ya Allah, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu untuk mengajar kami. Semoga berkat pengajaran-Nya yang penuh kuasa, kami semakin terbuka dan memusatkan perhatian pada Sabda yang akan membawa pengudusan bagi hidup kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Ulangan (18:15-20)
   
 
"Seorang nabi akan Kubangkitkan, Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya."
   
Sekali peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, “Seorang nabi sama seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan. Di Gunung Horeb dulu, pada hari perkumpulan, kamu minta kepada Tuhan, Allahmu, dengan berkata: Aku tidak mau lagi mendengar suara Tuhan, Allahku, dan tidak mau lagi melihat api yang besar ini, supaya aku jangan mati! Lalu berkatalah Tuhan kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik. Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi seperti engkau dari antara saudara-saudara mereka sendiri. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan firman-Ku yang akan diucapkan oleh nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang berani mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan, atau yang berkata demi allah lain, nabi seperti itu harus mati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Meditasi Antonio Kardinal Bacci: Berbahagialah Orang Miskin

 



“Berbahagialah orang kaya.”
Ini adalah penghakiman dunia. Namun Yesus berkata: “Berbahagialah hai kamu yang miskin.” (Lukas 6:20). Kepada siapa kita harus percaya? Secara alamiah, kita harus percaya kepada Yesus. Akan tetapi, sejumlah kebingungan dapat muncul dalam pemahaman kita terhadap pepatah ini. Hal ini menjadi jelas dari konteks St. Lukas, dan masih lebih jelas dalam kata-kata St. Matius, yang menulis: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.” (Mat. 5:3) Oleh karena itu, sebagaimana dikomentari oleh St. Hieronimus dan yang lainnya, kita perlu menjadi miskin jika kita tidak terikat pada harta benda kita.

Jika orang miskin mendambakan kekayaan, lalu iri hati dan membenci orang kaya karena harta bendanya, maka ia tidak miskin di hadapan Allah. Jadi dia tidak dapat menerima berkat yang telah Tuhan kita sampaikan. Demikian pula, orang kaya mungkin terikat pada kekayaannya yang besar. Mungkin dia tidak mempunyai tujuan lain selain meningkatkannya, dan karena dia selalu memikirkan hal itu, dia mengabaikan kewajibannya terhadap Tuhan dan sesamanya. Yang terpenting, cinta akan kekayaan dapat menyebabkan dia kekurangan keadilan dan kasih amal. Perilaku orang seperti itu bertentangan dengan hukum Tuhan. Renungkan baik-baik hal ini dan jangan lalai membuat resolusi apa pun yang tampaknya perlu.

Orang Kudus hari ini: 27 Januari 2024 St. Angela Merici

 

 Saudara dan saudari dalam Kristus, hari ini Gereja Katolik memperingati St. Angela Merici, yang kehidupan dan dedikasinya kepada Tuhan dapat menjadi sumber inspirasi yang luar biasa bagi kita. Angela Merici lahir di Desenzano del Garda, Lombardia, Italia Utara pada tanggal 21 Maret 1474. 

St Angela Merici menjadi yatim piatu di usia muda, dan dia juga kehilangan saudara perempuannya tak lama kemudian. Diceritakan bahwa dia mendapat penglihatan bahwa saudara perempuannya berada di Surga, bersama para kudus dan Malaikat, ketika dia berduka karena saudara perempuannya meninggal dunia sebelum menerima sakramen pengurapan orang sakit. Sejak saat itu, dia mengabdikan dirinya kepada Tuhan dengan sepenuh hati, dan meskipun dia sangat cantik dan terkenal, dia berkomitmen dalam keperawanan suci dan kesucian selama sisa hidupnya, menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejak dan teladannya. Dia terkenal karena iman dan pengabdiannya yang besar kepada Tuhan, serta kesalehan dan kehidupan suci yang luar biasa, setelah mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan dan berkomitmen pada kehidupan doa dan pelayanan kepada Tuhan dan umat-Nya. Dia mendirikan Ordo St. Ursula dan akhirnya banyak wanita muda bergabung dengan cita-citanya dalam mengembangkan pendidikan Katolik yang menyeluruh dan baik secara khusus untuk gadis-gadis muda, menjangkau banyak orang di luar sana yang kurang beruntung dan tidak memiliki akses ke hak-hak dasar dan pendidikan di antara mereka. Pada tanggal 30 April 1768, Paus Klemens XIII (1758 - 1769) menggelari dia Beata dan kemudian dinyatakan kudus pada tanggal 31 Mei 1807 oleh Paus Pius VII (1800 - 1823).

Sabtu, 27 Januari 2024 Hari Biasa Pekan III

 
Sabtu, 27 Januari 2024
Hari Biasa Pekan III

Hati manusia merindukan dunia di mana kasih bertahan, di mana karunia-karunia dibagikan, di mana kesatuan dibangun, di mana kebebasan menemukan maknanya dalam kebenaran, dan dimana identitas ditemukan dalam persekutuan yang saling menghormati. Iman kita dapat menanggapi pengharapan-pengharapan ini : semoga kamu menjadi pelopornya! (Paus Benediktus XVI - Pesan untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-43, 24 Mei 2009)
  
Antifon Pembuka (Mzm 51:12)

Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah, dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahakuasa, semoga Kristus tidak ditolak dunia, karena kekurangan kami yang menghadirkan-Nya dengan terlalu samar-samar. Semoga kami bersama Kristus, mempedulikan, melayani, serta mengilhami dunia ini, karena Roh Kristus yang hadir dalam diri kami, namun semoga kami sendiri tidak sampai terseret oleh roh duniawi. Kami percaya bahwa Engkau senantiasa menyertai dan membantu kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
  
Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (12:1-7a.10-17)
   
 "Daud mengaku telah berdosa kepada Tuhan."
     
Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah: ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu. Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. Beginilah sabda Tuhan:’Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’ Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.” Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Hidup kudus dalam Tuhan

 




Seorang Kristen tidak bisa puas dengan keadaan biasa-biasa saja. Dia harus berjuang untuk kesempurnaan. Ini adalah perintah Yesus. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat. 5:48) Nasihat yang sama diberikan dalam Perjanjian Lama. “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus....” (Imamat 11:44) Para Rasul mempunyai kebiasaan menyebut semua orang Kristen pada masanya sebagai orang kudus. Misalnya, Santo Paulus menyapa umat beriman di gereja Efesus dengan cara ini, (Ef. 1:1) sedangkan Santo Petrus menggambarkan komunitas Kristen sebagai “bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” (I Petrus, 2:9)

Kita tidak bisa puas dengan usaha setengah hati, tapi harus bekerja keras untuk menjadi kudus. “Aku datang,” kata Yesus, “supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10) Suatu hari nanti kita akan menjadi orang-orang kudus di Surga atau di antara orang-orang terkutuk di Neraka. Siapa pun yang puas dengan keadaan biasa-biasa saja mengkhianati misi Kristus. Dia membalas rasa tidak berterima kasih atas kebaikan-Nya yang tak terbatas dan menyia-nyiakan rahmat Ilahi-Nya.

Tidak ada kebajikan yang setengah-setengah.

Jumat, 26 Januari 2024 Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup

 

 
Jumat, 26 Januari 2024
Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup
     
“Karena rahmat dan belas kasih Tuhan. apa yang sulit bagi kita, akan tampak ringan dan mudah.” (St. Yohanes Krisostomus)
      
Antifon Pembuka (Yeh 34:11; 23-24)

Tuhan bersabda, "Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka."

atau (Mzm 96:3-4)

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.

Tell among the nations his glory, and his wonders among all the peoples, for the Lord is great and highly to be praised.

Doa Pagi


Allah Bapa Maha Pengasih, Santo Timotius dan Titus Kaulimpahi bakat, yang mereka perlukan dalam kegiatan kerasulan. Semoga berkat doa restu mereka kami di dunia ini hidup secara jujur dan saleh, agar kelak dapat Kauterima di tanah air surgawi. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.         
   
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-8) 
 
"Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita."
  
Dari Paulus, rasul Yesus Kristus, yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus; kepada Timotius, anakku yang terkasih: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan bila terkenang akan air mata yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike, dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah ikutlah menderita bagi Injil-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Mengikuti Yesus

 



Ketika kita telah meninggalkan diri kita sendiri dan memikul salib kita dengan kepasrahan dan kasih, kita harus mengikut Yesus. Kita harus mengikuti Dia dengan cara yang khusus sebagai Guru kebenaran yang sempurna. Ajaran manusia tidak dapat memuaskan kecerdasan kita. Apalagi hal-hal tersebut tidak dapat memuaskan hati kita. Apa yang mereka ajarkan tidak lengkap atau salah. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa ajaran-ajaran manusia telah berhasil dan menggantikan satu sama lain selama berabad-abad, sementara “firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya”. (I Petrus, 1:25)

Ajaran Kristus menghasilkan pembaharuan yang luar biasa dalam diri individu, keluarga, dan masyarakat. Pembaruan inilah yang kita sebut dengan Kekristenan dan peradaban Kristiani. Ada jurang yang lebar antara paganisme dan Kristen. Jurang ini akan semakin lebar hanya karena fakta bahwa agama Kristen belum sepenuhnya dipraktikkan di seluruh alam semesta. Hanya ada satu reformasi yang diperlukan. Hal ini untuk mewujudkan cita-cita Kristiani di mana pun. Kita harus memulainya dengan melaksanakannya sendiri. Marilah kita mengikuti Yesus, yang berkata kepada kita: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." (Yohanes 14:6) "Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan" (Yohanes 8:12)

Kamis, 25 Januari 2024 Pesta Bertobatnya Santo Paulus

 

Kamis, 25 Januari 2024
Pesta Bertobatnya Santo Paulus  

“Rasul Paulus kaya akan cinta Kristus. Selama ia memiliki itu, ia menganggap dirinya yang paling bahagia di antara raja, pemerintah dan penguasa” (St. Yohanes Krisostomus)

Antifon Pembuka (2Tim 11:12; 4:8)

Aku tahu kepada siapa kupercayakan diriku, dan aku yakin bahwa Ia sanggup memelihara semuanya sampai hari terakhir, sebab Ia hakim yang adil.

I know the one in whom I have believed and I am sure that he, the just judge, the mighty, will keep safe what is my due until that day.
 
Pada Misa ini ada Kemuliaan

Doa Pagi

Allah Bapa cahaya dunia, hari ini kami mengenangkan pertobatan Santo Paulus, dan mohon, agar kami pun Kaupertobatkan dan Kaupanggil menjadi pewarta sabda-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.         
   
Murillo | Public Domain via Wikipedia
Bacaan dari Kisah Para Rasul (22:3-16)
 
"Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."
  
Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini. Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik, dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang ada di situ, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah dari langit cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah, dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidaklah mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Sebab aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Memikul Salib Kita

 


Ketika kita telah meninggalkan diri kita sendiri untuk melakukan kehendak Allah secara detail, kita harus memikul salib kita setiap hari. Kita harus membawanya dengan kepasrahan dan kasih mengikuti jejak Yesus. Masing-masing dari kita memiliki salibnya sendiri. Mungkin karena kesehatan yang buruk atau kesulitan keuangan. Mungkin saja ada orang yang kita rasa tidak dapat ditolerir dan harus hidup bersamanya. Ini mungkin penghinaan atau fitnah. Ini mungkin merupakan godaan yang sulit kita lawan dan terus-menerus menyebabkan kita terjatuh. Mungkin semua ini terjadi bersamaan. Apapun itu, itu adalah salib kita.

Memberontak berarti memperburuk keadaan. Salib kita hanya akan menjadi lebih berat dan tak tertahankan lagi. Yesus memberitahu kita untuk menerimanya seperti yang Dia lakukan. Dia menyuruh kita untuk tunduk di bawah bebannya dan mengikuti Dia. Kalau kita menerima ajakan-Nya, seketika itu juga salib kita akan terasa lebih ringan. Manusia yang sedang jatuh cinta tidak merasa lelah. Kita harus memikul salib kita karena kasih kepada Tuhan dan dengan harapan akan pahala surgawi. Kemudian kita dapat berkata seperti Santo Fransiskus de Sales: "Penderitaan berlalu, tetapi pengalaman menderita demi kasih Tuhan tetap ada." Kita akan memahami betapa benarnya kata-kata Tuhan kita: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28)

Salib yang kita terima dari tangan Yesus dan karena kasih kepada-Nya merupakan beban yang manis.

Hanya ada satu cara untuk menjadi suci dan memenangkan Surga. Inilah jalan Salib. "Mengikuti jejak Kristus" berisi beberapa pemikiran yang mengharukan tentang jalan salib kerajaan. Kita akan merangkumnya di sini.

Orang Kudus hari ini: 24 Januari 2024 St. Fransiskus de Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

Fr Lawrence Lew, O.P. | CC BY-NC-ND 2.0

 Hari ini, Gereja memperingati Santo Fransiskus de Sales, seorang hamba Tuhan yang agung dan terkenal, yang kehidupan dan dedikasinya kepada Tuhan telah menjadi inspirasi besar bagi banyak orang yang dikuatkan dan diberdayakan oleh teladannya. Santo Fransiskus de Sales dilahirkan dalam keluarga bangsawan dan dibesarkan menjadi hakim dan pegawai negeri oleh keluarganya, yang membuatnya mendapat pendidikan yang sangat baik. Namun, Tuhan mempunyai rencana berbeda bagi Santo Fransiskus de Sales, ketika Dia mulai menanam benih panggilan dalam dirinya, untuk berbuat lebih banyak demi keselamatan jiwa-jiwa, yang dia tanggapi secara positif, dan pada akhirnya menuntunnya ke jalan menuju imamat.

Ia tidak menjalaninya dengan mudah karena keluarganya, apalagi ayahnya keberatan dengan jalan tersebut, namun akhirnya, setelah St. Fransiskus de Sales terus bersikeras untuk melanjutkan jalannya, dan menolak untuk menikah atau menjadi politisi atau pegawai negeri seperti yang dikehendaki keluarganya, dia ditahbiskan menjadi imam. Sebagai seorang imam, Santo Fransiskus de Sales banyak terlibat dalam pekerjaan misionaris di wilayah Jenewa di Swiss saat ini, di tengah puncak reformasi Protestan, ketika banyak orang meninggalkan Gereja untuk mengikuti berbagai sekte Protestan yang ada pada saat itu khususnya kaum Calvinis.

Rabu, 24 Januari 2024 Peringatan Wajib St. Fransiskus de Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

 
Rabu, 24 Januari 2024
Peringatan Wajib St. Fransiskus de Sales

Melalui perumpamaan - satu bentuk mengajar-Nya yang khas - Yesus mengajarkan supaya masuk ke dalam Kerajaan-Nya Bdk. Mrk 4:33-34.. Lewat perumpamaan Ia mengundang ke perjamuan Kerajaan-Nya Bdk. Mat 22:1-14., tetapi menuntut juga keputusan yang radikal. Untuk memperoleh Kerajaan itu, orang harus melepaskan segala sesuatu Bdk. Mat 13:44-45.; kata-kata hampa tidak mencukupi; perbuatan sangat dibutuhkan Bdk. Mat 21:28-32.. Perumpamaan perumpamaan itu seakan-akan menempatkan sebuah cermin di depan manusia, dalamnya ia dapat mengerti: Apakah ia menerima kata-kata itu sebagai tanah yang berbatu-batu atau sebagai tanah yang baik? Bdk. Mat 13:3-9. Apa yang ia lakukan dengan talenta yang ia terima? Bdk. Mat 25:14-30. Yesus dan kehadiran Kerajaan di dunia adalah inti semua perumpamaan. Orang harus masuk ke dalam Kerajaan, artinya harus menjadi murid Kristus, untuk "mengetahui rahasia Kerajaan surga" (Mat 13:11). Untuk mereka yang "ada di luar (Mrk 4:11), segala sesuatu tinggal rahasia Bdk. Mat 13:10-15.. (Katekismus Gereja Katolik, 541)

   

Antifon Pembuka (Sir 15:5)
 
Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan.      
 
Doa Pagi  


Allah Bapa, asal dan tujuan hidup kami, demi keselamatan sesamanya Santo Fransiskus dari Sales, uskup-Mu, sanggup menjadi segalanya bagi semua orang. Perkenankanlah kami mengikuti teladannya, selalu mewartakan cinta kasih-Mu dalam melayani kepentingan sesama kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Credit: JMLPYT/istock.com
 

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:4-17)
  
"Aku akan membangkitkan keturunanmu dan Aku akan mengokohkan kerajaannya."
   
Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah Tetapi pada sabda Tuhan kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Penyangkalan Diri

 



Meskipun hal ini mungkin belum banyak dipraktikkan, penghinaan terhadap kekayaan telah diajarkan oleh beberapa filsuf pagan kuno. Akan tetapi, tidak ada seorang pun sebelum Kristus yang berpikir untuk menuntut penyangkalan diri juga. Penyangkalan diri mungkin tampak seperti sebuah degradasi dan hampir merupakan pemusnahan sifat manusia. Ini mungkin terlihat sangat mustahil. Meskipun demikian, Yesus pernah bersabda: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Mat. 16:24)

Akankah Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang mustahil? Tentu tidak. Seperti yang dikatakan Santo Agustinus, Penebus ilahi kita tidak memerintahkan kita melakukan apa pun yang mustahil, tetapi melakukan apa pun yang sempurna. Kesempurnaan memang sulit, namun bukan tidak mungkin. Apakah kita harus menjawab perintah Yesus Kristus dengan cara yang sama seperti yang dilakukan para murid pada suatu kesempatan: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yohanes 6:61) Tidak, jawaban kita pasti adalah jawaban yang diberikan Santo Petrus ketika Tuhan kita bertanya dengan nada mencela: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yohanes 6:67) Kita harus mengulangi seperti Petrus: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yohanes 6:69)

Selasa, 23 Januari 2024 Hari Biasa Pekan III

 
 SiouxFall Diocese
Selasa, 23 Januari 2024
Hari Biasa Pekan III
  
“Masuklah ke dalam luka-luka Kristus yang tersalib. Di situ engkau akan belajar menjaga indramu, engkau akan memiliki kehidupan batin dan dengan tak henti-hentinya engkau mempersembahkan kepada Bapa penderitaan Allah kita Yesus Kristus dan penderitaan Bunda Maria, untuk menebus dosamu dan dosa semua manusia.” ― St. Josemaría Escrivá


Antifon Pembuka (Mzm 24:7)

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, agar masuklah Raja kemuliaan.

Doa Pagi

Allah Bapa sumber keselamatan, Engkau menghendaki Putra-Mu tinggal pada kami, menghendaki Dia menjelma dalam diri Yesus, manusia seperti kami. Semoga Dia menjadi keselamatan kami dan kesanggupan kedamaian kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (6:12b-15.17-19)
   
"Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai."
  
Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud, dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat tabut Tuhan itu maju enam langkah, Daud mengurbankan seekor lembu dan seekor anak lembu tambun. Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia mengenakan baju efod dari kain lenan. Daud dan segenap orang Israel mengangkut tabut Tuhan diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, yakni di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu; kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kerendahhatian

 



Kerendahan hati adalah kebajikan yang paling sulit karena mengharuskan kita untuk menyangkal diri sendiri. Yesus memperingatkan kita bahwa siapa pun yang ingin mengikuti Dia harus menyangkal dirinya sendiri. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,” (Mat. 16:24)

Kerendahan hati diperlukan jika kita ingin langsung menghadap Yesus, Yang pertama kali merendahkan diri-Nya dengan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu Salib. (Flp. 2:8) Buku “Mengikuti Jejak Kristus” memuat beberapa komentar mendalam mengenai pokok ini. “Jarang kita menemukan seseorang yang begitu spiritual sehingga dilucuti dari segala sesuatu… Jika seseorang memberikan seluruh hartanya, tetap saja itu tidak ada artinya. Dan jika dia melakukan penebusan dosa yang besar, maka itu hanyalah sedikit. Dan jika dia mencapai semua pengetahuan , dia masih jauh. Dan jika dia mempunyai kebajikan besar dan pengabdian yang sangat kuat, masih banyak kekurangan padanya, yaitu satu hal yang sangat diperlukan baginya. Apakah itu? Bahwa setelah meninggalkan segalanya, dia tinggalkan juga dirinya sendiri, dan keluar sepenuhnya dari dirinya sendiri, dan jangan menyimpan cinta diri apa pun." (Mengikuti Jejak Kristus, Bk. II, Bab 2:4)

Orang Kudus hari ini: 22 Januari 2024 St. Vinsensius dari Saragossa, Diakon dan Martir

Public Domain
 
Hari ini, Gereja memperingati St. Vinsensius, Martir Suci Gereja dan Diakon, yang merupakan abdi Allah yang sungguh agung dan yang kehidupan serta tindakannya merupakan inspirasi besar untuk kita semua ikuti setiap saat. Santo Vinsensius juga dikenal sebagai Santo Vinsensius dari Saragossa atau Zaragoza karena ia berasal dari wilayah Caesaraugusta, yang sekarang dikenal sebagai Zaragoza di timur laut Spanyol saat ini. Dia adalah seorang pembicara yang fasih, yang dipercayakan oleh uskup daerah untuk membantunya karena keterbatasannya, dalam berkhotbah kepada umat Tuhan dan sesama. Ketika gubernur setempat mulai melancarkan penganiayaan yang hebat terhadap umat Kristen di daerah itu, menangkap uskup, Valerius dan St. Vinsensius, mereka dianiaya dan disiksa. Dia ditawari perjalanan yang aman dan pengampunan dari pemerintah, jika dia meninggalkan imannya dan membakar Kitab Suci untuk menunjukkan penolakannya terhadap Tuhan.

Bacaan Harian: 22 - 28 Januari 2024

    
Senin, 22 Januari 2024: Hari Biasa Pekan III (H). / Peringatan Fakultatif St. Vinsensius, Diakon dan Martir (M).
2Sam. 5:1-7.10; Mzm. 89:20,21-22,25-26; Mrk. 3:22-30
 
Selasa, 23 Januari 2024: Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam. 6:12b-15,17-19; Mzm. 24:7,8, 9,10; Mrk. 3:31-35. 
 
Rabu, 24 Januari 2024: Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam. 7:4-17; Mzm. 89:4-5,27-28,29-30; Mrk. 4:1-20.

Kamis, 25 Januari 2024: Pesta Bertobatnya St. Paulus (Penutupan Pekan Doa Sedunia) (P).
Kis 22:3-16 atau Kis 9:1-22; Mzm 117:1.2; Mrk 16:15-18.

Jumat, 26 Januari 2024: Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus (P). 
2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5; Mzm. 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; Luk. 10:1-9. 

Sabtu, 27 Januari 2024: Hari Biasa Pekan III (H). / Peringatan Fakultatif St. Angela Merici, Perawan (P).
2Sam. 12:1-7a,10-17; Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; Mrk. 4:35-41. 
 
Minggu, 28 Januari 2024: Hari Minggu Biasa IV (H).
Ul. 18:15-20; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; 1Kor. 7:32-35; Mrk. 1:21-28.

Senin, 22 Januari 2024 Hari Biasa Pekan III

 
Senin, 22 Januari 2024
Hari Biasa Pekan III
 
Pohon yang baik ialah: hati dan budi yang dijiwai oleh cinta kasih, tidak dapat melakukan lain daripada perbuatan baik dan suci --- St. Angela Merici

Antifon Pembuka (Mzm 89:21-22)

Aku telah menemukan Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

Doa Pagi

Allah Bapa sumber pengharapan, Engkau telah mengikat perjanjian dengan semua orang melalui Yesus yang terurapi. Semoga kami selalu berpegang teguh pada Dia dan berkembang menjadi umat yang patuh setia. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
Credit: Tinnakorn Jorruang/istock.com


Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (5:1-7.10) 
 
"Engkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 
 
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel, yakni sejak Saul memerintah atas kami. Lagipula Tuhan telah bersabda kepadamu: “Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel”. Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Pada saat menjadi raja itu, Daud berumur tiga puluh tahun; dan selanjutnya empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. Kemudian raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Tetapi mereka itu berkata kepada Daud, “Engkau tidak sanggup masuk kemari! Orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sana. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Maka makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertai dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy