Selasa, 15 Juli 2008

Selasa, 15 Juli 2008
  • Bacaan I : Yes 7:1-9
  • Bacaan Injil : Mat 11:20-24
Renungan

Raja Ahaz sadar bahwa dia dirundung oleh kesulitan dan kesusahan. Kotanya sedang diinvasi oleh tentara asing dan dia tidak sanggup lagi mengumpulkan serdadu untuk mengadakan perlawanan. Tak ada lagi yang bakal menjadi penggantinya karena anak satu-satunya pun telah dikurbankannya kepada dewa asing. Lebih parah, dia tak sanggup lagi percaya kepada Tuhan.
Diam-diam dia bersekongkol dengan sekutu asing dengan segala akibatnya. Ahaz menolak campur tangan Allah dan lebih percaya pada koalisi dengan kekuasaan asing. Ketidakpercayaan menghancurkan seluruh kekuatannya.

Khorazim dan Kapernaum dicela Yesus karena kendati telah menyaksikan semua mukjizat di kota sekitar, penduduk kedua kota ini tetap menolak campur tangan Allah dalam diri Yesus. Mereka mengharapkan lain dari yang disediakan oleh Tuhan Allah. Mereka melihat makna mukjizat Yesus hanya dari aspek politis dan ekonomis melulu. Padahal, mukjizat Yesus tertuju kepada satu paham saja: Allah ingin membebaskan manusia dari pengharapan yang salah dan perhitungan kekuasaan yang keliru.

Sering kali kita menolak suatu tawaran perbaikan karena mata hati kita tertutup. Kita mestinya mampu melihat apa yang sesungguhnya kita butuhkan dan bukan apa yang kita sangka kita butuhkan.

Ya Tuhan, ajarilah aku untuk meyakini dan merasakan bahwa Engkau senantiasa memeliharaku. Buatlah aku mengerti jalan-Mu dan tidak memaksakan jalan dan ke­hendak­ku sendiri. Amin.

Ziarah Batin 2008, Renungan dan Catatan Harian