Selasa, 14 April 2009

Selasa, 14 April 2009
Hari Selasa dalam Oktaf Paskah


"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga" --- Mat 5:3



Doa Renungan

Ya Yesus, kebangkitan-Mu telah nyata bagi semua orang yang percaya kepada-Mu. Namun kadang kami kurang percaya karena hidup kami masih dikuasai oleh banyak persoalan dan masalah. Kesedihan dan berbagai penderitaan telah mengaburkan kepercayaan kami kepada-Mu. Maka kami mohon kepada-Mu ya Yesus, ubahlah hidup kami ini, agar kami selalu menyadari kehadiran-Mu yang mulia dalam kehidupan kami hari ini, dan sepanjang segala abad. Amin.



Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (2:36-41)

"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dirimu dibaptis dalam nama Yesus."


Pada hari Pentakosta, berkatalah Petrus kepada orang-orang Yahudi, "Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka, "Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 832
Ref. Betapa megah nama-Mu Tuhan, di seluruh bumi.

Ayat. Mzm 33:4-5.18-19.20.22
1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil PS 959
Ref. Alleluya, Alleluya Alleluya
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:11-18)

"Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku."


Setelah makam Yesus kedapatan kosong, maka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka, "Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, "Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya, "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, "Rabuni!" artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.




Renungan




Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:


- Tangis atau tetesan air mata seorang perempuan atau ibu pada umumnya adalah perwujudan duka-cita terhadap yang terkasih, sebagai perwujudan kasih yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Itulah kiranya yang dialami oleh Maria Magdalena, murid terkasih Yesus, ketika ia melihat makam Yesus kosong.

Duka-cita berarti campuran ada kesedihan dan kesukaan/kegembiraan, dan duka-cita yang dihayati dalam kasih memperoleh pencerahan yang menggembirakan dan menggairahkan. Maria Magdalena memperoleh penampakan Yesus yang bangkit dari mati, dan ia pun kemudian dengan gembira dan gairah berceritera kepada para murid atau para rasul yang ketakutan: “Aku telah melihat Tuhan”.

Pengalaman Maria Magdalena ini kiranya baik kita renungkan atau refleksikan. Dalam kehidupan dan kerja bersama kita setiap hari, sering kita jumpai aneka macam masalah dan tantangan yang dapat membuat orang menjadi takut, murung atau frustrasi.

Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk ‘melihat Tuhan’ dalam situasi dan kondisi yang demikian itu, maka arahkan hati dan jiwa anda kepada Tuhan, bukalah hati dan jiwa anda pada sentuhan dan bisikan kebaikan-kebaikan dan kebenaran-kebenaran yang ada dalam aneka masalah dan tantangan tersebut.

Dengan kata lain marilah berpikiran positif agar dapat melihat apa yang baik dan benar. Untuk meneguhkan dan memperkuat mereka yang takut, murung atau frustrasi dalam menghadapi masalah atau tantangan kiranya kita juga dapat meneladan Yesus menyapa Maria Magdalena, dengan menyapa mereka memakai nama dan gaya yang menyentuh dan memikat. Sapalah mereka dengan nama panggilan yang akrab, yang biasanya digunakan oleh orang yang telah mengenal dan mengasihinya.

- “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa” (Kis 2:41), demikian berita sekitar kata-kata atau kotbah yang disampaikan oleh Petrus.

Banyak orang tersentuh oleh apa yang dikatakan oleh Petrus dan kemudian “memberi diri dibaptis”, berarti bertobat dan memperbaharui diri, mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Rasanya kita juga dapat meneladan Petrus: berkata-kata sedemikian rupa sehingga mereka yang mendengar atau mendengarkan tersentuh dan tergerak untuk menjadi lebih baik, lebih berbudi pekerti luhur, lebih suci, dst.. Tentu saja yang diharapkan adalah kata-kata yang lahir atau keluar dari orang beriman, sehingga kata-kata tersebut merupakan penjelasan atas iman yang telah dihayatinya, bukan kata-kata bohong atau omong-kosong belaka.

Kita semua dipanggil untuk menjadi saksi-saksi iman dalam kehidupan dan kerja sehari-hari dengan perbuatan konkret dan perkataan benar. Promosi panggilan, promosi karya atau usaha, dst.. hemat saya yang paling baik adalah melalui kesaksian hidup atau perbuatan nyata, dan ketika mereka yang minta penjelasan perihal kesaksian atau perbuatan kita, barulah kita sampaikan kata-kata yang benar.

Hidup dan bertindaklah sebagai ‘orang yang telah melihat Tuhan’, Tuhan yang hidup dan berkarya terus menerus dalam seluruh ciptaan-ciptaan-Nya, terutama dalam diri manusia, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra-Nya.

Dengan kata lain hidup dan bertindaklah sebagai orang yang telah mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, sehingga dalam situasi dan kondisi macam apapun dan dimanapun senantiasa berbudi pekerti luhur, berbuat baik kepada siapapun.




Ignatius Sumarya, SJ