Rabu, 12 Januari 2011 Hari Biasa Pekan I

Rabu, 12 Januari 2011
Hari Biasa Pekan I

"Sebab tidak setiap pengetahuan itu berguna, tetapi kasih itu membangun" --- 1 Kor 8:1

Doa Renungan

Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah memanggil dan mengutus banyak nabi dan rasul, untuk menyampaikan warta pertobatan dan penyelamatan. Curahkanlah rahmat-Mu, agar hati kami semakin terbuka untuk dapat bekerjasama dengan-Mu. Semoga warta yang kami bagikan ini sungguh lahir dari pengalaman iman yang dalam. Dampingi dan terangi kami dalam pergulatan iman, agar semakin jernih. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

Yesus merendahkan diri-Nya sampai habis-habisan agar dapat menyelamatkan umat manusia sepenuh-penuhnya. Ia tidak hanya hidup bersama manusia, melainkan juga hidup seperti yang dialami oleh manusia. Dan dengan cara ini, kita telah memperoleh anugerah keselamatan sepenuh-penuhnya.

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (2:14-18)

"Yesus harus menjadi sama dengan saudara-saudara-Nya."


Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya, Yesus memusnahkan dia, yakni Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Yesus pun membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan karena takut akan maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang dikasihi-Nya, melainkan keturunan Abraham. Itulah sebabnya, dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan, dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka-hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Setelah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

Yesus adalah Allah yang bebas bertindak, tidak tergantung pada tanggapan manusia. Dia tidak terpesona oleh pujian dan sanjungan manusia. Dia berbuat baik karena memang Dia baik adanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:29-39)

"Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit."

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab Yesus, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Seorang ibu merasa tidak ”betah” bila TV di rumahnya mati. Apa pun stasiun TV yang penting tetap menyala, bahkan sebelum tidur pun TV harus tetap bersinar. Bila anak atau suaminya mematikan TV tersebut maka ia akan bangun sambil marah dan menyalakannya lagi. Suami dan anaknya sudah kewalahan menghadapi ketergantungan sang ibu pada alat penerima siaran itu. Keheningan sepertinya tidak lagi berharga. Kesunyian menjadi sesuatu yang menakutkan atau dihindari.

Kita perlu belajar dari Yesus. Di tengah-tengah kesibukan-Nya, Dia masih menyempatkan diri untuk hening. Pagi-pagi benar Yesus pergi ke tempat sunyi dan berdoa di sana. Masuk ke dalam keheningan dan doa merupakan prasyarat bagi Yesus untuk tetap berkarya dan menyadari tujuan panggilan-Nya. Relasi dengan Bapa-Nya menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi karya Yesus memberitakan Injil. Diperlukan usaha dan niat untuk tekun dalam doa, menyediakan diri agar Tuhan menyapa dan berbicara.

Keheningan menjadi sesuatu yang langka, terlebih bagi masyarakat di kota-kota besar. Kesunyian tidak menarik, sering kali menakutkan bagi sebagian orang, padahal keberanian masuk ke dalam kesunyian membuat orang bertumbuh dewasa. Berani masuk dalam keheningan berarti menerima diri dan berjumpa dengan Allah. Ingatlah bahwa untuk tidur saja manusia rata-rata menghabiskan sepertiga waktunya dalam sehari. Bukankah itu berarti ada cukup saat membiarkan Dia bekerja?

Semoga aku semakin berani masuk ke dalam keheningan ya Tuhan, karena di sana Engkau bersabda kepadaku. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian