Kamis, 05 Mei 2011 Hari Biasa Pekan II Paskah

Kamis, 05 Mei 2011
Hari Biasa Pekan II Paskah

TAAT KEPADA ALLAH

"Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: 'Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia'" --- Kis 5:2-9

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahamulia, ajarilah kami memberi kesaksian atas iman Kristus yang bangkit kepada siapa saja yang bertemu kami sepanjang hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (5:27-33)

"Kami adalah saksi dari segala sesuatu dan Roh Kudus."

Pagi itu kepala pengawal Bait Allah serta orang-orangnya menangkap para rasul yang sedang mengajar orang banyak dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama Yahudi. Imam Besar lalu mulai menegur mereka, "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam nama Yesus. Namun ternyata kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segalanya itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia." Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka, dan mereka berusaha membunuh rasul-rasul itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan selama-lamanya

Ayat. (Mzm 34:2.9.17-18.19-20; R: 7a)

1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
2. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
3. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Karena telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:31-36)

"Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."

Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus di hadapan murid-muridnya, "Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga ada di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya, ia mengakui bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Bayangkanlah, Anda berada di suatu tempat atau berada dalam situasi yang benar-benar menakutkan. Barangkali Anda takut karena Anda berada dalam rumah seorang diri dan tiba-tiba lampu padam sehingga kegelapan menguasai seluruh rumah? Barangkali Anda sedang dalam pesawat yang melaju di atas udara dan tiba-tiba terjadi goncangan hebat karena cuaca yang buruk? Bisa juga Anda takut pada binatang berbisa yang tiba-tiba saja datang mendekat. Atau barangkali Anda takut jika tidak lulus dalam ujian.

Ada banyak alasan di dalam kehidupan kita yang membuat kita merasa takut. Rasa takut merasuki dan menguasai kita karena kita berada dalam situasi yang tidak bisa kita kuasai dan kita kontrol.

Mengapa Rasul-rasul tidak takut memberikan kesaksian tentang Yesus ketika dihadapkan kepada Mahkamah Agama? Jawabannya terungkap dengan cukup jelas dalam bacaan pertama hari ini. Rasul-rasul itu tidak takut kepada ancaman manusia. Mereka memilih untuk taat kepada Allah daripada kepada manusia. Keyakinan ini menjadi dasar yang meneguhkan, menguatkan, dan membesarkan hati mereka saat menghadapi situasi genting dan mengancam. "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia". Mereka tidak takut bahwa jawaban itu akan membuat Mahkamah Agama tersinggung dan sakit hati. Lebih dari itu mereka tidak takut kalau dengan jawaban itu mereka justru dimasukkan ke dalam penjara atau bahkan dibunuh.

Yesus memanggil kita untuk mendengarkan, mengikuti, dan percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, kita selalu siap untuk melangkah menapaki jalan sebagai murid-murid-Nya. Jalan sebagai murid adalah jalan sengsara, jalan salib. Menjadi murid Yesus berarti mengambil bagian dalam salib-Nya. Bentuk yang paling konkret ialah berani memberikan kesaksian tentang Yesus melalui hidup kita sehari-hari.

Tuhan Yesus, semoga aku menjadi murid-murid-Mu yang berani memberikan kesaksian tentang Engkau di dalam hidup ini. Pimpin aku untuk lebih taat kepada-Mu daripada kepada manusia. Amin

Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian