Kamis, 10 April 2014 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Kamis, 10 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
 
“Sebagai pelanggaran kebenaran, dusta itu adalah semacam kekerasan terhadap sesama” (Katekismus Gereja Katolik, 2484)

  
Antifon Pembuka (Ibr 9:15)
 
Kristus pengantara Perjanjian Baru. Berkat wafat-Nya, para pilihan memperoleh warisan abadi yang dijanjikan-Nya.
 
Doa Pagi

 
Allah yang Mahasetia, teguhkanlah iman kepercayaanku. Mampukan aku semakin setia dalam mengikuti Yesus Kristus, Putera-Mu, yang bagiku adalah Tuhan dan Juruselamat. Semoga masa Prapaskah ini menjadi masa pemurnian diri dalam hidup sebagai seorang murid. Dialah Guru dan Tuhan, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
 

Abraham diangkat Allah menjadi bapa bangsa-bangsa. Semua bangsa diikat Allah dengan perjanjian suci. Allah akan selalu memberkati bangsa-bangsa. Sebaliknya, segala bangsa hendaknya taat dan setia melaksanakan perintah Allah. Hubungan timbal balik ini menghadirkan karya keselamatan bagi seluruh keturunan Abraham. Konsekuensinya, seluruh keturunannya mesti hidup seperti teladan Abraham.
    

Bacaan dari Kitab Kejadian (17:3-9)
  
"Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa."
     
Pada waktu itu, ketika Allah menampakkan diri, maka Abram bersujud. Dan Allah berfirman kepadanya, “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kini kaudiami sebagai orang asing; seluruh tanah Kanaan ini akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Lagi firman Allah kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya
Ayat. (Mzm 105:4-5.6-7.8-9; R: 8a)
1. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
2. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya. Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku ketetapan-Nya.
3. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. Janganlah keraskan hatimu, tetapi dengarkan suara Tuhan.
 
Kehadiran Yesus di depan khalayak umum sering menimbulkan pertentangan. Banyak pernyataan Yesus yang mencengangkan banyak orang. Bila hati terbuka dan percaya kepada firman-Nya, niscaya orang itu akan selamat. Sedangkan bila menutup diri dan menolak firman-Nya, orang itu akan mengalami maut. Artinya, keselamatan itu tergantung dari bagaimana orang menanggapi tawaran keselamatan Tuhan.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (8:51-59)
  
"Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
  
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati! Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya! Bapa-Kulah yang memuliakan Aku. Tentang Dia kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia. Sebaliknya, Aku mengenal Dia, dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu. Tetapi Aku mengenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku; ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus, “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia, tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Sebelum Abraham ada, Yesus sudah ada. Kebenaran ini harus diwartakan oleh Yesus kepada orang Yahudi meskipun sangat riskan. Dia bukan saja dicap sebagai orang yang kerasukan setan tetapi batu-batu akan berhamburan menyongsong Dia. Yesus tahu semuanya itu akan terjadi atas diri-Nya, tetapi Dia tetap tegar mengatakan demi kebenaran. Menyatakan kebenaran adalah tugas dari Bapa-Nya. Kita sering takut menyatakan kebenaran yang kita yakini demi keharmonisan dan menjaga perasaan pihak lain. Demi Yesus kita juga patut menyatakan kebenaran meskipun kita tahu pasti ada risiko.

Doa Malam

Bapa, pada masa Prapaskah ini selain Kauajak untuk menjalani pantang dan puasa, lebih penting lagi kami Kauundang untuk menuruti perintah-Mu. Semoga sabda-Nya, yang adalah perkataan hidup yang kekal, tetap menjadi pedoman hidup kami, kini dan selama-lamanya. Amin.


RUAH

Dengan ikut memilih berarti Anda ambil bagian dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan.

Rabu, 09 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
 
Daniel 3:14-20.24-25.28; MT. Dan 3:52.53.54.55.56; Yohanes 8:31-42
    
Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa, dan hamba tidak tetap tinggal di rumah; yang tetap tinggal dalam rumah adalah anak. Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.

Hari ini bangsa kita menyelenggarakan Pemilu legislatif, yang kalau tidak salah merupakan Pemilu ke-11 sejak bangsa kita merdeka (1955, 1971,1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, 2014). Meskipun sudah sudah lebih dari 68 tahun merdeka, kita masih harus terus menerus berjuang untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita luhur sebagai bangsa yang adil, makmur dan sejahtera secara merata. Rasanya masih banyak orang, terutama para pemimpin dan wakil rakyat, yang menjadi hamba dosa dengan melakukan atau paling tidak membiarkan korupsi, kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup dan pelanggaran HAM semakin merajalela. Dalam arti tertentu, mereka yang seharusnya memperjuangkan kepentingan umum demi terciptanya kesejahteraan bersama, justru menjajah dan membunuh bangsa, rakyat dan sesama warganya sendiri. Banyak penguasa yang bertindak seperti Nebukadnezar yang hendak membinasakan orang-orang benar seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego (3:14-20.24-25.28) atau seperti orang-orang Yahudi yang hendak membunuh Yesus (Yoh 8:40). Untuk itu, marilah kita menggunakan kesempatan Pemilu ini dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan hak pilih kita secara bertanggungjawab. "Dengan ikut memilih berarti Anda ambil bagian dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan," demikian seruan para Bapa Uskup kita dalam Surat Gembala KWI Menyongsong Pemilu 2014. Kita pilih para calon wakil rakyat yang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, peduli pada kelestarian lingkungan hidup, cinta damai dan anti kekerasan serta teguh memegang empat pilar dasar dalam berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Doa: bds. Mzm 15:1-5
Tuhan, berkatilah Pemilu yang kami jalani hari ini. Berilah kami wakil-wakil rakyat yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat dengan temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang tidak memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan Tuhan; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.” Kemuliaan .....
-agawpr-