Jumat, 24 Juli 2009

Jumat, 24 Juli 2009
Hari Biasa Pekan XVI

Yesus menjelaskan arti perumpamaan tentang penabur. Sabda tentang Kerajaan Surga disampaikan kepada setiap orang. Namun tanggapan setiap orang berbeda. Itulah sebabnya, ada yang bisa menghasilkan buah yang melimpah, ada yang tidak menghasilkan buah sama sekali.
(RUAH)


Doa Renungan
Tuhan, ajari kami untuk mengerti sabda-Mu dan tidak membiarkan si jahat merampas dan merusak benih-benih yang Kautanam, sehingga pada akhirnya benih itu dapat berbuah dalam diri kami dan dapat kami bagikan pada orang yang kami temui hari ini. Doa ini kami sampaikan dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Keluaran (20:1-17)


"Hukum telah diberikan melalui musa."


Di Gunung Sinai Tuhan bersabda demikian, "Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Janganlah ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu barang yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di atas bumi atau di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya. Sebab Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan bapa ke dalam diri anak-anaknya dalam keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Selama enam hari engkau bekerja, dan melakukan segala pekerjaanmu. Tetapi hari ketujuh adalah Sabat Tuhan, Allahmu. Maka janganlah melakukan suatu pekerjaan, engkau sendiri atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ada di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan pada hari ketujuh Ia beristirahat. Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Hormatilah ayah dan ibumu, agar umurmu panjang di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu. Jangan mengingini isterinya, hamba sahayanya, lembu atau keledainya, atau apa pun yang dimiliki sesamamu."

Mazmur Tanggapan PS 853
Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Ayat.
(Mzm 19:8.9.10.11)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu-tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:18-23)


"Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Bertitik tolak dari kesepuluh perintah Allah yang diberikan-Nya kepada Musa, kritik terhadap umat Katolik dilancarkan. Kritik itu berkaitan dengan larangan Allah untuk membuat patung dan menyembah serta beribadah kepadanya. Mengapa umat Katolik berdoa di hadapan patung Yesus atau Maria, bukankah itu penyembahan berhala?

Kita sebagai umat Katolik yakin bahwa kita tidak menyembah berhala. Meskipun berdoa di hadapan patung, doa kita bukan kepada patung itu, melainkan kepada Tuhan. Oleh karena itu, patung dan sarana lain dalam doa bukannya menjauhkan umat Katolik dari Tuhan. Sebaliknya, sarana itu justru membantu umat semakin dekat dengan Tuhan. Lalu, apa yang dimaksud penyembahan berhala?

Berhala zaman sekarang adalah segala sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian manusia dari Allah. Dunia menyediakan banyak berhala bagi manusia. Inilah yang harus diwaspadai. Uang, pekerjaan, kedudukan, harta, hiburan, televisi, hobi, dan segala sesuatu yang menarik perhatian manusia sehingga Allah diabaikan bahkan tersingkirkan, itulah berhala. Mari kita refleksikan, apa yang menjadi berhala dalam hidup kita, yang telah menggeser perhatian kita dari Allah?

Ya Allah, aku tidak sadar bahwa ada banyak berhala di sekitarku yang menggeser cinta dan perhatianku kepada-Mu. Sesuai dengan perintah-Mu, jangan biarkan hatiku beralih kepada mereka dan mengabaikan-Mu. Sebab hanya Engkau yang patut dipuji dan disembah. Amin.




Ziarah Batin 2009