| Halaman Depan | Bacaan Harian | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Lumen Christi | Dukung Renungan Pagi|

Jumat, 17 Januari 2014 Peringatan Wajib St. Antonius, Abas

Jumat, 17 Januari 2014
Peringatan Wajib St. Antonius, Abas
 
Semua orang di desa tahu, orang apakah Antonius itu dan mereka memanggilnya "Sahabat Tuhan" --- St. Atanasius

 
Antifon Pembuka (Mzm 91:13-14)
 
Orang jujur bertumbuh bagaikan palma, berkembang bagaikan pohon jati. Mereka ditanam dekat bait Tuhan, bertunas di pelataran rumah Allah.

Doa Pagi


Allah Bapa di surga, berkenanlah menjaga dan menuntunku dalam menjalani aktivitasku sepanjang hari ini. Ajarilah aku berbuat baik kepada siapa saja yang kujumpai hari ini. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (8:4-7.10-22a)
 
"Kalian akan berteriak karena rajamu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kalian."
   
Sekali peristiwa berkumpullah semua tua-tua Israel. Mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya, “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau. Maka angkatlah sekarang seorang raja untuk memerintah kami, seperti halnya dengan segala bangsa lain.” Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami”’ Samuel menjadi kesal hati. Maka berdoalah Samuel kepada Tuhan. Tuhan bersabda kepada Samuel, “Dengarkanlah perkataan bangsa itu!” Segala hal yang mereka katakan kepadamu, turutilah! Sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak! Maksud mereka: jangan Aku menjadi raja atas mereka.” Samuel menyampaikan segala sabda Tuhan kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya. Kata Samuel, “Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu: Anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada kereta dan pada kuda, dan mereka harus berlari di depan keretanya. Ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh. Mereka harus membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; mereka harus membuat senjata-senjata dan perkakas keretanya. Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, dari kebun anggur dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik, untuk diberikannya kepada pegawai-pegawainya; dari gandum dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh, untuk diberikannya kepada pegawai-pegawai istana dan kepada pegawai-pegawainya yang lain. Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya. Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Pada waktu itu kamu akan berteriak karena raja yang kamu inginkan itu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kamu.” Tetapi bangsa itu tidak mau mendengarkan perkataan Samuel. Mereka bersikeras, “Tidak, kami harus punya raja. Biar kami pun sama seperti segala bangsa lain! Raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang!” Samuel mendengarkan segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada Tuhan. Tuhan bersabda kepada Samuel, “Turutilah permintaan mereka, dan angkatlah seorang raja bagi mereka!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:16-19)
1. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.
2. Sebab Engkaulah semarak kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami ditinggikan. Sebab milik Tuhanlah perisai kita, milik Yang Kudus Israellah raja kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:1-12)
 
"Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa pengampunan dosa."
  
Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh itu ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah’? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” – lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu - : “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Atau

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (19:16-26)

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Anton adalah seorang yang "maniak kerja". Pekerjaan utamanya guru. Pukul 05.00 dia meninggalkan rumah, mengajar sampai jam 14.00. Sesudah mengajar, ia memberi les; hampir tiap petang 2 atau 3 les, pulang ke rumah hampir selalu pkl. 20.00. Sesudah mandi dan makan, santai sejenak, nonton televisi, dan biasanya baru setengah jam sudah tertidur di sofa. Untuk apa setiap hari Anton membanting tulang, memeras keringat? Untuk menjamin hidupnya, agar terpenuhilah kebutuhan hidup keluarganya. Tapi, hidup yang diburu Anton adalah hidup di dunia: punya rumah, mobil, tabungan, dan lain-lain. Semua itu hanya menjamin hidup 60-70 tahun. Semua itu tidak berarti lagi ketika Anton meninggal.

Injil hari ini menampilkan cakrawala baru, "Guru, apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Penanya tidak mau berhenti pada kehidupan di dunia ini, tetapi pada kehidupan yang kekal, yang tidak akan habis pada waktu kematian. Dan jawaban Yesus sangat jelas, "Jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perinta Allah...Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Dengan melakukan semua perintah Allah, dijamin orang tidak hanya hidup bahagia di duniaini, tetapi juga hidup bahagia kekal di akhirat.

Contemplatio: Duduklah dalam keheningan, pejamkan mata. Simaklah acara harian anda: bekerja dari pagi hingga malam. Bertanyalah kepada diri anda sendiri: Apa semua itu menjamin saya masuk ke hidup yang kekal? Apa yang sudah saya lakukan untuk masuk ke hidup yang kekal.

Oratio: Tuhan Yesus, terima kasih Engkau memberiku pekerjaan sebagai peluang untuk mencukupi kebutuhan hidup di dunia ini. Semoga aku tetap sadar bahwa aku harus juga meluangkan waktu untuk meraih hidup yang kekal. Amin.

Missio: Aku akan meluangkan sebagian waktuku untuk meningkatkan hidup doa, hidup rohani, membaca Alkitab.

"Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" - Jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah " (Mat 19:16-17). (Katekismus Gereja Katolik, 2075)

Renungan Harian Mutiara Iman 2014

Kamis, 16 Januari 2014 Hari Biasa Pekan I

Kamis, 16 Januari 2014
Hari Biasa Pekan I
 
“Kesatuan itu sejak semula dianugerahkan Kristus kepada Gereja-Nya” (Katekismus Gereja Katolik, 820)
 
Antifon Pembuka (Mzm 44:24-25)

Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan yang menimpa kami?

Doa Pagi

Bapa yang penuh kasih, aku bersyuukur atas hari baru ini. Bimbinglah dan kuatkanlah hatiku dengan rahmat-Mu dalam melakukan tugas dan pelayananku hari ini. Semoga aku dapat melayani sesama dengan baik. Amin.

Kekalahan perang yang sungguh habis-habisan, karena Israel kehilangan 30 ribu tentara infantry, Hofni dan Pinehas (anak imam Eli) gugur, dan Tabut Perjanjian dirampas oleh orang-orang Filistin. Ternyata, Filistin yang dicap kafir itu juga percaya akan kekuatan Tuhan Allah Israel.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (4:1-11)
 
"Orang-orang Israel terpukul kalah dan tabut Allah dirampas."
   
Sekali peristiwa, orang Israel maju berperang melawan orang Filistin. Orang Israel berkemah dekat Eben Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel, “Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil tabut perjanjian Tuhan dari Silo, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.” Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo. Mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub. Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Mendengar bunyi sorak itu orang Filistin berkata, “Apakah arti sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika mereka tahu bahwa tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin. Kata mereka, “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu. Celakalah kita, sebab hal seperti itu belum pernah terjadi. Celakalah kita! Siapakah yang akan menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Allah ini jugalah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai tulah di padang gurun. Akan tetapi, hai orang Filistin, kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti anak laki-laki, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!” Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri, masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan infantry. Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Bebaskanlah kami, ya Tuhan, demi kasih setia-Mu.
Ayat. (Mzm 44:10-11.14-15.24-25)
1. Ya Allah, Engkau kini membuang kami dan membiarkan kami kena umpat; Engkau tidak lagi maju bersama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dipukul lawan, dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.
2. Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga, menjadi olok-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar. Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.
3. Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan himpitan yang menimpa kami?

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Selain oleh penyerahan kehendak manusia, kehendak Allah menjadi nyata karena tergerak oleh belas kasih-Nya. Percaya kepada belas kasih Allah merupakan sikap yang tepat saat kita mengalami aneka penderitan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:40-45)
 
"Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir."
   
Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, katanya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memeberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Kisah penyembuhan seorang yang sakit kusta mengungkapkan kuasa Tuhan yang menyelamatkan mereka yang sudah dikeluarkan dari Israel. Kata-kata yang keluar dari mulut si kusta mengungkapkan sebuah harapan, sebuah doa. Itulah juga mengungkapkan sebuah pengakuan iman. Ia menyerahkan segalanya kepada Tuhan, “Jadilah kehendak-Mu”. Yesus pun menjawabnya. Ia lalu mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang kusta tersebut. Kita pun diundang dalam situasi apa pun kehidupan kita datang kepada Yesus. Bila kita percaya, Tuhan dengan kuat kuasa-Nya melakukan segalanya demi kebaikan kita.

Doa Malam

Tuhanku dan Allahku, hati-Mu selalu tergerak oleh belas kasihan terhadap orang kusta yang memohon penyembuhan dari-Mu. Jadikan hatiku seperti hati-Mu, agar mudah tergerak oleh belas kasihan ketika melihat kesusahan dan kesedihan sesamaku. Amin.


RUAH

Rabu, 15 Januari 2014 Hari Biasa Pekan I

Rabu, 15 Januari 2014
Hari Biasa Pekan I
 
Misi Yesus adalah misi kita; perutusan-Nya adalah perutusan kita --- St. Arnoldus Janssen
 
Antifon Pembuka (Mzm 40:7-8a)

Kurban dan persembahan tidak Kaukehendaki, tetapi Engkau telah membuka telingaku.

Doa Pagi

+ Ya Allah, Engkau berkenan memanggil Samuel dan ia menjawab, "Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan." Engkau pun berkenan memanggilku. Maka, dampingilah aku dengan rahmat-Mu, agar aku semakin peka mendengarkan suara-Mu yang hadir di dalam setiap peristiwa hidupku. Amin. +

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (3:1-10.19-20)
   
"Bersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."
   
Samuel yang masih muda menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu Tuhan jarang menyampaikan sabda-Nya; penglihatan-penglihatan pun tidak sering terjadi. Pada suatu hari, Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan, tempat tabut Allah. Lalu Tuhan memanggil, “Samuel! Samuel!” Samuel menjawab, “Ya Bapa.” Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata, “Ya Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Samuel pergi dan tidur lagi. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.” Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan; sabda Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, “Pergilah tidur, dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah: “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Maka pergilah Samuel, dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana, dan memanggil seperti yang sudah-sudah, “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab, “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Samuel semakin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia. Tidak ada satu pun dari sabda Tuhan itu yang dibiarkannya gugur. Maka tahulah seluruh Israel, dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40:2.5.7-8a.8b-9.10; Ul: 8a.9a)
1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh, atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!
2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!”
3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
4. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:17)
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:29-39)
 
"Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit."
 
Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Kita semua sangat familiar dengan ungkapan Ora et Labora dari Santo Benediktus. Doa dan kerja itu saling melengkapi. Kalau yang satu dilalaikan maka yang lain akan kehilangan daya, semangat dan rohnya. Salah satu bahaya dalam hal ini adalah orang begitu sibuk dengan pekerjaan dan karier hingga lupa memberi waktu untuk doa dan komunikasi dengan Tuhan. Orang sering kali hanyut dan tenggelam dalam kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

Injil hari ini mengisahkan aktivitas pelayanan yang dilakukan oleh Yesus di Kapernaum. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit dan mengusir setan. Di tengah kesibukan melayani banyak orang, Yesus dengan sadar mengambil waktu untuk hening dan berdoa. Ia bahkan mengajak Simon dan teman-temannya. Yesus memberikan teladan yang baik kepada para murid-Nya.

Hanyut dalam pelayanan bisa membuat kita lupa akan tujuan utama pelayanan dan menjadi sombong. Kita harus menyediakan waktu untuk hening dan berdoa agar kita tidak kehilangan arah dalam pelayanan.

Ya Tuhan, terima kasih atas teladan yang Engkau berikan dalam pelayanan. Semoga aku tetap memberi waktu untuk keheningan dan doa di tengah kesibukan duniawi. Amin.

Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

Selasa, 14 Januari 2014 Hari Biasa Pekan I

Selasa, 14 Januari 2014
Hari Biasa Pekan I
 
Kedatangan Kerajaan Allah adalah kekalahan kerajaan setan Bdk. Mat 12:36.: "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu" (Mat 12:28). Pengusiran setan [eksorsisme] yang dilakukan Yesus membebaskan manusia dari kekuasaan setan Bdk. Luk 8:26-39.. Mereka mendahului kemenangan Yesus yang besar atas "penguasa dunia ini" (Yoh 12:31). Kerajaan Allah secara definitif didirikan oleh salib Kristus: "Dari salib, Allah kita memerintah" (LH. Madah "Vexilla Regis"). --- Katekismus Gereja Katolik, 550
 
Antifon Pembuka (1Sam 2:1)
 
Hatiku bersukaria karena Tuhan penyelamatku, Aku bermegah-megah karena Allahku.

Doa Pagi

Ya Allah, Bapa yang Maharahim, Engkau tidak menolak Hana yang terus-menerus berdoa kepada-Mu. Berilah aku semangat di saat-saat aku mengalami putus asa, dan dalam menghadapi persoalan-persoalan hidupku. Tuhan, bimbinglah aku sepanjang hari ini. Amin.

Hana yang mandul, isteri Elkana imam di Silo, mengajari kita bagaimana seharusnya mencurahkan susah hati di hadapan Tuhan. Dia mohon tak henti, sambil menangis tersedu-sedu, seraya bernazar. Cara ini ternyata diperhatikan Tuhan. Hana mengandung, dan melahirkan seorang anak luar biasa, yakni Nabi Samuel.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (1:9-20)
  
"Tuhan mengabulkan doa Hana, dan ia melahirkan Samuel."
      
Sekali peristiwa setelah keluarga Elkana makan dan minum di rumah Allah di Silo, berdirilah Hana, isteri Elkana, sedang Imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu Bait Suci Tuhan. Dengan pedih hati Hana berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. Kemudian Hana bernazar, dan berseru, “Tuhan semesta alam, jika Engkau sungguh-sungguh memperhatikan sengsara hamba-Mu ini, dan mengingat kepadaku, dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan untuk seumur hidupnya. Dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.” Hana terus-menerus berdoa di hadapan Tuhan, dan Eli mengamat-amati mulutnya. Oleh karena Hana berdoa dalam hati dan hanya bibirnya saja yang bergerak-gerak, sedangkan suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka Hana itu mabuk. Eli lalu berkata kepadanya, “Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Sadarkanlah dirimu dari mabukmu itu.” Tetapi Hana menjawab, “Tidak, Tuanku, aku tidak minum anggur ataupun minuman yang memabukkan. Aku ini seorang wanita yang sangat bersusah hati. Aku sedang mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan. Janganlah anggap hambamu ini seorang wanita dursila. Karena besarnya cemas dan sakit hatiku, aku berdoa demikian lama.” Maka Elia berkata kepada Hana, “Pergilah dengan selamat, dan semoga Allah Israel memberikan kepadamu apa yang engkau mohon dari pada-Nya.” Maka berkatalah Hana, “Semoga hambamu ini mendapat belas kasih dari padamu.” Maka keluarlah Hana. Ia mau makan, dan mukanya tidak muram lagi. Keesokan harinya Elkana dan seluruh keluarga bangun pagi-pagi. Mereka sujud menyembah di hadapan Tuhan, lalu pulang ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, Tuhan ingat kepadanya. Maka setahun kemudian mengandunglah Hana, dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberinya nama Samuel, sebab katanya, “Aku telah memintanya dari Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Kidung Tanggapan
Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan penyelamatku.
Ayat. (1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd)
1. Hatiku bersukaria karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
2. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
3. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke alam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya, Ia merendahkan dan meninggikan juga.
4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana sebenarnya, sebagai Sabda Allah.

Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa, karena Dia adalah Yang Kudus dari Allah. Dia memberi perintah, dan roh jahat pun patuh kepada-Nya. Sabda-Nya sekuat sabda penciptaan, yang satu kata-Nya saja mampu menjadikan nyata hal-hal yang mustahil sekalipun.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:21b-28)
  
"Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa."
  
Pada suatu malam Sabat, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum dan mengajar di sana . Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, "Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazareth ? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, "Diam, keluarlah daripadanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar daripadanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, "Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Tuhan mendengarkan doa orang yang dengan penuh kepercayaan menyerahkan diri dan hidup mereka kepada-Nya. Doa dan harapan Hana dikabulkan oleh Tuhan. Ia mendapatkan seorang anak dan kemudian menyerahkan anak itu kembali kepada Tuhan. Yesus mewartakan Kerajaan Allah, bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dnegan perbuatan nyata. Ia menyembuhkan seorang yang kerasukan roh jahat. Semua peristiwa ini mau menunjukkan kepada kita bahwa kalau kita manusia memiliki iman yang kuat, Tuhan sendiri dengan kuat kuasa-Nya akan melakukan segalanya untuk kebahagiaan kita.

Doa Malam

Terima kasih ya Bapa, karena aku merasakan bimbingan-Mu di sepanjang hari ini, dan aku semakin percaya akan kuasa-Mu dalam hidupku. Dampingilah aku selalu sebab aku hendak selalu bergantung kepada-Mu, sumber segala anugerah. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


RUAH

Bacaan Harian 13 - 19 Januari 2014

Bacaan Harian 13 - 19 Januari 2014

Senin, 13 Januari : Hari Biasa Pekan I (H).

1Sam 1:1-8; Mzm 116:12-14.17-19; Mrk 1:14-20.

Selasa, 14 Januari : Hari Biasa Pekan I (H).

1Sam 1:9-20; MT 1Sam 2:1.4-8abcd; Mrk 1:21b-28.

Rabu, 15 Januari : Hari Biasa Pekan I (H).

1Sam 3:1-10.19-20; Mzm 40: 2.5.7-10; Mrk 1:29-39.

Kamis, 16 Januari : Hari Biasa Pekan I (H).

1Sam 4:1-11; Mzm 44:10-11. 14-15.24-25; Mrk 1:40-45.

Jumat, 17 Januari : Peringatan Wajib St. Antonius, Abas (P).

1Sam 8:4-7.10-22a; Mzm 89: 16 – 19; Mrk 2:1-12.

Sabtu, 18 Januari : Hari Biasa Pekan I (H).
1Sam 9:1-4.17-19; 10:1a; Mzm 21:2-7; Mrk 2:13-17.

Minggu, 19 Januari: Hari Minggu Biasa II (H).
Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34

Senin, 13 Januari 2014 Hari Biasa Pekan I

Senin, 13 Januari 2014
Hari Biasa Pekan I
 
Janganlah kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka -- St. Yohanes Krisostomus
 
Antifon Pembuka (Mzm 116:12-13)
 
Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan, segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan dan akan menyerukan nama Tuhan.
 
Doa Pagi

Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah memanggil dan mengutus banyak nabi dan rasul, untuk menyampaikan warta pertobatan dan penyelamatan. Curahkanlah rahmat-Mu, agar hati kami semakin terbuka untuk dapat bekerjasama dengan-Mu. Semoga warta yang kami bagikan ini sungguh lahir dari pengalaman iman yang dalam. Dampingi dan terangi kami dalam pergulatan iman, agar semakin jernih. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (1:1-8)
 
"Hana sedih karena tidak mempunyai anak."
 
Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim. Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak. Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas. Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian. Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya. Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya. Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 116:12-13.14.17.18-19)
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu dan akan menyerukan nama Tuhan.
3. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya di pelataran rumah Tuhan, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:14-20)
 
"Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia." Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Di dalam suatu pertemuan, seorang katekis di daerah terpencil dengan gembira menceritakan pengalamannya mengajar agama. Dia merasa bangga bisa ikut mewartakan Injil sekali pun gajinya tidak seberapa. Dia merasa beruntung bisa ikut serta dalam tugas luhur itu.

Yesus datang ke dunia ini untuk membawa Kabar Gembira, Kabar Keselamatan bagi umat manusia. Dia datang untuk menegakkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Agar pantas menyambut dan mengalami keselamatan yang ditawarkan-Nya, umat manusia harus bertobat dan percaya kepada Dia. Manusia harus meninggalkan kefasikan dan cara hidup lama, dan beralih memeluk nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan-Nya, antara lain: kasih, keadilan, kebenaran dan damai sejahtera. Untuk membantu perwartaan dan perluasan Kerajaan Allah itu, Yesus memanggil murid-murid pertama. Mereka dipanggil dan diutus bersama Dia untuk mewartakan dan membangun Kerajaan Allah.

Kita semua sebagai murid-murid Yesus juga dipanggil dan diutus untuk tugas perutusan yang sama. Medan perutusan kita adalah hidup kita, keluarga kita, tempat kerja dan masyarakat sekitar kita. Hidup sebagai orang Katolik yang baik adalah salah satu bentuk pewartaan. Apa yang harus saya lakukan untuk t urut mewartakan Injil?

Ya, semoga Engkau memampukan aku untuk turut serta mewartakan Injil kepada sesamaku. Amin

Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

Air Suci

Copyright: Tegar Andito

Minggu, 12 Januari 2014 Pesta Pembaptisan Tuhan

Minggu, 12 Januari 2014
Pesta Pembaptisan Tuhan
 
Kristus dibaptis! Marilah kita turun ke air bersama Dia, supaya kita juga naik bersama Dia! --- St. Gregorius dari Nazianze

 
Antifon Pembuka (bdk Mat 3:16-17)

Setelah Yesus dibaptis, terbukalah langit, dan Roh Kudus seperti burung merpati turun pada-Nya, serta terdengarlah suara Bapa, “Inilah Putera-Ku terkasih, pada-Nya Aku amat berkenan.”

Dilexisti iustitiam, et odisti iniquitatem: propterea unxit te Deus, Deus tuus, oleo lætitia præ consortibus tuis.
* Eructavit cor meum verbum bonum: dico ego opera mea regi. (GR, 498)

Doa Pagi


Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah memaklumkan Yesus Kristus sebagai Putera-Mu, ketika sesudah pembaptisan-Nya di sungai Yordan, Ia keluar dari air, dengan disaksikan oleh Roh Kudus yang turun pada-Nya seperti burung merpati. Kami pun telah Kauangkat menjadi putera dan puteri-Mu, ketika kami dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus. Kami mohon semoga kami tetap setia dan hidup pantas sebagai putera dan puteri-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yesaya (42:1-4.6-7)
     
"Lihat, itu hamba-Ku, yang kepadanya Aku berkenan."
        
Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku yang kepada-Nya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan ia padamkan, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” Beginilah firman Tuhan, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 846
Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
Ayat. (Mzm 29:1a.2.3ac-4.3b+9b-10; R:11b)
1. Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
2. Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
3. Allah yang mulia mengguntur. Di dalam bait-Nya setiap orang berseru, "Hormat!" Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (10:34-38)
 
"Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus."
 
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus menemui perwira Romawi dan seisi rumahnya. Setibanya di rumah sang perwira, Petrus berkata, “Sesungguhnya Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh karena Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea mulai dari Galilea sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Yesus itu telah berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 9:6; 2/4)
Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa, "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!"

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (3:13-17)
 
"Sesudah dibaptis, Yesus melihat Roh Allah turun ke atas-Nya."
 
Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, datanglah Yesus dari Galilea ke sana untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, “Akulah yang musti dibaptis oleh-Mu! Masakan Engkau yang datang kepadaku!” Lalu Yesus menjawab kepadanya, kata-Nya, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menurutinya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air, dan pada waktu itu juga langit terbuka, dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis, hal yang seharusnya dilakukan oleh para pendosa. Pendosakah Yesus sehingga Ia dibaptis? Tentu tidak sama sekali. Namun, mengapa Ia melakukan hal yang harusnya dilakukan oleh orang berdsa itu? "Biarlah hal itu terjadi karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Kehendak Allah! Allah sungguh menjadi manusia: mengalami apa yang dialami manusia, melakukan apa yang dilakukan manusia. Dibaptis. Itulah yang dilakukan Yesus. Yesus seakan berdosa. Yesus seolah membutuhkan pertobatan. Namun, yang sebenarnya Ia lakukan ialah sungguh-sungguh masuk ke dalam dunia manusia. Sungguh-sungguh merasakan dan mengalami kehidupan manusia. Itulah makna pembaptisan Yesus.

Yesus dibaptis bukan sekadar ditenggelamkan di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Bukan sekadar ritual formalitas belaka. Bukan pula sebagai tanda pertobatan Yesus. Yesus dibaptis berarti Yesus ditenggelamkan ke dalam semua persoalan manusia, ke dalam suka-duka manusia, ke dalam tawa-tangis manusia, dan ke dalam bahagia-derita manusia. Termasuk juga ditenggelamkan ke dalam penderitaan manusia. Inilah makna terdalam dari pembaptisan Yesus.

Dengan tenggelam ke dalam kehidupan manusia itu, Dia menyelamatkan umat manusia. Pembaptisan Yesus memiliki makna simbolis yang luar biasa. Dia ditenggelamkan ke dalam air. Sejak itulah Dia mulai melaksanakan tugas perutusan-Nya. Sejak itulah Dia mulai tenggelam ke dalam kehidupan manusia.

Sejak dibaptis, Yesus mewartakan Kabar Gembira bagi orang-orang miskin. Dia berjalan dari desa ke desa, dari kota ke kota, berjumpa dengan orang-orang miskin, orang-orang sederhana, orang-orang sakit, orang-orang berdosa. Mereka adalah orang-orang yang terkulai lemah. Mereka adalah orang-orang yang pudar nyalanya. Apa yang Yesus lakukan terhadap mereka? Buluh yang patah terkulai tidak Ia putuskan, sumbu yang pudar nyalanya tidak Ia padamkan. Tetapi, dengan setia Ia mewartakan Sabda Allah, mewartakan penyembuhan dan pengampunan dosa. (Bdk. Yes 42:3). Dia sungguh-sungguh tenggelam ke dalam penderitaan manusia, untuk menyelamatkan manusia.

Sejak dibaptis, Yesus mewartakan Sabda pembebasan. Dia membebaskan orang-orang yang tertindas. Siapa yang tertindas itu? Bukan hanya mereka yang lemah, kecil, tersingkir dan dipinggirkan, melainkan juga mereka yang tergolong sebagai kelompok elite, kaum Farisi, ahli-ahli Taurat, kaum tua-tua dan berbagai macam kelompok Yahudi. Mereka semua tertindas. Tertindas oleh kepicikan berpikir dan pandangannya dan pandangannya dan tertindas oleh dosa. Yesus datang mewartakan Sabda pembebasan bagi mereka. Yesus sering bersoal-jawab dengan mereka: tentang Sabat, tentang puasa, tentang kasih, tentang siapakah Mesias itu, dan tentang Allah. Yesus mewartakan kebenaran kepada mereka, bukan untuk memojokkan, melainkan untuk membebaskan mereka. Yesus sungguh tenggelam ke dalam persoalan-persoalan manusia itu untuk membebaskan dan menyelamatkan mereka.

Akan tetapi, apa yang dialami Yesus? Sengsara dan salib. Itulah konsekuensi dari Pembaptisan Yesus. Itulah risiko dari tugas perutusan Yesus. Ia mewartakan kabar baik dan kebenaran dengan lantang, akibatnya Ia disalibkan. Semakin lantang kita mewartakan kabar gembira dan kebenaran, semakin besar pula salib yang harus kita pikul. Yesus telah melakukannya.

Apa yang membuat Yesus tetap bertahan mewartakan kebenaran? Mengapa Ia tidak membuang saja "janji baptis"-Nya itu? Mengapa Ia tidak meninggalkan sengsara dan salib itu? "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Sabda inilah yang tetap tinggal di dalam Hati Yesus. Sabda inilah yang membuat Dia tidak mundur sedikit pun dari "janji baptis-Nya itu, tidak mundur sedikit pun dari tugas perutusan-Nya". Bagaimana dengan kita?

Bila kita memegang erat-erat Sabda Tuhan itu, bahwa melalui pembaptisan kita diangkat menjadi anak Allah yang terkasih, maka kita pun tidak akan mundur dari sengsara dan salib perutusan kita. Jika sabda itu bergema terus di dalam hati kita, maka kita pun tidak akan mengingkari janji baptis kita.
  
“Tuhan sendiri mengatakan bahwa Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan (Bdk. Yoh 3:5.). Karena itu, Ia memberi perintah kepada para murid-Nya, untuk mewartakan Injil dan membaptis semua bangsa (Bdk. Mat 28:19-20; DS 1618; LG 14; AG 5.). Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan orang-orang, kepada siapa Injil telah diwartakan dan yang mempunyai kemungkinan untuk memohon Sakramen ini (Bdk. Mrk 16:16.). Gereja tidak mengenal sarana lain dari Pembaptisan, untuk menjamin langkah masuk ke dalam kebahagiaan abadi. Karena itu, dengan rela hati ia mematuhi perintah yang diterimanya dari Tuhan, supaya membantu semua orang yang dapat dibaptis, untuk memperoleh “kelahiran kembali dari air dan Roh”. Tuhan telah mengikatkan keselamatan pada Sakramen Pembaptisan, tetapi Ia sendiri tidak terikat pada Sakramen-sakramen-Nya.“ (Katekismus Gereja Katolik, 1257)
  
RUAH

Kobus: Pesta Pembaptisan Tuhan





silahkan klik gambar untuk memperbesar





Sabtu, 11 Januari 2014 Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Sabtu, 11 Januari 2014
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
 
“Iri hati adalah satu kebiasaan buruk yang pokok” (Katekismus Gereja Katolik, 2553)
 
Antifon Pembuka (Gal 4:4-5)
 
Allah telah mengutus Putra-Nya, yang dilahirkan oleh seorang wanita, agar kita diangkat menjadi anak-anak Allah.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahaagung, Engkau telah menampakkan diri kepada kami dengan cahaya dari surga. Sudilah tetap menerangi, mendahului, dan mendampingi kami. Maka takkan ada gelap gulita, yang menggelisahkan dan membingungkan kami, sebab Engkaulah yang memimpin dan membawa kami pulang ke tanah air surgawi dengan aman sentosa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Yesus lahir dari Allah, maka Dia mampu melindungi kita, agar tak terjamah oleh dosa yang mendatangkan maut, yaitu dosa menghujat Roh Kudus (Mat 12:31). Yesus Kristus adalah Allah yang benar dan pembawa hidup ilahi. Kita tidak salah mengimani-Nya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (5:14-21)
 
"Allah mengabulkan doa kita."

Saudara-saudaraku terkasih, inilah sebabnya kita berani menghadap Allah, yaitu karena Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita tahu juga bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang kita minta kepada-Nya. Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah; maka Allah akan memberikan hidup kepadanya, yaitu kepada dia yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut itu. Ada dosa yang mendatangkan maut, dan tentang ini, tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindungi orang itu, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi kita tahu bahwa Anak Allah telah datang, dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan kehidupan yang kekal. Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka; itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 4:16)
Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang.

Yesus Kristus juga membaptis. Murid Yohanes Pembaptis melaporkan itu kepada gurunya. Yohanes Pembaptis menempatkan dirinya sebagai “sahabat Mempelai Laki-laki”, yang bersukacita atas tindakan Yesus itu. Bahkan dia bernubuat: Yesus Kristus harus menjadi makin besar.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:22-30)
 
"Sahabat mempelai bersukacita mendengar suara mempelai."
 
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke tanah Yudea, dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanes pun membaptis di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya, “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang Sungai Yordan, dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga, dan semua orang pergi kepada-Nya.” Jawab Yohanes, “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai, yang berdiri dekat dia dan mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yohanes sadar akan tugas perutusannya. Ia menyiapkan hati umat supaya layak menerima Tuhan yang akan datang. Dan sebagai seorang nabi yang merintis jalan bagi Tuhan, ia tidak mempromosikan dirinya. Ia tidak menggunakan kesempatan untuk menjadi terkenal walaupun hal itu mungkin. Ia tetap rendah hati. Ia pun bersukacita atas tugas perutusannya. Mesias, Tuhan yang datang harus semakin besar, sedangkan dia sendiri harus semakin kecil. Kita pun diundang untuk mempersiapkan hati yang layak bagi Tuhan. Sikap yang tepat adalah rendah hati. Dengan sikap tersebut, kita membiarkan Tuhan berkarya dalam hati dan hidup kita.

Doa Malam

Bapa, ajarlah aku untuk berani mendahulukan sesama, baik dalam berpikir maupun bertindak. Dengan begitu, aku dapat meneladan Yohanes Pembaptis yang memberi kesempatan kepada Yesus Putra-Mu untuk menjadi semakin besar, sebab Dialah Putra-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Roh Kudus, kini dan selama-lamanya. Amin.


RUAH

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2023 -

Privacy Policy