Sabtu, 11 Januari 2014 Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Sabtu, 11 Januari 2014
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
 
“Iri hati adalah satu kebiasaan buruk yang pokok” (Katekismus Gereja Katolik, 2553)
 
Antifon Pembuka (Gal 4:4-5)
 
Allah telah mengutus Putra-Nya, yang dilahirkan oleh seorang wanita, agar kita diangkat menjadi anak-anak Allah.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahaagung, Engkau telah menampakkan diri kepada kami dengan cahaya dari surga. Sudilah tetap menerangi, mendahului, dan mendampingi kami. Maka takkan ada gelap gulita, yang menggelisahkan dan membingungkan kami, sebab Engkaulah yang memimpin dan membawa kami pulang ke tanah air surgawi dengan aman sentosa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Yesus lahir dari Allah, maka Dia mampu melindungi kita, agar tak terjamah oleh dosa yang mendatangkan maut, yaitu dosa menghujat Roh Kudus (Mat 12:31). Yesus Kristus adalah Allah yang benar dan pembawa hidup ilahi. Kita tidak salah mengimani-Nya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (5:14-21)
 
"Allah mengabulkan doa kita."

Saudara-saudaraku terkasih, inilah sebabnya kita berani menghadap Allah, yaitu karena Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita tahu juga bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang kita minta kepada-Nya. Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah; maka Allah akan memberikan hidup kepadanya, yaitu kepada dia yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut itu. Ada dosa yang mendatangkan maut, dan tentang ini, tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindungi orang itu, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi kita tahu bahwa Anak Allah telah datang, dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan kehidupan yang kekal. Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka; itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 4:16)
Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang.

Yesus Kristus juga membaptis. Murid Yohanes Pembaptis melaporkan itu kepada gurunya. Yohanes Pembaptis menempatkan dirinya sebagai “sahabat Mempelai Laki-laki”, yang bersukacita atas tindakan Yesus itu. Bahkan dia bernubuat: Yesus Kristus harus menjadi makin besar.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:22-30)
 
"Sahabat mempelai bersukacita mendengar suara mempelai."
 
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke tanah Yudea, dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanes pun membaptis di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya, “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang Sungai Yordan, dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga, dan semua orang pergi kepada-Nya.” Jawab Yohanes, “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai, yang berdiri dekat dia dan mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yohanes sadar akan tugas perutusannya. Ia menyiapkan hati umat supaya layak menerima Tuhan yang akan datang. Dan sebagai seorang nabi yang merintis jalan bagi Tuhan, ia tidak mempromosikan dirinya. Ia tidak menggunakan kesempatan untuk menjadi terkenal walaupun hal itu mungkin. Ia tetap rendah hati. Ia pun bersukacita atas tugas perutusannya. Mesias, Tuhan yang datang harus semakin besar, sedangkan dia sendiri harus semakin kecil. Kita pun diundang untuk mempersiapkan hati yang layak bagi Tuhan. Sikap yang tepat adalah rendah hati. Dengan sikap tersebut, kita membiarkan Tuhan berkarya dalam hati dan hidup kita.

Doa Malam

Bapa, ajarlah aku untuk berani mendahulukan sesama, baik dalam berpikir maupun bertindak. Dengan begitu, aku dapat meneladan Yohanes Pembaptis yang memberi kesempatan kepada Yesus Putra-Mu untuk menjadi semakin besar, sebab Dialah Putra-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Roh Kudus, kini dan selama-lamanya. Amin.


RUAH