Yesus berkata: "Tidak ada seorang pun yang mampu mencabut sukacita-Mu."

Paus Fransiskus (30 Mei 2014): Yesus telah menjanjikan bahwa "kesedihan akan berubah menjadi sukacita". Seperti yang terjadi pada wanita yang melahirkan.

Kita harus mengatakan kebenaran bahwa tidak seluruhnya kehidupan kristiani adalah sebuah pesta. Kita menangis, sering kali menangis. Tetapi Yesus berkata: "Jangan takut!". Ya, kalian akan bersedih, kalian menangis dan orang-orang yang bertentangan dengan kalian akan bergembira. Namun, Paus mengajak umat beriman untuk "tidak merasa takut dan tidak merendahkan mutu mencari kompromi dengan dunia".

Yesus telah menjanjikan bahwa "kesedihan akan berubah menjadi sukacita". Seperti yang terjadi pada wanita yang melahirkan. Ketika kita berada di dalam kegelapan, saat kita buta, katakan: "Aku tahu, ya Tuhan, kesedihan ini akan berubah menjadi sukacita. Aku tak tahu bagaimana caranya, tetapi aku tahu!". Ini, kata Paus, adalah sebuah pengakuan Iman di dalam Tuhan!

Veni Sancte Spiritus, Veni per Mariam.

(Shirley Hadisandjaja/Fans of Iman Katolik)

Terlambat misa? (Bagian 2: Kalau tak terpaksa jangan terlambat)


"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Minggu, 01 Juni 2014
Hari Minggu Paskah VII
Novena Roh Kudus -3
   
Kis 1:12-14; Mzm 47:2-3.6-3.8-9; Ptr 4:13-16; Yoh 17:1-11a

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Ahaaa, inilah kuncinya untuk mendapatkan hidup yang kekal. Yakni mengenal Allah Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus, utusan-Nya. Kata "mengenal" dalam teks ini diterjemahkan dati kata Yunani "γινωσκωσιν" (ginôskôsin) yang diturunkan dari kata γινωσκω (ginôskô). Artinya adalah mengetahui dan mengenal berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi. Maka, yang dimaksud dengan mengenal Allah Bapa dan Yesus Kristus di sini adalah mengenal Dia berdasarkan pengalaman pribadi seperti para murid mengenal Yesus berdasarkan pengalaman mereka hidup bersama dengan Yesus selama kurang lebih 3 tahun atau seperti seorang anak mengenal kedua orangtuanya berdasarkan pengalamannya hidup bersama setiap hari. Dari sini dapat dikatakan ada 2 hal pokok yang dapat dan harus kita lakukan untuk mengenal Tuhan, yakni Kitab Suci dan Doa. Boleh dikatakan, Kita Suci itu merupakan sharing pengalaman hidup bersama Tuhan yang dialami oleh umat Israel pada zaman dulu, para nabi, para raja, para rasul dll. Maka, melalui Kitab Suci kita pun dibantu untuk semakin mengenal Tuhan berdasarkan pengalaman mereka. "Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus", demikian kata St. Hieronimus. Lalu Doa. Doa, apa pun bentuknya, entah pribadi atau bersama, entah spontan atau menggunakan rumusan yang sudah ada, dan teristimewa Perayaan Ekaristi, merupakaan saat di mana kita mengalami kebersamaan dengan Tuhan secara intensif. Maka, melalui aneka macam doa yang kita hayati dengan sungguh-sungguh, kita pun semakin mengenal Tuhan secara personal. Kemudian, berdasarkan pengalaman dan pengenalan akan Tuhan melalui Kitab Suci dan Doa tersebut, kita menjalani rutinitas, pekerjaan dan pelayanan kita sehari-hari bersama-sama dengan Tuhan. Dengan demikian, baik di dunia ini maupun dalam kehidupan kekal nantinya, kita senantiasa hidup bersama Tuhan.
  
Doa: Tuhan, bantulah kami untuk semakin mencintai Kitab Suci dan Doa supaya kami semakin mengenal dan mempunyai pengalaman akan Dikau sebagai satu-satunya sumber kekuatan bagi hidup, pekerjaan dan pelayanan kami sehari-hari serta sebagai satu-satunya jaminan hidup kekal kami. Amin. -agawpr-