Sabtu, 22 Agustus 2009 :: Pw. SP Maria, Ratu

Sabtu, 22 Agustus 2009
Pw. SP Maria, Ratu

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran -- Rm 6:18


Doa Renungan Pagi

Ya Allah pembebas, aku bersyukur atas kehidupan baru yang boleh kuterima. Pada hari ini, Engkau mengajak setiap orang untuk hidup tertib dengan menaati pengajaran yang berguna dan melakukannya. Semoga aku dapat menemukan makna semua pengalaman hari ini; pengajaran, kerja, suka dan duka, serta dapat memperdalam cintaku kepada-Mu seturut teladan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Rut (2:1-3.8-11; 4:13-17)

"Tuhan telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus, Dialah ayah Isai, ayah Daud."

Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku." Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu." Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?" Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel . Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki." Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat.
(Mzm. 128:1b-2.3.4.5)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya.
4. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:1-12)

"Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan."

1 Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Doa Renungan Malam
Tuhan yang penuh kasih, Santa Perawan Maria adalah teladan bagiku dalam mengikuti Engkau. Dia mendengar pengajaran Yesus Kristus Putera-Mu dan merenungkannya selalu dalam hidupnya. Semoga pengalaman sepanjang hari ini, baik yang menggembirakan maupun yang mengecewakan, dapat memberi pengajaran bagiku untuk kusimpan dan kujadikan harta iman dalam hidup dan pengabdian kepada-Mu. Sertailah istirahatku pada malam ini.
Salam Maria.....3x. Amin.


“Barangsiapa terbesar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu”


(Rut 2:1-3.8-11;4:13-17; Mat 23:1-12)

Saudara-saudari yang dicintai oleh Tuhan,
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Maria, Ratu, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Raja atau Ratu pada umumnya dilayani oleh banyak orang dan setiap kali memberi perintah kepada para pelayannya pasti langsung dikerjakan dengan baik. Juga ada raja atau ratu yang diktator, yang bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan atau para pembantunya. Dalam arti tertentu fungsi raja atau ratu juga dilaksanakan oleh siapapun yang menjadi pimpinan dalam hidup bersama, maka dengan ini kami mendambakan untuk hidup dan bertindak dengan semangat melayani, sebagaimana juga dihayati oleh Bunda Maria, Ratu dan teladan hidup beriman, “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”, demikian sabda Yesus. Melayani berarti senantiasa membahagiakan dan meringankan beban bagi yang dilayani serta tidak “mengikat beban-beban berat lalu meletakkannya di atas bahu orang tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya”. Marilah kita bercermin pada para pelayan atau pembantu rumah tangga yang baik. Pelayan yang baik pada umumnya bekerja keras, rendah hati, ceria, gembira, dinamis, jarang atau tidak pernah mengeluh, menggerutu, marah-marah dst.. Keutamaan-keutamaan macam itu hendaknya dihayati oleh siapapun yang berfungsi sebagai pemimpin dalam hidup bersama dimanapun dan kapanpun. Secara organisatoris semangat melayani dalam diri pemimpin antara lain menghayati kepemimpinan partisipatif: banyak mendengarkan keluhan, dambaan, harapan, dst.. dari yang dipimpin serta melibatkan semua anggota dalam perencanan dan pelaksanaan aneka program dan kegiatan.


· “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."(Rut 2:8-9), demikian kata Boas, orang kaya raya, kepada Rut. Suatu perhatian penuh kasih saya dan belaskasih itulah yang terjadi dalam diri Boas terhadap Rut. Apa yang dilakukan oleh Boas kiranya dapat menjadi teladan bagi para ‘bos’ dimanapun dan kapanpun. Hendaknya mereka yang merasa menjadi ‘bos’ atau atasan senantiasa memperhatikan dengan penuh kasih sayang dan belas kasih kepada bawahan atau pembantunya. Seoptimal mungkin setiap anggota pernah memperoleh sentuhan, sapaan kasih dari ‘bos’, sehingga mereka merasa berada di dalam hati ‘bos’. Sebaliknya sang ‘bos’ juga menempatkan semua anggota atau bawahannya dalam hatinya, agar setiap saat dapat memperhatikan mereka. Sekiranya perhatian langsung dan secara phisik tidak mungkin, baiklah diusahakan secara spiritual atau rohani, yaitu dengan berdoa: mendoakan satu per satu mereka yang menjadi anggota atau bawahannya. Berdoa kiranya dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Baiklah para pemimpin, atasan atau bos, kami harapkan setiap hari mendoakan anggota, bawahan atau yang dimimpin, seperti seorang ibu yang tidak akan pernah melupakan anak-anaknya.

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN” (Mzm 128:1-4). .


Jakarta, 22 Agustus 2009

Ignatius Sumarya, SJ