Jumat, 03 Juli 2015Pesta St. Tomas Rasul

Jumat, 03 Juli 2015
Pesta St. Tomas Rasul 
  

Ef. 2:19-22; Mzm. 117:1,2; Yoh. 20:24-29.

Hari ini kira merayakan Pesta St. Thomas. Spontan, yang muncul dalam diri kita tentunya sikap yang tidak mudah percaya, sebagaimana tampak dalam Injil. Namun, berkaitan dengan sikapnya ini, St. Agustinus menulis demikian: "Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Yesus, namun imannya mengakui Ke-Allah-an Yesus, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku". Hal yang sama juga selalu kita alami setiap kali kita merayakan Ekaristi. Mata indrawi kita melihat roti tak beragi berwarna putih dan berbentuk bulat pipih, tetapi iman kita memandang dan mengakui bahwa itu adalah Tubuh Kristus, sehingga seperti Thomas, kita berseru dalam hati "Ya Tuhanku dan Allahku". Tidah hanya itu, melalui pengalaman hidup sehari-hari, kita diharapkan juga semakin peka sehingga mampu menangkap kehadiran dan kehendak Tuhan sebab Ia selalu hadir dalam setiap langkah dan peristiwa hidup kita.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk memandang dan mengimani-Mu dalam setiap peristiwa hidup kami sehari-hari. Amin. -agawpr-

Jumat, 03 Juli 2015 Pesta Santo Tomas, Rasul

Jumat, 03 Juli 2015
Pesta Santo Tomas, Rasul
  
“Kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita. keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus” (Kis 13:32-33). Kebangkitan Kristus adalah kebenaran, di mana iman kita kepada Kristus mencapai puncaknya: umat Kristen perdana mempercayainya dan menghayatinya sebagai kebenaran sentral; tradisi meneruskannya sebagai sesuatu yang mendasar, dokumen-dokumen Perjanjian Baru membuktikannya; bersama dengan salib ia diwartakan sebagai bagian penting misteri Paska. Kristus telah bangkit dari antara orang-orang mati. Oleh kematian-Nya Ia telah mengalahkan kematian. Ia telah memberi kehidupan kepada orang-orang mati. (Liturgi Bisantin, Troparion pada hari Paskah)“

Antifon Pembuka (Mzm 117:28)

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji.
Allahkulah Engkau, Engkau kuagungkan.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjadi keselamatanku.

You are my God, and I confess you;
you are my God, and I exalt you;
I will thank you, for you became my savior.
 
Pada Misa Pesta Santo Tomas ada Gloria (Madah Kemuliaan)
 
Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, kami bergembira pada Pesta Santo Tomas, rasul-Mu yang mengimani Putra-Mu sebagai Allah. Semoga kami senantiasa dilindungi olehnya dan kelak memperoleh kehidupan bahagia karena percaya akan nama Yesus Kristus, Putra-Mu, dan Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:19-22)
   
"Kamu dibangun di atas dasar para rasul."
   
Saudara-saudara, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kamu turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan do = f, 4/4, PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 24:32; 2/4)
Yesus bersabda, "Hai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:24-29)
   
"Ya Tuhan dan Allahku."
    
Pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagimu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

 
Hari ini kita memperingati Santo Tomas Rasul. Tomas—yang juga disebut ‘Didimus’ (artinya: kembar)—adalah seorang nelayan. Tetapi, ia tidak mempunyai perahu sendiri seperti Petrus dan Andreas. Hidupnya hampir serba kurang. Hal inilah yang membuat dia bersikap selalu hati-hati, pesimis, ragu-ragu, dan tidak lekas mempercayai sesuatu. Sikapnya ini terlihat dengan jelas sekali dalam sikapnya terhadap berita tentang kebangkitan Yesus: ”Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh. 20:25).
   
Salahkah keragu-raguan Tomas ini? Tomas memang dikenal sebagai murid yang suka mempertanyakan sesuatu kepada Yesus tentang apa yang menurutnya belum dia mengerti dan ketahui. Ia terus terang, polos, tidak malu-malu, dan tidak munafik menyatakan ketidaktahuannya. Dan justru sikap ini dihargai Yesus, dan karena keingintahuannya itulah Yesus menyingkapkan rahasia iman yang mendalam. Pada malam perjamuan akhir ketika Yesus berpamitan, Tomas bertanya dengan polos: ”Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh. 14:5 ). Keraguan Tomas ini mengundang Yesus menyingkapkan rahasia Tritunggal: ”Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Kalau kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal Bapa-Ku” (Yoh. 14:6-7).

Belajar hal positif dari sikap Tomas ini, bahwa kita tidak boleh berdiri diatas keraguan, tetapi keraguan menjadi cara sekaligus kesempatan kita untuk terus mempertanyakan segala sesuatu sampai tidak bisa lagi dipertanyakan. Artinya, sampai menemukan kebenaran sejati. Sekalipun tentang sesuatu yang tidak kita lihat, kita dituntut untuk percaya saja, tetapi proses menuju sikap iman seperti ini tetap harus bisa dimengerti secara rasional. Fides quaerens intellectum—”iman mencari pemahaman”. Dengan demikian, iman kita tidak buta dan tidak membabi buta pula penghayatannya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengerti apa yang Anda percaya?

Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu agar aku bisa mengerti imanku lebih dalam lagi. Amin. (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)

Antifon Komuni (Yoh 20:27)

Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah